Civil Engineering - Bachelor

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 70
  • Item
    STUDI KOMPARATIF FAKTOR PENENTU ESTIMASI BIAYA ANTARA METODE AHSP 2024, METODE KONTRAKTOR, DAN PENDAPAT PARA AHLI KONSTRUKSI (Studi Kasus Pembangunan Infrastruktur Proyek AHU 1,2,3 PT Kewalram Indonesia)
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Yura Auliya Hafizha; Azis Ari Wibowo (Pembimbing)
    Analisis harga satuan pekerjaan pada estimasi biaya dapat dihitung menggunakan bermacam metode, diantaranya adalah metode AHSP dan metode Kontraktor. Pada Pembangunan Infrastruktur Proyek AHU 1,2,3 PT Kewalram Indonesia metode AHSP menghasilkan estimasi biaya sebesar Rp12,682,822,126.79 sedangkan metode Kontraktor sendiri menghasilkan estimasi biaya sebesar Rp10,530,287,577.77. Selisih antara kedua metode adalah sebesar Rp2,152,534,549.02 dengan hasil dari metode AHSP lebih besar 10% daripada metode kontraktor. Penelitian ini juga mencari tahu faktor apa yang paling mempengaruhi perbedaan harga tersebut penilaian kriteria ditinjau dari harga upah, bahan, peralatan, metode konstruksi, dan juga keuntungan menggunakan metode scoring system analitycal hierarchy process. Hasil metode Tersebut mengatakan bahwa bobot yang paling mempengaruhi adalah keuntungan diikuti dengan bahan, harga upah, peralatan dan terakhir adalah metode konstruksi. Namun pada hasil penelitian dalam metode AHSP faktor yang paling mempengaruhi adalah bahan diikuti metode konstruksi, keuntungan, upah, dan peralatan. Sedangkan pada metode kontraktor faktor yang paling mempengaruhi adalah upah diikuti keuntungan, metode konstruksi, bahan, dan peralatan.
  • Item
    ANALISIS KERUSAKAN PADA PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) DAN BINAMARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN PROKLAMASI KABUPATEN GARUT)
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Yogana Ahirulliyanto; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Jalan merupakan infrastruktur yang sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk melakukan mobilisasi, baik itu interaksi sosial, berdagang, dan banyak hal yang dapat dirasakan manfaatnya. Kualitas jalan yang baik tentunya harus memperhatikan kualitas serta perawatan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis kerusakan jalan pada perkerasan lentur yang terjadi pada ruas jalan Proklamasi, kabupaten Garut yang memiliki panjang jalan 1,67 km serta lebar jalan 7 m yang menghubungkan jalan Desa Jayaraga dan Alun-alun Tarogong. Penelitian yang dilakukan tentunya menggunakan beberapa metoode. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu metode Pavement Condition Index (PCI) dan metode Binamarga. Pada metode PCI penelitian yang dilakukan berfokus kepada penilaian kondisi perkerasan sebagai upaya pemeliharaan jalan berdasarkan jenis, tingkat, serta luas kerusakan yang akan menjadi acuan untuk perbaikan atau pemeliharaan. Pada metode Binamarga juga berfokus kepada jenis kerusakan tetapi dilengkapi dengan data LHR (Lalu lintas Harian Rata-rata) untuk mencari nilai kelas jalan yang pada akhirnya dapat menentukan jenis pemeliharaan yang sesuai untuk kerusakan jalannya. Jenis kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan Proklamasi sepanjang 1 km antara lain Retak Kulit Buaya, Retak Memanjang, Retak Tepi, Tambalan dan Lubang. Berdasarkan metode PCI nilai rata-rata 67,55 yang menginterpretasikan kondisi jalan Baik. Sedangkan berdasarkan metode Binamarga didapatkan nilai prioritas 2,17 yang merupakan masuk kedalam program Pemeliharaan Peningkatan. Setelah dibandingkan hasil penelitian berdasarkan kedua metode tersebut ternyata mendapatkan nilai dan hasil yang hampir sama yaitu kondisi dari jalan tersebut masih dalam keadaan baik namun memerlukan beberapa pemeliharaan agar tidak semakin memperparah kerusakan jalan yang terjadi pada ruas jalan Proklamasi.
  • Item
    ANALISIS STABILITAS LERENG BENDUNGAN I TUJUH BUKIT TUMPANG PITU BANYUWANGI
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2024) Widde Valensia; Yanyan Agustian (Pembimbing)
    Salah satu kegagalan sebuah bendungan adalah diakibat dari stabilitas lereng dan juga keamanan dari rembesan. Dalam laporan ini dilakukan evaluasi analisis stabilitas lereng dan keamanan rembesan dari Bendungan Tujuh Bukit 1 yang telah beroperasi selama 5 tahun. Dalam tahap analisisnya dilakukan pengumpulan data primer dan sekunder yang dilanjutkan dengan pembuatan model. Pembuatan model analisis disesuaikan untuk model analisis stabilitas lereng dan juga pembuatan model analisis rembesan. Model analisis stabilitas dibuat dalam tiga kondisi yaitu adalah kondisi statik, gempa OBE (Operated Based Earthquake) dan gempa MDE (Maximum Design Earthquake). Untuk model rembesan sendiri dilakukan pengecekan keamanan terhadap uplift dan terhadap erosi buluh. Hasil dari perhitungan didapatkan bahwa analisis stabilitas dalam kondisi statik, gempa OBE, dan gempa MDE mendapatkan nilai yang memenuhi syarat dan juga terhadap analisis rembesan. Oleh karena itu, tidak dilakukan rekomendasi desain ataupun penambahan perkuatan pada Bendungan 1 Tujuh Bukit.
  • Item
    PERKUATAN LERENG MENGGUNAKANAN DINDING PENAHAN TANAH DI KAMPUNG SIMURUGUL HILIR KELURAHAN MARGAWATI
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2024) Taufik Mustopa Gani; Yanyan Agustian (Pembimbing)
    Tanah merupakan lapisan permukaan bumi yang sangat dinamis, perubahannya dipengaruhi oleh air, udara dan pergeseran lempeng bumi. Salah satu akibat dari perubahan itu adalah adanya lereng. Lereng adalah permukaan bumi yang membentuk sudut kemiringan tertentu dengan bidang horizontal. Untuk menjaga kestabilan lereng tersebut maka dibuatlah dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah merupakan komponen struktur bangunan penting untuk jalan dan bangunan lingkungan lainnya yang berhubungan dengan tanah yang memiliki elevasi berbeda. Penelitian ini membahas tentang perencanaan dinding penahan tanah pada lereng di Simurugul Hilir - Margawati, Kecamatan Garut Kota - Garut sebagai bentuk dari penanganan bencana tanah longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kestabilan lereng, merencanakan dimensi dari dinding penahan tanah yang dapat memikul beban rencana, menghitung stabilitas/faktor keamanan terhadap guling, geser dan daya dukung tanah. Metode yang digunakan dalam perhitungan stabilitas lereng adalah metode eksperimen dan kuantitatif yang menghasilkan nilai faktor aman. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat geser tanah φ = 25,6o serta C = 18,94 kN/m2, kemudian hasil penelitian dengan dimensi dinding penahan tanah tipe gravity yaitu H = 7 m, B = 0,8 m, tinggi df = 0,7 m, lebar kepala = 0,45 m. Dengan dimensi tersebut didapatkan nilai faktor keamanan dinding penahan tanah terhadap stabilitas guling = 7,14 (SAFE) , stabilitas geser = 2,26 (SAFE), dan daya dukung tanah = 3,02 (SAFE).
  • Item
    PERKUATAN LERENG MENGGUNAKANAN DINDING PENAHAN TANAH DI KAMPUNG SIMURUGUL HILIR KELURAHAN MARGAWATI
    (Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Tasya Fadlah Nur Luthfiah; Asep Setiawan (Pembimbing)
    Jalan merupakan salah satu infrastruktur penting dalam kehidupan manusia. Sejak dulu manusia telah menggunakan jalan sebagai sarana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pengertian jalan secara umum adalah jalur lalu lintas orang, kendaraan dan sebagainya untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Jalan berfungsi sebagai penghubung antara berbagai wilayah, mempermudah transportasi, dan mendukung perkembangan ekonomi suatu daerah. Jalan merupakan prasarana transportasi penting yang mendukung aktivitas ekonomi dengan mempercepat mobilitas orang dan barang. Pembangunan jalan diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan kebutuhan masyarakat. Perkerasan jalan terdiri dari lapisan pondasi atas, pondasi bawah, dan agregat yang dipadatkan untuk menyalurkan beban roda. Terdapat tiga jenis perkerasan: lentur (aspal), kaku (beton), dan komposit. Penentuan ketebalan perkerasan lentur dapat menggunakan berbagai metode, termasuk Metode Analisa Komponen dan MDPJ 2017 yang digunakan dalam penelitian ini. Lokasi penelitian ini berada di Jalan Cileungsi – Cibinong dengan panjang 4,5 meter dan lebar 8 meter.