Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 5 of 7
ACADEMIC PUBLICATIONS Digital Collection of Research Report Widyatama University LibraryDOCTORAL DISSERTATION DOCTORAL DISSERTATIONFINAL ASSIGNMENT (Bachelor and Vocational Degree) Tugas Akhir Program D3 Dan S1LECTURER JOURNAL MASTER THESIS MASTER THESIS
Recent Submissions
Item
Female Talk dalam Film Aladdin (2019): Kajian Sosiolinguistik
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Sitanggang, Fitri Royani Magdalena; Ervina CM SImatupang (Pembimbing)
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis jenis-jenis female talk dan faktor sosial yang memengaruhinya dalam film Aladdin (2019), dengan fokus pada tuturan tokoh perempuan utama, Princess Jasmine dan Dalia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa kutipan dialog karakter dalam film. Teori utama yang digunakan adalah teori female talk dari Robin Lakoff (1975) serta teori sosiolinguistik Janet Holmes (2013) untuk menganalisis pengaruh status sosial, relasi kuasa, dan konteks situasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 41 data yang mencerminkan ciri bahasa perempuan. Jenis yang paling dominan adalah hedges sebanyak 8 data (19,5%), diikuti superpolite forms 7 data (17,1%), intensifiers 6 data (14,6%), serta tag questions, empty adjectives, indirect requests, dan emphatic stress masing-masing 5 data (12,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa perempuan dalam film tidak hanya menonjolkan kesantunan, tetapi juga menjadi alat untuk menyuarakan emosi, pendapat, dan perlawanan terhadap norma patriarkal. Dari sisi faktor sosial, konteks situasi menjadi pengaruh paling dominan (60,8%), disusul relasi kuasa (27,5%) dan status sosial (11,7%). Female talk dalam film ini berfungsi sebagai strategi komunikasi yang sopan namun kuat, mencerminkan bahwa perempuan mampu menggunakan bahasa sebagai bentuk resistensi yang cerdas, elegan, dan bermakna dalam menghadapi struktur sosial yang mengekang.
Item
TINDAK TUTUR ILOKUSI EKSPRESIF PADA SERIAL THE SUMMER I TURNED PRETTY SEASON 2: KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Anastasya, Fitri; Ida Zuraida (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul “Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif pada serial The Summer I Turned Pretty season 2: Kajian Pragmatik”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur ilokusi ekspresif dan juga menganalisis konteks situasi. Dalam penelitian ini, digunakan teori jenis tindak tutur ilokusi ekspresif menurut Searle (1976) dan konteks situasi menurut Hymes (1972). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dimulai dengan memilih topik penelitian, merumuskan judul penelitian, memilih metode penelitian, mengumpulkan data, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data, menganalisis data, dan yang terakhir membuat simpulan dan saran. Hasil penelitian menunjukkan dari 40 data penelitian yang ditemukan pada serial The Summer I Turned Pretty season 2 terdapat 6 jenis tindak tutur ilokusi ekspresif dengan uraian sebagai berikut, 15 data (37,5%) tindak tutur ilokusi ekspresif mengucapkan terima kasih (thank you), 14 data (35%) tindak tutur ilokusi ekspresif meminta maaf (forgive), 4 data (10%) tindak tutur ilokusi ekspresif mengucapkan selamat datang (welcome), 3 data (7,5%) tindak tutur ilokusi ekspresif belasungkawa (condole), 3 data (7,5%) tindak tutur ilokusi ekspresif menyesal (deplore), dan 1 data (2,5%) tindak tutur ilokusi ekspresif mengucapkan selamat (congratulate). Dilihat dari konteks situasi SPEAKING, ditemukan 16 data (29,09%) tujuan (end), 6 data (10,91%) penggunaan bahasa (act Sequence), 12 data (21,82%) nada dan cara berbicara (key) dan 21 data (38,18%) aturan sosial budaya (norm). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur ilokusi ekspresif dalam serial The summer I Turned Pretty season 2 didominasi oleh jenis tindak tutur ilokusi ekspresif mengucapkan terima kasih (thank you) dan meminta maaf (forgive). Sedangkan, konteks situasi yang paling dominan adalah aturan sosial-budaya (norm).
Item
LANGUAGE STYLE DALAM FILM “HACKSAW RIDGE”: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Akbar, Fillah; Dianita (Pembimbing)
Penelitian ini berjudul "Language Style dalam Film “Hacksaw Ridge”: Kajian Sosiolinguistik dan Pragmatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis fungsi language style dalam film “Hacksaw Ridge”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Data dikumpulkan dari dialog karakter dalam film “Hacksaw Ridge” dan diklasifikasikan berdasarkan jenis language style yang digunakan, yaitu frozen, formal, consultative, casual, dan intimate. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis language style yang paling dominan adalah casual style, diikuti oleh consultative, formal, dan intimate style. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi language function yang dihasilkan dari penggunaan language style tersebut, yaitu emotive, conative, referential, phatic, metalingual, dan poetic. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 30 sampel yang dianalisis, ditemukan 4 jenis language style dalam film “Hacksaw Ridge” yang terdiri atas atas formal style sebanyak 7 data, consultative style sebanyak 8, casual style sebanyak 12 data, dan intimate style sebanyak 3 data. Sedangkan language function yang digunakan dalam film “Hacksaw Ridge” terdiri atas emotive function sebanyak 12 data, conative function sebanyak 30 data, referential function sebanyak 28 data , dan phatic function sebanyak 26 data.
Item
MAKNA ASOSIATIF PADA LIRIK LAGU DALAM ALBUM “AM” OLEH ARCTIC MONKEYS: KAJIAN SEMANTIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Ferdiansyah; Ida Zuraida (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul “Makna Asosiatif pada Lirik Lagu Dalam Album “AM” Oleh Arctic Monkeys: Kajian Semantik”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makna asosiatif dan menjelaskan makna yang terkandung pada data yang ditemukan dalam lirik lagu pada album “AM” oleh Arctic Monkeys. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dimulai dengan memilih topik penelitian, merumuskan judul penelitian, memilih metode penelitian, mengumpulkan, mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menganalisis data. Penelitian ini menggunakan kajian semantik dan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Leech (1985) tentang jenis makna asosiatif. Data yang ditemukan pada penelitian ini yang dibatasi untuk dianalisis sebanyak enam lagu terdapat 38 data. Hasil penelitian menunjukkan munculnya jenis makna asosiatif dengan makna konotatif sebanyak 20 data, makna sosial tidak dapat ditemukan, makna afektif sebanyak 14 data, makna reflektif sebanyak 2 data, makna kolokatif sebanyak 2 data. Pada penelitian ini makna konotatif menjadi makna yang mendominasi dengan memiliki jumlah sebanyak 20 data dan diikuti dengan makna afektif dengan 14 data serta makna sosial yang tidak dapat ditemukan. Makna yang terkandung pada 38 d ata yang ditemukan di lirik lagu yang terdapat pada album “AM” oleh Arctic Monkeys menceritakan 34 data tentang percintaan, 2 data tentang budaya, 1 data tentang ekspektasi, dan 1 data tentang kebebasan.
Item
FLOUTING MAXIM DALAM DIALOG SITUASI KOMEDI FRIENDS: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK.
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2022) Yuanita, Febbyanti; Ida Zuraida (Pembimbing)
Penelitian ini berjudul “Flouting Maxim Dalam Dialog Situasi komedi Friends: Kajian Pragmatik”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta menjelaskan jenis-jenis flouting maxim yang ditemukan dalam dialog, serta menganalisis faktor sosial yang terdapat pada dialog sitkom. Penelitian ini menggunakan teori dari Thomas (1995) mengenai penjelasan pragmatik dan jenis-jenis flouting maxim dan menggunakan teori Holmes (2001) mengenai faktor sosial. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijelaskan secara deskriptif dengan langkahlangkah sebagai berikut: menonton film, mengidentifikasi percakapan dalam film untuk menemukan adanya flouting maxims juga faktor sosial nya. Berdasarkan 30 data yang telah dianalisis, hasil penelitian mendapatkan empat jenis flouting maxim yaitu: flouting maxim of quantity sebanyak 9 data (30%), flouting maxim of relation sebanyak 9 data (30%), flouting maxim of quality sebanyak 9 data (30%), dan flouting maxim of manner sebanyak 3 data (10%). Selanjutnya ditemukan nya enam faktor sosial yaitu: latar percakapan 2 data (7%), topik percakapan 10 data (33%), fungsi sosial: ekspresif 3 data (10%), direktif 2 data (7%), referensial 10 data (33%), dan fatik 3 data (10%). Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar didominasi oleh flouting maxim dengan tujuan mengubah topik, membujuk, dan berbasa-basi.

