Widyatama Repository

Widyatama Repository is a digital service that collects, preserves, and distributes digital material.

Kampus Merdeka
 

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 7

Recent Submissions

Item
HOMONIM PADA FILM READY PLAYER ONE: KAJIAN SEMANTIS
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Nurdiansya, Azhar Bagas; Hero Gunawan (Pembimbing)
Judul penelitian ini adalah “Homonim pada film Ready Player One: Kajian Semantis”. Homonim adalah fenomena linguistik yang menciptakan penulisan atau bunyi kata yang sama dan memiliki arti yang berbeda secara tidak disengaja atau kebetulan yang memiliki arti yang berbeda. Kata-kata yang ditulis sama tetapi maknanya berbeda disebut homograf, sedangkan yang dilafalkan sama tetapi berbeda makna disebut homofon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis Homonim yang terdapat dalam naskah film Ready Player One berdasarkan teori Mamedova (2019) dan mendeskripsikan faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya homonim dalam naskah film Ready Player One berdasarkan teori Ullmann (2012). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Simpulan yang diperoleh dari 40 data yang dianalisis yaitu terdapat tiga jenis homonim yaitu homofon berjumlah 30 data (81%), full homonym berjumlah 6 data (16%), dan homograf berjumlah 4 data (3%). Faktor terjadinya homonim pada data penelitian terdapat tiga faktor yaitu: 14 data disebabkan konvergensi fonetis (78%), 4 data disebabkan divergensi makna (17%) dan, 1 data disebabkan pengaruh asing (5%).
Item
CODE MIXING DALAM VLOG DI CHANNEL YOUTUBE ABEL CANTIKA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Febrianty, Asyifaa; Hero Gunawan (Pembimbing)
Fenomena code mixing menarik untuk diteliti karena mencerminkan dinamika komunikasi generasi muda dalam masyarakat bilingual, khususnya di media digital yang dipengaruhi oleh teknologi dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis code mixing yang terdapat dalam vlog YouTube Current Make Up 1 di channel YouTube Abel Cantika, dan (2) menganalisis faktor yang memengaruhi terjadinya code mixing dalam vlog tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik, mengacu pada teori Hoffmann (1991). Dari 40 data yang dianalisis, ditemukan (1) tiga jenis code mixing, yaitu intra-sentential mixing sebanyak 26 data (65%), intra-lexical mixing sebanyak 12 data (30%), dan involving a change of pronunciation sebanyak 2 data (5%), dan (2) enam faktor yang memengaruhi penggunaan code mixing tersebut, yaitu talking about a particular topic sebanyak 29 data (55,77%), being emphatic about something sebanyak 10 data (19,23%), intention of clarifying the speech content for interlocutor sebanyak 6 data (11,54%), interjection sebanyak 4 data (7,69%), expressing group identity sebanyak 2 data (3,85%), dan repetition used for clarification sebanyak 1 data (1,92%). Tidak ditemukan data yang menunjukkan faktor quoting somebody else. Secara keseluruhan, penggunaan code mixing oleh Abel Cantika mencerminkan strategi komunikasi bilingual yang efektif dalam konten makeup berskala global, serta menunjukkan kemampuannya menyesuaikan pilihan bahasa sesuai konteks untuk membangun kedekatan dengan viewers-nya.
Item
Penggunaan Majas Pada Lirik Lagu Dalam Album Tyla Karya Tyla: Kajian Semantik
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Meyra, Arsluxian; Hendar (Pembimbing)
Penelitian ini berjudul "Penggunaan Majas Pada Lirik Lagu Dalam Album Tyla Karya Tyla: Kajian Semantik" bertujuan untuk mengidentifikasi jenis majas yang terdapat dalam lirik lagu serta makna yang terkandung di dalamnya. Dua identifikasi masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) Jenis majas apa saja yang ditemukan pada lirik lagu dalam album Tyla karya Tyla? dan (2) Jenis makna apa yang terdapat pada lirik lagu dalam album Tyla karya Tyla? Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari tugas akhir dan untuk memperdalam pemahaman mengenai mata kuliah yang diteliti. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang merupakan metode subjektif sistematis untuk mendeskripsikan makna dalam lirik lagu. Penulis menggunakan metode analisis dari David Williams (1995) dalam Moleong (2006:5) untuk mengidentifikasi majas dan makna dalam lirik. Data yang dikumpulkan yaitu delapan dari enam belas lagu dalam album "Tyla", yang kemudian dianalisis untuk menemukan majas dan makna yang terkandung dalam lirik. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat empat jenis majas yang ditemukan, di antaranya majas perbandingan, majas pertentangan, majas penegasan, dan majas sindiran. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi tiga jenis makna yang terdapat dalam lirik, yaitu makna denotatif, makna konotatif, dan makna kontekstual. Penulis melakukan analisis data dengan membaca lirik dan mendengarkan lagu, memberikan penjelasan mengenai makna yang terkandung dalam lirik serta penggunaan majas. Majas yang dominan digunakan dalam lirik lagu album Tyla karya Tyla adalah majas perbandingan metafora sejumlah 20 data dengan persentase sebesar 30%. Sedangkan, makna yang dominan digunakan dalam lirik lagu album Tyla karya Tyla adalah makna konotatif sejumlah 40 data dengan persentase sebesar 47%. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan majas dalam lirik lagu pada album "Tyla" tidak hanya memperkaya bahasa, tetapi juga memperdalam makna yang ingin disampaikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi studi lebih lanjut mengenai hubungan antara bahasa dan musik dalam konteks sastra modern.
Item
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM SERIAL GOSSIP GIRL SEASON 1 : KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Risandi, Arneta Bilbina; Heri Heryono (Pembimbing)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang muncul dalam serial Gossip Girl Season 1. Penelitian ini menggunakan teori Bach & Harnish (1979) yang membagi tindak tutur ilokusi menjadi empat jenis, yaitu constatives, directives, commissives, dan acknowledgments. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui transkripsi dialog dari beberapa episode. Proses analisis dilakukan dengan menelaah transkripsi dialog, menonton ulang serial untuk menyesuaikan keselarasan data dengan konteks percakapan, mencatat tuturan yang mengandung tindak tutur ilokusi, mengklasifikasikannya berdasarkan jenis dan fungsi, serta menarik kesimpulan dari hasil temuan.Dari 30 data yang ditemukan, constatives menjadi jenis yang paling dominan dengan 13 data, disusul directives 7 data, acknowledgments 6 data, dan commissives 4 data. Dari segi fungsi, ditemukan fungsi kompetitif sebanyak 10 data, kolaboratif 9 data, konvivial 8 data, dan konfliktif 3 data. Hasil ini menunjukkan bahwa Gossip Girl Season 1 lebih banyak menampilkan ujaran yang menyampaikan informasi dan bersifat kompetitif, di mana tokoh-tokohnya sering berbicara untuk mencapai tujuan tertentu dalam interaksi sosial.
Item
BAHASA GAUL DALAM VIDEO BEAST REACTS 2022: KAJIAN SOSIOMORFOLOGI
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2023) Putra, Ari Suganda; Deden Novan Setiawan Nugraha (Pembimbing)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan dan makna kata dalam bahasa gaul yang digunakan dalam video Beast Reacts tahun 2022 dengan pendekatan sosiolinguistik. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Data penelitian terdiri dari 37 video yang diunggah pada kanal YouTube Beast Reacts sepanjang tahun 2022. Landasan teori yang digunakan adalah teori Elisa Mattiello (2008). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 15 kategori bahasa gaul yang dikemukakan oleh Mattiello (2008), sebanyak 8 kategori ditemukan dalam data, yaitu acronyms, clipping, compounding, conversion, reduplicatives, suffixation, variation, dan word manufacture and fanciful formations. Sementara itu, kategori prefixation, infixation, back-formation, blending, elliptic rhyming, dan reversed forms tidak ditemukan. Dari 120 kata yang dianalisis, ditemukan 30 kata yang tergolong bahasa gaul dengan frekuensi penggunaan yang bervariasi. Kata 'bro' adalah yang paling sering muncul, sedangkan kata-kata seperti 'sick,' 'epic,' dan 'bamboozled' hanya muncul sebanyak 1–3 kali. Dengan demikian, penelitian ini mengonfirmasi adanya variasi dalam penggunaan bahasa gaul di video Beast Reacts tahun 2022, baik dari segi jenis pembentukan kata maupun distribusi penggunaannya.