Widyatama Repository

Widyatama Repository is a digital service that collects, preserves, and distributes digital material.

Kampus Merdeka
 

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 7

Recent Submissions

Item
TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF DALAM FILM SPIDER-MAN: NO WAY HOME: KAJIAN PRAGMATIS
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Insyra, Zelika Salsabila; Ida Zuraida (Pembimbing)
Skripsi yang berjudul "Tindak Tutur Ilokusi Direktif dalam Film Spider-Man: No Way Home: Kajian Pragmatis" bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis-jenis tindak tutur ilokusi direktif dan (2) mengetahui bentuk penyampaian tindak tutur yang terdapat pada dialog film. Dalam penelitian ini, digunakan teori jenis-jenis tindak tutur ilokusi direktif menurut Bach dan Harnish (1979) serta bentuk penyampaian tindak tutur menurut Parker (1994). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan langkah-langkah penelitian sebagai berikut: menentukan topik, membuat studi pendahuluan, merumuskan masalah, menentukan metode penelitian, mengumpulkan, mengklasifikasi, dan menganalisis data, serta membuat simpulan dan saran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dari 53 data yang ditemukan pada film Spider-Man: No Way Home terdapat lima jenis tindak tutur ilokusi direktif dengan uraian sebagai berikut, 24 data (45,28%) tindak tutur ilokusi direktif requestives, 20 data (37,74%) tindak tutur ilokusi direktif requirements, 5 data (9,43%) tindak tutur ilokusi direktif advisories, 3 data (5,66%) tindak tutur ilokusi direktif prohibitives, dan 1 data (1,89%) tindak tutur ilokusi direktif question. Tidak ditemukan tindak tutur ilokusi direktif yang menyatakan permissive. (2) Dilihat dari cara penyampaian, ditemukan 35 data (66,04%) tindak tutur yang disampaikan secara langsung (direct) dan 18 data (33,96%) tindak tutur yang disampaikan secara tidak langsung (indirect). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindak tutur ilokusi direktif dalam film "Spider-Man: No Way Home" didominasi oleh jenis tindak tutur ilokusi direktif requestives. Sedangkan, bentuk penyampaian tindak tuturnya paling dominan disampaikan secara langsung (direct).
Item
SARKASME DALAM SERIAL YOUNG SHELDON: KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Maharani, Zahra Fitra; Dianita (Pembimbing)
Sarkasme merupakan fenomena bahasa yang maknanya tidak dapat dipahami hanya dari arti literal, tetapi memerlukan pemahaman konteks, hubungan sosial, dan maksud tersembunyi penutur. Penelitian ini berjudul “Sarkasme dalam Serial Young Sheldon: Kajian Pragmatik”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis sarkasme dan fungsi sarkasme dalam serial Young Sheldon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diambil dari dialog para tokoh dalam serial Young Sheldon season 1. Teori yang menjadi landasan penelitian ini adalah teori Camp (2011), dan Haiman (1988). Hasil penelitian ini menujukkan bahwa 35 data yang ditemukan di dalam serial, terdapat 3 jenis sarkasme, yaitu propositional sarcasm 22 data, illocutionary sarcasm 9 data, lexical sarcasm 4 data. Selain itu, ditemukan 5 fungsi sarkasme dalam ujaran para tokoh dalam serial, yaitu the put-on dengan total 4 data, sarcasm and irony dengan total 27 data, sarcasm and parody dengan total 2 data, the guiltive dengan total 1 data, dan affectionate insult dengan total 1 data, dan tidak ditemukan data yang memenuhi fungsi sarkasme sarcasm and lying. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa propositional sarcasm merupakan jenis sarkasme yang paling banyak muncul dan sarcasm and irony menjadi fungsi sarkasme yang paling banyak dalam ujaran para tokoh.
Item
ANALISIS STRATEGI KESOPANAN DAN TINDAKAN MENGANCAM WAJAH DALAM FILM DAMSEL
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Andini, Yuriko; Ervina CM Simatupang (Pembimbing)
Penelitian ini berjudul “Analisis Strategi Kesantunan dan Tindakan Mengancam Wajah dalam Film Damsel”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kesantunan dan Tindak Tutur Mengancam Wajah (FTA) dalam dialog film “Damsel 2024” dengan menggunakan teori pragmatik dari Austin (2020) dan Brown dan Levinson (2017). Dengan menganalisis 32 data dialog, hasil penelitian menunjukkan empat tipe strategi kesantunan yang digunakan dalam percakapan: bald on record (7 data, 22%), positive politeness (8 data, 25%), off record (9 data, 28%), dan negative politeness (2 data, 6%). Selain itu, FTA positif dan FTA negatif ditemukan masing-masing sebanyak 3 data (9,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa karakter-karakter dalam film menggunakan strategi kesantunan yang berbeda-beda berdasarkan konteks percakapan dan hubungan antar karakter. penelitian ini mengidentifikasi beberapa maksim yang mencerminkan tujuan dan taktik komunikasi karakter-karakter dalam film. Maksim-maksim yang ditemukan meliputi kearifan (11 data, 34%), pujian (3 data, 9%), kerendahan hati (4 data, 13%), kesepakatan (7 data, 22%), dan kesimpatian (4 data, 13%). Keberagaman maksim ini menunjukkan bahwa karakter-karakter dalam Damsel menggunakan berbagai strategi untuk menjaga kesantunan dan menghormati perasaan serta kebebasan lawan bicara, yang berpengaruh pada dinamika hubungan mereka dan perkembangan cerita.
Item
AMBIGUITAS DALAM FILM THE BAD GUYS (2022) : KAJIAN SEMANTIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Yoga Risdiantoni; Ida Zuraida (Pembimbing)
Skripsi yang berjudul “Ambiguitas Dalam Film The Bad Guys (2022) : Kajian Semantik”. Bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ambiguitas serta penyebab ambiguitas di dalam film The Bad Guys (2022). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori jenis jenis ambiguitas menurut Ullman (1972) serta penyebabnya menurut Hurford (1983), Lakoff and Johnson (1980) DH Kausler and SF Kollasch (1970) dan dari RJ Kreuz (1987). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini di mulai dengan memilih topik penelitian, merumuskan judul penelitian, memilih metode penelitian, mengumpulkan data, mengklasifikasi dan menganalisis data, kemudian membuat simpulan dan saran. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dari 40 data penelitian yang ditemukan dalam film The Bad Guys terdapat 2 jenis ambiguitas dengan uraian sebagai berikut 32 data (80%) ambiguitas leksikal, dan 8 data (20%) ambiguitas fonetik. Dilihat dari penyebabnya, ditemukan terdapat 5 data (12.5%) polisemi, 2 data (5%) homonimi, 8 data (20%) homofon, 8 data (20%) homograf, 17 data (42.5%) idiom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ambiguitas di dalam Film The Bad Guys didominasi oleh Ambiguitas Leksikal sedangkan penyebabnya didominasi oleh Ambiguitas Idiom.
Item
DIEKSIS DALAM PIDATO PENERIMAAN KAMALA HARRIS DI KONVENSI NASIONAL DEMOKRAT TAHUN 2024: KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Dwitama, Yoga; Ervina CM Simatupang (Pembimbing)
Penelitian ini berjudul “Deiksis dalam Pidato Penerimaan Kamala Harris di Konvensi Nasional Demokrat: Kajian Pragmatik.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis deiksis dan makna yang digunakan dalam pidato Kamala Harris. Dalam menentukan kerangka teori nya, teori dari Levinson digunakan dalam menentukan jenis deiksis dan teori Leech dalam menganalisis makna yang ada pada pidato. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: menentukan topik penelitian, mengumpulkan dan mempelajari literatur yang relevan, merumuskan masalah, menentukan data berupa transkrip pidato, mengumpulkan data dari kanal YouTube CNBC Television, mengklasifikasikan dan menganalisis data berdasarkan jenis-jenis deiksis dan makna yang ditemukan dalam pidato, serta menyusun kesimpulan berdasarkan hasil analisis. Dari total 299 data yang terkumpul, hanya 40 data yang dipilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil analisis menunjukkan adanya lima jenis deiksis yang ditemukan dalam pidato ini, yakni deiksis persona, deiksis waktu, deksis tempat, deiksis sosial, dan deiksis wacana, dengan jenis deiksis yang paling dominan adalah deiksis persona. Selain itu, analisis juga menemukan tujuh jenis makna dalam pidato tersebut, yakni makna denotatif, makna konotatif, makna stilistik, makna afektif, makna reflektif, makna kolokatif, dan makna tematik, dengan makna konotatif sebagai jenis makna yang paling banyak digunakan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana deiksis dan makna digunakan untuk menciptakan komunikasi yang efektif dalam konteks pidato politik.