Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 5 of 7
ACADEMIC PUBLICATIONS Digital Collection of Research Report Widyatama University LibraryDOCTORAL DISSERTATION DOCTORAL DISSERTATIONFINAL ASSIGNMENT (Bachelor and Vocational Degree) Tugas Akhir Program D3 Dan S1LECTURER JOURNAL MASTER THESIS MASTER THESIS
Recent Submissions
Item
PENGARUH MOTIVASI DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA IMPLIKASINYA PADA KINERJA KARYAWAN TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS XYZ
(Magister Management, 2026) Birnadus Briandika Mahendra; Mariana Rachmawati (Pembimbing)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Motivasi dan Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja serta implikasinya pada Kinerja Karyawan Universitas XYZ. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif melalui teknik analisis jalur. Sampel penelitian berjumlah 125 tenaga kependidikan Universitas XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi dan Kompensasi berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja, dengan Kompensasi sebagai variabel yang paling dominan. Kepuasan Kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Pada variabel Kinerja, dimensi kemampuan memperoleh penilaian terendah dibandingkan dimensi lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan Motivasi dan Kompensasi perlu dilakukan untuk meningkatkan Kepuasan Kerja dan berdampak pada peningkatan Kinerja Karyawan.
Item
PENGARUH DESAIN PRODUK, HARGA, DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP REPURCHASE INTENTION KONSUMEN BRAND ENGINEER WORKWEAR
(Magister Management, 2026) Binna Insan Mandiri; Uce Karna Suganda (Pembimbing)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desain produk, harga, dan kualitas produk terhadap repurchase intention (niat beli ulang) konsumen pada brand Engineer Workwear. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif-verifikatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, yaitu konsumen Engineer Workwear yang telah melakukan pembelian dalam enam bulan terakhir. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27. Teknik analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, serta uji hipotesis parsial (uji t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial desain produk dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli ulang konsumen Engineer workwear. Sementara itu, variabel harga menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap niat beli ulang. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa desain produk, harga, dan kualitas produk mampu menjelaskan variasi niat beli ulang, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan niat beli ulang konsumen Engineer Workwear lebih dipengaruhi oleh desain produk yang relevan dengan kebutuhan pengguna serta kualitas produk yang dirasakan konsumen. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memprioritaskan pengembangan desain produk dan menjaga konsistensi kualitas produk sebagai upaya meningkatkan niat beli ulang konsumen.
Item
Perbaikan Kualitas Produk Casting Rubber Mold Sepatu Dengan Menggunakan Metode Six Sigma (Studi Kasus: Departemen Pengecoran Logam PT XYZ)
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Asrofi, Irkham; Rendiyatna Ferdian (Pembimbing)
PT XYZ adalah perusahaan manufaktur sepatu yang menghadapi permasalahan tingkat cacat yang tinggi pada produksi mold rubber sepatu. Berdasarkan pengamatan selama periode Januari hingga Mei 2024, tercatat tingkat cacat sebesar 18,12%, jauh melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab cacat tersebut dan memberikan usulan perbaikan menggunakan pendekatan Six Sigma melalui metode Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). Pada tahap Define, cacat kritis diidentifikasi menggunakan Pareto Chart. Tahap Measure melibatkan pengumpulan data produksi serta perhitungan nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) dan sigma level. Pada tahap Analyze, dilakukan analisis akar penyebab menggunakan Root Cause Analysis (RCA), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dan Fault Tree Analysis (FTA). Selanjutnya, pada tahap Improve, diterapkan langkah-langkah perbaikan termasuk penambahan parameter checksheet peleburan untuk mengurangi cacat, sementara tahap Control memastikan keberlanjutan perbaikan melalui pemantauan berkala. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi total jenis 5 cacat: porosity (5.06%), pinhole (10.9%), shrinkage (27.28%), coldshut (39.3%), dan metal penetration (5.43%) didapatkan cacat yang paling dominan terjadi pada produk casting mold rubber adalah coldshut dan shrinkage, melalui analisis akar penyebab ditemukan bahwa penyebab utama dari cacat coldshut dan shrinkage adalah suhu penuangan yang tidak optimal dan proses pengecoran yang tidak stabil. Sehingga hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan tingkat cacat dengan peningkatan sigma level dari 2,85 menjadi 3,44. Kesimpulannya, penerapan Six Sigma terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas produk dan menurunkan tingkat defect pada proses pengecoran mold rubber sepatu.
Item
PENGENDALIAN KUALITAS TELUR AYAM MENGGUNAKAN PETA KENDALI p MULTIATRIBUT STUDI KASUS: CV XYZ
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Medichafian, Irfan Zahra; Asep Anwar (Pembimbing)
CV XYZ adalah perusahaan peternakan ayam petelur terbesar di wilayah Kabupaten Bandung. Melayani sejak tahun 1984, CV XYZ menyediakan telur dengan kualitas terbaik (fresh eggs) yang didistribusikan ke pelanggan kurang dari 24 jam dari waktu pengambilan telur di peternakan, saaat ini CV XYZ memiliki sekitar 200.000 ekor ayam dengan produksi mencapai 9 ton per hari. Kualitas produk merupakan aspek krusial bagi kesuksesan sebuah perusahaan, termasuk di CV XYZ. Meskipun telah menerapkan pengendalian kualitas, CV XYZ masih sering menghadapi masalah dengan kualitas telur yang tidak memenuhi standar kecacatan perusahaan 5%. Ternyata, dalam setiap periode, persentase kecacatan telur ayam selalu melebihi batas yang ditetapkan, berkisar antara 5.18% hingga 5.40%. Ini menunjukkan bahwa kualitas telur ayam selama periode tersebut belum memenuhi standar perusahaan, adapun kriteria produk yang dinyatakan cacat yaitu abnormal, kulit telur yang retak, dan telur yang pecah, yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan sehingga perlu adanya perhatian lebih lanjut dan tindakan perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan peta kendali p multiatribut dalam pengendalian kualitas telur ayam di CV XYZ, guna mengidentifikasi kecacatan telur ayam dominan dan menentukan usulan perbaikan guna mengurangi kecacatan produk. Data kecacatan telur dikumpulkan dari periode 1 November 2023 hingga 30 April 2024, dengan kriteria cacat meliputi telur abnormal, telur retak, dan telur pecah. Peta kendali p multiatribut digunakan untuk memantau proses pada dua fase. Fase I, yang berlangsung dari 1 November 2023 hingga 31 Januari 2024, menunjukkan bahwa proses belum terkendali secara statistik. Namun, pada fase II, dari 1 Februari 2024 hingga 30 April 2024, terlihat tren positif yang menunjukkan efektivitas peta kendali p multiatribut dalam memantau dan mengendalikan kualitas produk. Diagram Pareto digunakan untuk mengidentifikasi jenis cacat yang paling dominan dengan angka cacat telur retak mencapai 37%. Analisis diagram sebab-akibat mengidentifikasi lima faktor penyebab utama dari cacat telur ayam yaitu manusia, mesin, metode, lingkungan, dan material. Kesimpulan Untuk mengatasi kecacatan telur di CV XYZ, perbaikan difokuskan pada peningkatan pelatihan dan disiplin karyawan dalam mengikuti SOP penanganan telur, perawatan rutin kandang dan penggantian peralatan usang, penanganan tray telur dengan hati-hati serta pelatihan pengangkut dalam transportasi aman, menjaga kebersihan dan ventilasi gudang serta kandang dengan pengendalian kelembaban dan memastikan kesehatan induk ayam melalui pemeriksaan rutin dan pemberian pakan berkualitas. Dengan langkah-langkah ini, faktor manusia, mesin, metode, lingkungan, dan material ditingkatkan untuk menghasilkan telur berkualitas tinggi dan mengurangi kecacatan.
Item
PENGARUH PENERAPAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT, PIPELINE DAN CAMPAIGN TERHADAP OPERASIONAL PERUSAHAAN
(Magister Management, 2026) Beni Nurhalim; Rizal Ramdan Padmakusumah (Pembimbing)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Customer Relationship Management (CRM), Pipeline, dan Campaign terhadap Operasional Perusahaan. Perkembangan teknologi dan persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk mengelola hubungan pelanggan, alur kerja, serta aktivitas kampanye secara efektif guna meningkatkan kinerja operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan perusahaan yang terlibat langsung dalam aktivitas CRM, pipeline, dan campaign. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah responden yang disesuaikan dengan populasi penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel Campaign dan Pipeline berpengaruh positif dan signifikan terhadap Operasional Perusahaan, sedangkan variabel CRM tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Operasional Perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas operasional perusahaan lebih banyak dipengaruhi oleh keberhasilan pelaksanaan kampanye dan pengelolaan alur kerja yang sistematis, dibandingkan dengan penerapan CRM yang belum terintegrasi secara optimal. Penelitian ini memberikan implikasi manajerial bahwa perusahaan perlu memprioritaskan penguatan strategi kampanye berbasis data, optimalisasi pipeline kerja, serta peningkatan integrasi CRM ke dalam proses operasional agar mampu mendukung peningkatan kinerja operasional secara berkelanjutan.

