Widyatama Repository

Widyatama Repository is a digital service that collects, preserves, and distributes digital material.

Kampus Merdeka
 

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 7

Recent Submissions

Item
PENGARUH KUALITAS LAYANAN, NILAI PELANGGAN, DIGITAL MARKETING TERHADAP NIAT BACA MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI UNGGUL DENGAN KEPERCAYAAN PELANGGAN DAN SELF-EFFICACY SEBAGAI VARIABEL MEDIATOR (Studi Kasus pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Unggul di Kota Bandung)
(Program Doktor Ilmu Manajemen, 2026) Hodijah, Cucu; Zulganef Sutan Sati (Promotor)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas layanan, nilai pelanggan, digital marketing terhadap niat baca mahasiswa di perpustakaan perguruan tinggi swasta unggul di Kota Bandung dengan kepercayaan pelanggan dan self-efficacy sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, bersifat deskriptif verifikatif dan kausalitas. Analisis data menggunakan SEM PLS, dengan populasi mahasiswa aktif di 7 Perpustakaan Perguruan Tinggi Swasta Unggul yang ada di Kota Bandung dengan total populasi sebanyak 87.307 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan proposional random sampling, dan menerapkan formula Yamane, jumlah sampel ditentukan sebanyak 398 responden. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima. Kualitas layanan, nilai pelanggan dan digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat baca baik secara langsung maupun tidak langsung baik melalui kepercayaan pelanggan ataupun self-efficacy. Kepercayaan pelanggan merupakan mediator terkuat. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun kepercayaan pelanggan dan self-efficacy mahasiswa sebagai strategi kunci dalam meningkatkan niat baca di perpustakaan perguruan tinggi.
Item
PENGARUH INTEGRASI DIGITAL TECHNOLOGY TERHADAP BUSINESS RESILIENCE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP WOMEN’S EMPOWERMENT (Survei pada Wirausaha Perempuan Industri Kecil dan Menengah Industri Makanan Lainnya di Lima Wilayah Jawa Barat)
(Program Doktor Ilmu Manajemen, 2026) Tresnasari, Rini; Maman Suratman (Promotor)
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran: 1) technology orientation, 2) entrepreneurial orientation, 3) digital technology self-efficacy, 4) business resilience, 5) financial literacy, dan 6) womens’s empowerment dan menganalisis pengaruh integrasi technology orientation dan entrepreneurial orientation yang dimediasi oleh digital technology self-efficacy terhadap business resilience, serta implikasinya terhadap women’s empowerment dengan financial literacy sebagai variabel moderasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan analisis model struktural menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner elektronik (Google Form). Populasi penelitian terdiri atas 2.978 wirausaha perempuan pemilik unit usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) Industri Makanan Lainnya, dengan jumlah sampel sebanyak 412 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate allocation dan tersebar di Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi, Kabupaten Garut, Kota Bogor, dan Kota Bandung, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian berada dalam kategori sedang dan menegaskan bahwa peningkatan business resilience tidak cukup hanya mengandalkan technology orientation, tetapi perlu diintegrasikan dengan entrepreneurial orientation melalui peran mediasi digital technology self-efficacy. Business resilience yang semakin kuat selanjutnya berkontribusi positif terhadap women’s empowerment, dengan pengaruh yang semakin kuat pada tingkat financial literacy yang lebih tinggi. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan business resilience wirausaha perempuan memerlukan peningkatan sumber daya dan strategi berbasis technology orientation yang terintegrasi dengan entrepreneurial orientation melalui digital technology self-efficacy sebagai kapabilitas kunci dalam pemanfaatan teknologi digital secara strategis. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan pentingnya program pelatihan yang terintegrasi, ekosistem digital yang mendukung, serta intervensi kolaboratif dan berkelanjutan untuk memperkuat technology orientation, entrepreneurial orientation, digital technology self-efficacy, dan financial literacy dalam rangka meningkatkan business resilience dan women’s empowerment dalam jangka panjang.
Item
PENGARUH LANGIT-LANGIT KACA, PERBEDAAN GENDER TERHADAP KEPEMIMPINAN PADA PEREMPUAN, PERAN GANDA WORK FAMILY CONFLICT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DAN DUKUNGAN ORGANISASI YANG DIRASAKAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI INDUSTRI GARMEN YOGYAKARTA
(Program Doktor Ilmu Manajemen, 2026) Haryanti; Maman Suratman (Promotor)
Perempuan pelaku usaha mikro sektor makanan berperan penting dalam mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi, namun menghadapi tantangan berupa keterbatasan manajerial dan konflik peran ganda antara keluarga dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kewirausahaan, mindset kewirausahaan, dan work-family conflict terhadap kinerja bisnis dengan managerial skills sebagai variabel mediasi. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 429 usaha mikro perempuan yang tersebar di Kota Yogyakarta (118), Kabupaten Sleman (150), Kabupaten Gunung Kidul (35), Kabupaten Bantul (100), dan Kabupaten Kulon Progo (26). Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria: (1) perempuan yang memiliki dan mengelola usaha mikro di sektor industri makanan, (2) usaha telah beroperasi minimal lima tahun, (3) terdaftar sebagai peserta program SiBakul Jogja, dan (4) masih aktif menjalankan usaha pada saat penelitian dilakukan. Berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan, diperoleh 205 responden sebagai sampel penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif melalui metode Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS), dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling terhadap 205 pelaku usaha mikro perempuan di sektor makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan, work–family conflict, dan mindset kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis. Selain itu, managerial skills terbukti berpengaruh positif dan signifikan serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara pelatihan kewirausahaan, work–family conflict, dan mindset kewirausahaan terhadap kinerja bisnis. Kesimpulannya, peningkatan managerial skills memperkuat pengaruh pelatihan dan mindset terhadap kinerja usaha, sekaligus mengurangi dampak negatif work family conflict. Disarankan agar pelatihan kewirausahaan berorientasi pada pengembangan mindset, keseimbangan peran keluarga, serta managerial skillsberbasis pengalaman dan konteks gender.
Item
ANALISIS WASTE PADA PRODUKSI OBAT MULTIVITAMIN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING DI PT XYZ
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Kurniawan, Husin Agus; Setijadi (Pembimbing)
PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri farmasi. Ditemukan masalah pada lini produksi obat multivitamin di PT XYZ berupa waste yaitu reject. Jenis reject yang ditemukan berupa kaplet retak setiap kali memproduksi pada obat multivitamin. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor jenis waste , penyebab reject, dan upaya perbaikan pada lini produksi obat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan pedekatan lean manufacturing yaitu metode fisbhone diagram, Value Stream Mapping (VSM), dan 5 Why’s. Berdasarkan hasil dari analisis dan identifikasi faktor penyebab yang diketahui adalah manusia dan metode yaitu tidak adanya penyesuaian prosedur setting mesin dalam proses pencetakan obat multivitamin yang mengikuti karakteristik dari bahan obat sehingga operator produksi bekerja hanya menggunakan insting dan pengalamannya sendiri dalam proses setting mesin. Hasil dari metode VSM didapatkan yaitu aktivitas value added terdiri dari 22 proses operation, 3 proses inspeksi dan 1 proses storage dengan total waktu sebesar 3009 menit (50 jam) atau 67% dari total operasi yang dilakukan. Kemudian untuk aktivitas necessary but non value added (NNVA) terdiri dari 26 proses operation, 6 proses transportasi, dan 4 proses inspeksi dengan waktu sesesar 1047 menit (23 jam) atau sebesar 23% dari total operasi yang dilakukan. Sedangkan aktivitas non value added (NVA) yaitu terdiri dari 8 proses operation, 15 proses transportasi, 1 proses inspeksi, dan 1 proses storage dengan total waktu 429 menit (7 jam) atau sebesar 10% dari total operasi yang dilakukan. Hasil analisis mengatakan bahwa faktor dari reject obat multivitamin adalah prosedur mesin yang tidak spesifik mengikuti kriteria dari bahan obat maka dari itu dirancang SOP baru yang lebih spesifik mengikuti kriteria bahan obat.
Item
ANALISIS RISIKO KONFLIK SOSIAL PADA PROYEK KONSTRUKSI INFRASTRUKTUR KETENAGALISTRIKAN
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2020) Susatyo, Herman; Verani Hartati (Pembimbing)
Proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa pembangkit tenaga listrik, transmisi tenaga listrik, distribusi tenaga listrik, gardu induk dan sarana pendukung lainnya saat ini sedang dipercepat oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Namun dalam perjalanannya pembangunan infrastruktur tersebut sering mengalami kendala dari sisi sosial dan lingkungan, yaitu terjadinya konflik sosial antara masyarakat sekitar lingkungan proyek dengan kontraktor pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun 2018 SD 2027 yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1567 K/21/MEM/2018 Tentang Pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2018 SD 2027, PT Perusahaan Listrik Negara memasukan risiko keterlambatan penyelesaian proyek PLN dan IPP (Independent Power Producer) masih akan terjadi, dimana salah satu potensi penyebab risiko adalah masalah pembebasan lahan, isu lingkungan dan isu sosial yang dapat terjadi pada masa pra konstruksi maupun masa konstruksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variable dan indikator risiko apa saja yang mempengaruhi terjadinya konflik sosial serta bagaimana rencana penanganan (mitigasi) risiko konflik sosial tersebut. Survei dilakukan dengan mengambil data secara langsung ke lokasi proyek dengan kuesioner dan wawancara kepada responden yang menangani konflik sosial tersebut. Dengan menggunakan metode Failure, Mode and Effect Analysis (FMEA), dapat diketahui bahwa terdapat 12 indikator risiko kritis, dengan nilai RPN tertinggi sebesar 320 dimiliki oleh indikator risiko kritis putus kontrak kerja atau kontrak kerja berakhir, ketidaksesuaian kesepakatan saat pembebasan lahan dan saat pelaksanaan proyek serta konflik lahan akses jalan. Respon risiko harus dilakukan bersama-sama antara kontraktor dan pemilik proyek guna menghindari terjadinya konflik sosial yang sama dimasa datang.