Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
ACADEMIC PUBLICATIONS Digital Collection of Research Report Widyatama University LibraryDOCTORAL DISSERTATION DOCTORAL DISSERTATIONFINAL ASSIGNMENT (Bachelor and Vocational Degree) Tugas Akhir Program D3 Dan S1LECTURER JOURNAL MASTER THESIS MASTER THESIS
Recent Submissions
Item
FITUR BAHASA PEREMPUAN DAN FAKTOR SOSIAL DALAM SERIAL THE CROWN MUSIM 1: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Afifah, Syadza Nur; Ida Zuraida (Pembimbing)
Penggunaan bahasa yang berbeda antara Laki-laki dan Perempuan dapat dilihat dengan karakteristik bahasa perempuan yang disebut dengan features woman’s language oleh Lakoff yang terdiri dari 10 fitur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan fitur bahasa perempuan dan pengaruh faktor sosial yang dikemukakan oleh Holmes dalam serial The Crown musim 1 yang menggambarkan kehidupan Ratu Elizabeth II, Seorang perempuan yang menjadi pemimpin di lingkungan yang didominasi oleh laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pendekatan penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan yang menggambarkan secara menyeluruh dan apa adanya sebuah fenomena. Dalam penelitian ini terdapat 9 fitur bahasa perempuan yang ditemukan dalam tuturan Elizabeth II seperti 33 data lexical hedges (29,46%), 32 data emphatic stress (28,57%), 14 data empty adjective (12,50%), 10 data intensifier (8.93%), 7 data tag question (6,25%), 6 data superpolite forms (5,36 %), 5 data rising intonation on declarative (4,46%), 3 data avoidance of strong swear word (2,68%), dan 2 data hypercorrect grammmar (1,79%). Dan juga analisis menunjukkan faktor sosial yang terdiri dari the participants, the setting, the topics, dan the function, keempat faktor sosial tersebut mempengaruhi penggunaan fitur bahasa perempuan, dan faktor sosial yang paling dominan mempegaruhi penggunaan fitur bahasa perempuan adalah the participants “who is speaking and who are they speaking to?”. Oleh karena itu hal ini menunjukkan strategi komunikasi Ratu Elizabeth II untuk menyesuaikan diri dalam setiap situasi.
Item
MAJAS PADA ALBUM AM KARYA ARTIC MONKEYS: KAJIAN SEMANTIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2022) Waliyudin, Sulton; Ervina CM Simatupang (Pembimbing)
This thesis is entitled "Majas on the AM Album by Arctic Monkeys: Semantic Studies". The purpose of this study is to identify the figure of speech and meaning contained in the AM album by the band Artic Monkeys. This study uses the main theory of XJ Kennedy on figure of speech and John Lyons on meaning. The research method used in this study uses a qualitative method with a descriptive analysis approach. From the results of the study found 4 types of figure of speech, namely: (1) figure of speech hyperbole (Hyperbole) found as many as 6 data, figure of speech metaphor (metaphor) found as many as 14 data, figure of speech personification (Personification) found as much as 3 data, and figure of speech simile (simile) found as many as 7 data. (2) obtained 3 types of meaning, namely 28 contextual meanings (94%), 2 grammatical meanings (6%).
Item
ANALISIS GAYA BAHASA PADA ALBUM “ALL MY DEMONS GREETING ME AS FRIEND” OLEH AURORA: KAJIAN PRAGMATIS
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2022) Simamora, Sri Bintang; Ida Zuraida (Pembimbing)
Penelitian ini berjudul Analisis Gaya Bahasa pada Album “All My Demons Greeting Me as Friend” oleh Aurora: Kajian Pragmatis. Gaya bahasa adalah cabang linguistik yang berkaitan dengan studi gaya dalam teks sastra yaitu, “suatu metode interpretasi tekstual di mana keutamaan tempat diberikan kepada bahasa” (Simpson, 2004: 2). Salah satu bentuk karya sastra yang menggunakan unsur gaya bahasa adalah lagu. Suatu lagu memiliki lirik yang mengandung pesan yang ingin disampaikan dan dibagikan kepada orang-orang yang mendengar lagu tersebut. Lirik lagu ditulis dengan bermetafora, sehingga lagu mendapatkan kesegaran dan kekuatan berekspresi. Dalam penelitian ini, penulis akan menggarap lirik-lirik dari album All My Demonds Greeting me as Friend, album yang dikeluarkan Aurora pada 11 Maret 2016. Album ini menempati posisi nomor satu pada Billboard Bubbling Under di Amerika Serikat, sehingga membuat peneliti tertarik akan penggunaan gaya bahasa pada lirik lagu dalam album tersebut. Metode penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan sumber-sumber tulis yang relevan. Metode peneliti yang digunakan adalah metode deksriptif analisis (kualitatif). Berdasarkan hasil penelitian, adapun gaya bahasa pada album All My Demons Greeting Me As Friend karya Aurora adalah gaya bahasa pertautan, gaya bahasa perulangan, gaya bahasa pertentangan, dan gaya bahasa perbandingan. Gaya bahasa yang paling dominan ditemukan pada gaya bahasa perbandingan, sedangkan gaya bahasa yang paling sedikit adalah gaya bahasa pertautan bahkan tidak ada ditemukan. Kemudian diikuti terbanyak gaya bahasa pertentangan, kemudian gaya bahasa perulangan. Makna yang terdapat dalam album All My Demons Greeting Me As Friend karya Aurora terdapat 5 makna yang terkandung dalam lirik-lirik lagu pada album tersebut, yaitu makna konseptual, asosiatif, kolektif, reklektif, dan tematik.
Item
POLITENESS STRATEGIES USED BY THE INDONESIAN MINISTER OF FOREIGN AFFAIRS IN A SPEECH AT THE GENERAL DEBATE OF THE UNITED NATIONS: PRAGMATICS STUDY
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Almora, Solleil Bellini; Heri Heryono (Pembimbing)
This study analyzes the politeness strategies employed by Indonesian Foreign Minister Retno Marsudi during her speeches at the 78th United Nations General Debate. Utilizing Brown and Levinson's politeness theory, the research identifies four primary strategies: Positive Politeness, Bald-On Record, Negative Politeness, and Off-Record. Each strategy serves distinct contexts and purposes, reflecting the minister's diplomatic approach. The findings reveal that Retno Marsudi effectively utilizes these strategies to convey significant messages while considering factors such as social distance, ranking of imposition, and power dynamics in international relations. Notably, the study highlights the predominant use of Positive Politeness Strategy, which fosters solidarity and cooperation among nations. This research contributes to a deeper understanding of the role of politeness in diplomatic discourse and its implications for international communication.
Item
Code Mixing Pada Iklan Produk Unggulan PT. Paragon di Caption Instagram: Kajian Sosiolinguistik
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Khodijah, Siti; Puspita Sari (Pembimbing)
Skripsi yang berjudul “Code Mixing pada Iklan Produk Merek Unggulan PT. Paragon di Caption Instagram: Kajian Sosiolinguistik” bertujuan untuk menjelaskan jenis campur kode yang terdapat pada caption Instagram dalam iklan produk merek unggulan PT. Paragon, dan untuk menganalisis tataran sintaksis campur kode yang digunakan dalam caption Instagram pada iklan produk merek unggulan PT. Paragon. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Muysken (2000:1) mengenai campur kode yakni istilah yang digunakan untuk menyebut semua kasus di mana item leksikal dan fitur gramatikal dari dua bahasa muncul dalam satu kalimat. Muysken mengkategorikan campur kode dalam tiga jenis yakni Insertion (Penyisipan), Alternation (Peralihan), dan Congruent Lexicalization (Leksikalisasi Kongruen). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana metode ini menggunakan pendekatan untuk menggambarkan dan memahami fenomena sosial secara mendalam dan rinci. Tahapan penelitian ini dimulai dari mengumpulkan informasi terkait data yang akan dipilih, menentukan data yang akan dianalisis, mengkategorikan data berdasarkan jenis dan tataran sintaksis campur kode, menganalisis data berdasarkan jenis dan tataran sintaksis campur kode, serta menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total data yang terkumpul terdapat 75 data yang tersebar ke dalam 3 jenis campur kode yaitu pada Insertion (Penyisipan) sebanyak 23 data (30,6%), Alternation (Peralihan) sebanyak 5 data (6,6%), dan yang terakhir sebagai jenis yang paling dominan adalah Congruent Lexicalization (Leksikalisasi kongruen) sebanyak 47 data (62,6%). Sedangkan tataran sintaksis campur kode yang ditemukan adalah 3 bentuk tataran sintaksis campur kode yaitu; Kata sebanyak 52 (69,3%), Frasa sebanyak 36 data (48%), dan Klausa sebanyak 5 data (6,6%).

