Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
ACADEMIC PUBLICATIONS Digital Collection of Research Report Widyatama University LibraryDOCTORAL DISSERTATION DOCTORAL DISSERTATIONFINAL ASSIGNMENT (Bachelor and Vocational Degree) Tugas Akhir Program D3 Dan S1LECTURER JOURNAL MASTER THESIS MASTER THESIS
Recent Submissions
Item
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS KEMASAN PRODUK INFUSAN RL 500 ML SINGLE PORT FLIP-OFF DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA (STUDI KASUS DI PT SANBE FARMA UNIT III)
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Taufik, Faza Millatina; Riki Ridwan Margana (Pembimbing)
PT. Sanbe Farma Unit III merupakan perusahaan yang bergerak dalam farmasi yang
memproduksi sediaan obat steril. Salah satu produk steril yang dihasilkan adalah
Infusan RL 500 ml Single Port Flip-Off. Produk ini merupakan produk unggulan
perusahaan, namun dalam proses produksinya masih ditemukan kendala, yakni
masih adanya cacat kemasan yang mempengaruhi kualitas produk. Produk kemasan
Infusan RL 500 ml Single Port Flip-Off mengalami cacat produksi berupa: partikel
asing, kebocoran dan cacat tubing. Pada tahun 2022 rata-rata produk yang
mengalami cacat tubing mencapai 2,41%, yang melebihi batas toleransi perusahaan
yaitu <0,8%.
Tujuan penelitian ini untuk menghitung nilai Defect Per Million Opportunities
(DPMO) dan nilai level sigma pada kemasan cacat tubing, menentukan faktor
penyebab kemasan cacat tubing dan memberikan usulan untuk perbaikan kualitas
kemasan cacat tubing produk Infusan RL 500 ml Single Port Flip-off di PT Sanbe
Farma Unit III.
Berdasarkan hasil pengolahan data berdasarkan metode Six Sigma, diperoleh nilai
DPMO 34.703,93 defects per million dan nilai level sigma 3,33. Dari hasil analisis
menggunakan 5 Why’s Analysis diperoleh faktor-faktor penyebab cacat
diantaranya: faktor mesin yaitu pisau tumpul dan gripper stopper bergeser, faktor
manusia yaitu operator kurang hati-hati, serta faktor material yaitu adanya
gumpalan butiran silika pada bagian dalam tubing. Pada tahap improve
menggunakan metode analisis 5W 1H, didapatkan usulan perbaikan diantaranya:
membuat jadwal pemesanan pisau, pergantian pisau pada mesin secara berkala,
pemeriksaan mesin rutin sebelum digunakan, pengaturan ulang jadwal produksi,
pengawasan di setiap shift oleh supervisor, pembuatan standar operasional produksi
yang mendetail dan pembaruan standar pemeriksaan bahan kemas tubing.
Item
PENJADWALAN PERBAIKAN MESIN PESAWAT DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (CDS) DI PT NUSANTARA TURBIN DAN PROPULSI
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) AL-Ghifari, Faturrahman Naufal; Asep Anwar (Pembimbing)
PT Nusantara Turbin dan Propulsi masih dihadapkan pada masalah lamanya waktu penyelesaian proses perbaikan mesin pesawat sehingga over dari lead time yang telah ditentukan yang kemudian menimbulkan keterlambatan pengiriman kepada pelanggan. Dari tahun 2020-2022 sebanyak 15 engine pesawat telah over leadtime. Salah satu faktor over lead time tidak adanya pengurutan pekerjaan pengerjaan proyek perbaikan mesin pesawat atau tidak adanya metode penjadwalan, dalam hal ini perusahaan menerapkan First Come First Served (FCFS). Kelemahan dari penerapan First Come First Served (FCFS) adalah job yang memiliki waktu pengerjaan paling cepat harus menunggu lama dan memiliki waktu tunggu yang tinggi. Untuk itu diperlukan suatu inovasi pada sistem penjadwalan agar didapat makespan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan urutan pekerjaan yang paling cepat dalam waktu penyelesaiannya sehingga menghasilkan total waktu penyelesaian (makespan) yang optimal serta melakukan analisis perbaikan antara penjadwalan saat ini dengan metode penjadwalan usulan. Salah satu metode penjadwalan yang dapat meminimasi makespan dan menghasilkan solusi pengurutan pekerjaan yang optimal adalah metode Campbell Dudek and Smith (CDS). Hasil dari penelitian ini didapatkan 9 iterasi, dan iterasi ke-8 yag menghasilkan nilai makespan yang paling optimal yaitu sebesar 401 hari. Dan didapatkan urutan pekerjaan proses perbaikan mesin pesawat yang paling optimum yaitu CT7/PGB - PT6T -CT7 – TPE - JT8D – TAY- DART7 - M250. Dengan metode ini perusahaan menurunkan makespan sebesar 3.14%. Kemudian total idle time yang dihasilkan dari penjadwalan metode Campbell Dudek and Smith yaitu 1260 hari, sedangkan penjadwalan existing menghasilkan total idle time bernilai 1296 hari, terdapat selisih 36 hari. Artinya perusahaan dapat mengurangi 2.7% waktu menganggur atau waktu menunggu para pekerja untuk melakukan proses kerja yang selanjutnya
Item
PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI AYAM BROILER DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIX DI CV SARANA JOYA
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Ruhiyat, Farkhan Nurhakim
CV Sarana Joya merupakan perusahaan dibidang distribusi ayam broiler yang mengalami kenaikan biaya pengiriman pada tahun 2022 sebesar Rp29.647.344 yang awalnya pada tahun 2021 sebesar Rp28.188.328, kenaikan biaya pengiriman ini disebabkan belum adanya rute pengiriman optimal, karena masih mengandalkan intuisi sopir tanpa mempertimbangkan jarak tempuh sehingga biaya pengiriman yang dikeluarkan mengalami kenaikan. Saat ini CV Sarana Joya memiliki 12 konsumen, yaitu: Banjar, Sadananya, Sukadana, Rancah, Jakarta, Majalengka, Kertasari, Cikurubuk, Pasar Ciamis, Buniseuri, Cisaga, dan Cijeungjing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan rute pengiriman agar mampu menghasilkan penghematan jarak, waktu dan biaya. Metode yang digunakan adalah metode saving matrix, yang meliputi metode nearest neighbor dan fartheast insert. Saving matrix digunakan untuk menentukan kelompok rute dari permintaan sesuai kapasitas armada pengirim, kendaraan yang digunakan adalah mobil truk colt diesel kapasitas 3 ton. Nearest neighbor digunakan untuk mencari lokasi terdekat dari depot, sedangkan farthest insert untuk menentukan lokasi konsumen terjauh dari depot. Setelah menggunakan metode saving matrix didapatkan 4 kelompok rute pengiriman yaitu Majalengka - Jakarta, Buniseuri – Cisaga - Banjar, Sadananya - Pasar Ciamis - Cikurubuk, Sukadana – Rancah – Cijeungjing – Kertasari. Rute tersebut diolah kembali menggunakan metode nearest neighbor dan farthest insert. Nearest neighbor menempuh jarak 774 km dan farthest insert 852 km. Dari kedua metode tersebut yang menghasilkan penghematan minimum adalah metode nearest neighbor, dengan biaya pengiriman sebesar Rp1.571.692 dari yang semula sebesar Rp3.518.494, kemudian jarak yang tempuh sebesar 774 km dari yang semula sebesar 1.131 km, dan waktu pengiriman dengan metode usulan adalah 21 jam 8 menit yang awalnya 33 jam. Dengan menggunakan metode nearest neighbor, perusahaan dapat menghemat biaya pengiriman sebesar Rp1.946.802 atau 55%, waktu yang diperoleh menghemat 6 jam 45 menit atau 20%, serta menghemat jarak tempuh pengiriman sebesar 357 km atau 32% lebih pendek dibandingkan dengan total jarak tempuh existing.
Item
EVALUASI KAPASITAS PROSES PACKING MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER (PROMODEL) DI PT XYZ
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Fitriyani, Farida; Didit Damur Rochman (Pembimbing)
PT XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang alat kesehatan. PT XYZ didirikan pada tahun 1996 di Jakarta dan Bandung. Permasalahan yang sering dihadapi PT XYZ adalah penumpukan WIP di area packing. Pada tahun 2022 lensa yang masuk ke area packing adalah sebanyak 53.755 pcs, sedangkan lensa yang mampu dikirim oleh PT XYZ adalah 41.840 pcs sehingga terjdai penumpukan WIP sebanyak 11.915 pcs. Kapasitas proses packing per hari adalah sebanyak 250 pcs. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas packing dengan cara mengidentifikasi penyebab terjadi penumpukan WIP serta merancang scenario improvemernt kapasitas packing dengan menggunakan simulasi komputer (ProModel). Identifikasi masalah menggunakan ProModel diharapkan dapat mengetahui penyebab timbulnya ketidaklancaran proses, kemudian diperoleh 3 scenario improvement yang dapat mengurangi penumpukan WIP. Ketiga skenario tersebut yaitu penambahan waktu shift kerja pada area bottleneck dari 2 shift menjadi 3 shift, penambahan mesin produksi di area bottleneck dengan jam kerja 2 shift, penggabungan antara skenario 1 dan 2. Berdasarkan hasil scenario improvement, dapat disimpulkan bahwa proses yang menyebabkan terjadinya penumpukan WIP yaitu persiapan 2, hal ini karena kapasitas proses cartoning lebih sedikit dari proses persiapan 2 dan pembuatan box, berdasarkan status mesin/ alat persiapan 2 memiliki % blocked sebesar 99,91%. Usulan skenario yang direkomendasikan yaitu skenario 3 dengan penambahan mesin pada area kerja dan penambahan shift kerja pada area kerja yang bottleneck. Hasil dari skenario 3 terdapat penurunan WIP yang signifikan pada skenario yaitu sebanyak 1696 pcs dan terjadi penurunan % blocked pada persiapan 2 menjadi 97,67%.
Item
PERBAIKAN KERUSAKAN MESIN DENGAN METODE FUZZY FMEA (Studi Kasus pada Mesin Kompresor Udara Ingersoll Rand type 90KW)
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Rahmadani, Faniawati; Didit Damur Rochman (Pembimbing)
Sistem udara bertekanan dalam industri farmasi merupakan kriteria kritis yang diatur di dalam Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). PT. Caprifarmindo Labs memproduksi udara bertekanan menggunakan 2 mesin kompresor yaitu Ingersoll Rand 132 dan Ingersoll Rand 90. Selama 2 tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah jam breakdown pada mesin kompresor Ingersoll Rand 90 yaitu sebesar 33,4% terhitung dari tahun 2023 ke tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kerusakan mesin kompresor udara Ingersoll Rand 90 menggunakan metode Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis serta merancang usulan pengendalian untuk menurunkan jumlah jam breakdown. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan nilai prioritas risiko (RPN) antara perhitungan FMEA dan Fuzzy FMEA. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi yang dihasilkan oleh FMEA tradisional yaitu kegagalan fungsi cooler dengan nilai 108, nilai RPN kedua yaitu kegagalan fungsi motor yang tidak bisa berputar dengan nilai 80 serta kegagalan fungsi berupa tersumbatnya filter oli dan kegagalan fungsi kebocoran filter udara dengan nilai 54. Sedangkan nilai Fuzzy RPN tertinggi yaitu kegagalan fungsi cooler dengan nilai 160, serta kebocoran filter oli, tersumbatnya filter oli dan kebocoran filter udara dengan nilai 80. Usulan pengendalian risiko yang disarankan yaitu memasang sensor pada bagian mesin yang memiliki nilai RPN tertinggi, mengkaji ulang jadwal preventive maintenance yang sudah berjalan dan membuat rencana predictive maintenance sehingga diharapkan dapat mengurangi jumlah jam breakdown yang akan terjadi kedepannya.

