Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
ACADEMIC PUBLICATIONS Digital Collection of Research Report Widyatama University LibraryDOCTORAL DISSERTATION DOCTORAL DISSERTATIONFINAL ASSIGNMENT (Bachelor and Vocational Degree) Tugas Akhir Program D3 Dan S1LECTURER JOURNAL MASTER THESIS MASTER THESIS
Recent Submissions
Item
TINJAUAN PROSES PERAMALAN DAN PENENTUAN METODE PERAMALAN PRODUK KID YANG SESUAI DI PT SHP
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Alifviani, Fitria; Asep Anwar (Pembimbing)
PT SHP merupakan perusahaan yang memproduksi makanan dan minuman kesehatan yang khusus menjangkau setiap titik kritis pertumbuhan dan perkembangan manusia. Namun, produk yang diproduksi oleh PT SHP seringkali terdapat kelebihan dan kekurangan jumlah dipasaran khususnya pada produk susu bubuk KID. Hal ini, disebabkan oleh ketidaksesuaian perhitungan permintaan produk dengan aktual penjualannya. Ketidaksesuaian perhitungan permintaan produk dibuktikan dengan nilai Mean absolut percentage error (MAPE) sebesar 13,42%. Ini membuktikan bahwa perhitungan permintaan produk tidak maksimal. Jika ketidaksesuaian permintaan produk dengan aktual penjualan ini dibiarkan, akan berdampak pada kerugian dalam proses pengelolaan gudang dan juga pemasarannya, sehingga masalah ini perlu diatasi. Maka, penelitian skripsi ini akan membahas mengenai peramalan yang dilakukan di PT SHP, ketidaksesuaian yang terjadi pada PT SHP dan penentuan metode peramalan yang sesuai untuk produk KID di PT SHP. Tujuan Penelitian ini antara lain menentukan metode peramalan yang sesuai untuk produk KID di PT SHP, mengetahui hasil peramalan untuk produk KID di PT SHP, dan menganalisis hasil peramalan produk KID di PT SHP. Ketidaksesuaian perhitungan permintaan produk dapat terjadi akibat perhitungan permintaan produk yang dilakukan secara kualitatif, sehingga banyak faktor yang menjadi titik kritis ketidaksesuaian perhitungan. Sehingga untuk mengatasi ketidaksesuaian ini, diperlukan metode peramalan produk KID yang sesuai di PT SHP. Pada penelitian skripsi ini, data aktual penjualan selama 36 bulan sebelumnya dilakukan peramlan dengan menggunakan 3 metode peramalan yang berbeda yaitu, Exponential smoothing pegel’s, exponential smoothing wimter’s dan regressive linier. Ketiga metode peramalan ini akan menghitung penjualan produk untuk bulan Januari-Desember 2023. Hasil perhitungan peramalan ini kemudian akan diuji terhadap nilai MAPE pada setiap metode peramalannya. Berdasarkan penelitian skripsi ini, didapat nilai MAPE masing-masing metode peramalan sebagai berikut: Metode Exponential smoothing pegel’s memiliki nilai MAPE 5,97%, Metode exponential smoothing Winter’s memiliki nilai MAPE 0,997%, sedangkan metode regressive linier memiliki nilai MAPE sebesar 2,58%. Sehingga disimpulkan bahwa peramalan menggunakan metode exponential smoothing winter’s untuk produk KID di PT SHP merupakan metode peramalan yang paling sesuai.
Item
ANALISIS PENYEBAB DEFECT PADA PRODUKSI PART CORPS AVANT DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DI PT X
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Alfinda, Firya Fitrifadhila; Arief Rahmana (Pembimbing)
Industri manufaktur memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satunya industri manufaktur aerospace yang dituntut untuk menjaga standar kualitas yang tinggi. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah jumlah rata-rata defect sebesar 10,2%, melebihi standar yang ditetapkan ISO 9001:2008 sebesar 5% yang terjadi pada produksi part Corps Avant di PT X dimana perusahaan mengalami penurunan keuntungan akibat defect. Dari produksi 175 pcs, keuntungan yang seharusnya diperoleh sebesar 40% ($832,13) menurun sebesar 13% ($108,18) karena harus menanggung biaya produksi ulang. Jika kondisi ini terus terjadi hingga produksi 1000 pcs, maka akan berdampak pada penurunan keuntungan perusahaan, depresiasi mesin, cycle time lebih lama, karyawan diharuskan lembur, menghambat produksi part lain, hingga menyebabkan domino effect. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis defect yang paling sering terjadi, menganalisis akar penyebabnya, serta mengusulkan solusi perbaikan untuk mengurangi defect. Metode yang digunakan merupakan kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara kepada informan serta observasi lapangan dalam menyusun Fault Tree Analysis (FTA). Sementara pendekatan kuantitatif menggunakan metode perhitungan probabilitas pada Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar masalah dari setiap penyebab defect. Data diperoleh melalui wawancara dengan operator dan inspektur quality control serta dokumentasi produksi periode September 2024 hingga April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis defect paling dominan adalah dimensi tidak sesuai dan visual defect seperti toolmark, damage, dan scratch. Penyebab utamanya adalah alat ukur yang tidak dikalibrasi (0.0298) dan suhu ruangan tidak stabil (0.0254), dengan probabilitas tertinggi berada pada ketidaksesuaian dimensi (0.0702). Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Fault Tree Analysis (FTA) efektif untuk analisis akar penyebab defect, dan hasilnya menjadi dasar untuk solusi perbaikan seperti penjadwalan kalibrasi, penggantian tool, SOP handling, dan pengendalian suhu ruangan.
Item
ANALISIS PENYEBAB REJECT PADA PRODUK VAKSIN BAKTERI MENGGUNAKAN METODE APOLLO ROOT CAUSE ANALYSIS DI PT XYZ
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Hidayat, Fikri Agriaddi; Arief Rahmana (Pembimbing)
PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri farmasi di Kota Bandung. Produk yang dihasilkan berupa vaksin dan antisera. PT XYZ melakukan pengendalian kualitas dengan cara meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan dengan cara mengurangi faktor kesalahan, cacat produk, kegagalan, dan ketidaksesuaian spesifikasi. Latar belakang penelitian ini terletak pada jumlah reject yang melebihi batas spesifikasi produk. Spesifikasi batas reject yang ditentukan sebesar <0,8% sedangkan persentase actual reject sebesar >0,8% Hal tersebut akan mengurangi target pencapaian netto produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis reject pada produk vaksin kemasan vial dan kemasan ampul, mencari akar penyebab reject, dan melakukan penerapan perbaikan untuk mengurangi jumlah reject pada produk. Metode yang digunakan adalah metode Apollo Root Cause Analysis (ARCA) dengan penggunaan software Reality Charting. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh jenis reject yang teridentifikasi dengan akar penyebabnya, sehingga diperoleh solusi efektif dengan penentuan prioritas perbaikan sebagai rencana implementasi perbaikan dalam meminimalisir reject pada vaksin bakteri.
Item
ANALISIS KAPABILITAS PROSES PRODUKSI OBAT PEREDA BATUK DI PT A
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Oktaviani, Fida; Rendiyatna Ferdian (Pembimbing)
PT A merupakan perusahaan yang bergerak dibidang farmasi dengan berbagai sediaan obat salah satunya obat pereda batuk. Kadar dan bobot obat merupakan parameter dari analisis kualitas obat. Masalah yang terjadi pada obat pereda batuk yaitu terdapat 2 batch pada parameter kadar obat yang tidak memasuki spesifikasi yaitu batch 10 94,50% dan batch 14 94,90% dengan standar perusahaan yaitu 95110% dan terdapat 2 batch pada parameter bobot yang tidak memasuki standar perusahaan yaitu batch 5 653,1 mg dan batch 14 650,25 mg dengan standar perusahaan yaitu 6454,74 mg – 695,25 mg. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan proses pada produk obat pereda batuk. Metode yang digunakan yaitu uji normalitas menggunakan Kolmogrov-Smirnov, uji peta kendali menggunakan individual moving range, fishbone diagram untuk analisis akar permasalahan, dan analisis kapabilitas proses untuk evaluasi kemampuan proses produk. Data dikumpulkan pada bulan Januari-Desember 2022 sebanyak 35 batch. Berdasarkan pengolahan data didapat hasil uji normalitas dengan p-value 0,15; dengan keseluruhan data memasuki rentang spesifikasi yaitu kadar obat pereda uji peta kendali UCL 104,27; LCL 94,19; dan bobot obat pereda batuk UCL 685,61; LCL 667,76; dilanjutkan analisis nilai Cpk pada parameter kadar obat yaitu 0,84 kurang dari standar yaitu <1.00 sehingga dapat dinyatakan bahwa kadar obat tidak kapabel proses tidak mampu berjalan secara baik. Hasil nilai Cpk pada bobot obat pereda batuk yaitu 2,08 melebihi standar yaitu <1.00 sehingga dapat dinyatakan bahwa proses produksi mampu berjalan dengan baik menghasilkan produk yang memasuki standar perusahaan. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk meningkatkan capaian kualitas adalah pengecekan secara berkala sebelum melakukan formulasi dan meperhatikan SOP dengan teliti dan juga perawatan mesin secara berkala agar mutu kualitas tetap terjaga dan dilakukan pengawasan yang lebih ketat pada setiap proses.
Item
ANALISIS JUMLAH TENAGA KERJA PADA BAGIAN OUTBOND DENGAN METODE ANALISIS BEBAN KERJA (STUDI KASUS: PT XYZ BANDUNG DC)
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Hammam, Ferdie Muammar; Setijadi (Pembimbing)
PT XYZ adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi. Dalam proses penanganan paket terutama pada area outbound masih menggunakan tenaga manusia. Dari hasil pengamatan terhadap PT XYZ Bandung DC, terdapat aktivitas kerja dengan beban kerja yang relatif tinggi berdasarkan data pending loading inner, outter, dan DC to DC yang menunjukan tidak tercapainya produktivitas karena terdapat difference dan gap%. Penyebab beban kerja yang tinggi yaitu aktivitas kerja yang menggunakan kondisi fisik yang tinggi seperti mengangkat bag dengan rata-rata berat 20-30 kg, serta dalam melakukan kegiatan loading memerlukan tingkat ketelitian dan konsentrasi tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung dan menganalisis beban kerja dan menentukan jumlah tenaga kerja yang optimal di area outbound berdasarkan unit truk CDD (Colt Diesel Double) dan truk WB (Wing Box). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode work load analysis (WLA). Dari hasil pengolahan data didapatkan bahwa rata-rata beban kerja yang dialami oleh operator outbound di PT XYZ Bandung DC tergolong tinggi karena melebihi 100%. Dari hasil pengolahan data rata-rata beban kerja yang didapat sebesar 129,75% dengan jumlah operator sebanyak 28 orang (8 operator dedicated dan 20 daily worker). Berdasarkan perhitungan dengan mengacu kepada service level agreement (SLA) didapatkan jumlah tenaga kerja yang optimal yaitu sebanyak 36 orang (9 operator dedicated dan 27 daily worker) dalam kegiatan outbound operator dedicated dapat mengalokasikan dan mengarahkan daily worker menyesuaikan kebutuhan aktual di area outbound sehingga mencapai produktivitas yang optimal.

