Widyatama Repository

Widyatama Repository is a digital service that collects, preserves, and distributes digital material.

Kampus Merdeka
 

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 7

Recent Submissions

Item
PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SEVERITY INKLUSI BAHAN BAKU BAJA DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY MAMDANI
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Hanifah, Imtiyaz; Riki Ridwan Margana (Pembimbing)
Baja merupakan salah satu bahan baku yang digunakan oleh PT XYZ dalam pembuatan produk pertahanannya, maka dari itu pengendalian dan pengecekan kualitas sangat diperhatikan. Untuk menjamin bahan baku baja yang digunakan memenuhi standar, maka pemeriksaan sifat metalurgi dilakukan dengan menggunakan beberapa kriteria yang harus dipenuhi yaitu struktur mikro, ukuran butir, dekarburisasi dan pengotor (inklusi). Inklusi atau pengotor merupakan senyawa nonmetal yang tidak diinginkan dan manjadi faktor utama untuk awal mula munculnya ductile fracture maupun brittle facture pada saat proses produksi. Tingkat keparahan inklusi bahan baku baja mempengaruhi proses selanjutnya sehingga kesalahan dalam pembacaan untuk menentukan tingkat keparahan inklusi minor atau major harus diminimalisir. Hal tersebut dikarenakan jika tingkat keparahan inklusi yang terbaca termasuk ke dalam tingkat major maka bahan baku baja tidak dapat digunakan dan menjadi scrap dan mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Untuk meminimalisirnya, ketelitian operator diperlukan dalam melakukan analisis pembacaan menggunakan tabel perbandingan, karena cara ini menganalisis senyawa inklusi satu persatu dan ini membutuhkan waktu ± 1 menit untuk diketahui tingkat keparahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sistem penentuan keputusan kualitas berbasis logika fuzzy mamdani yang digunakan untuk menentukan besar keparahan inklusi dan melakukan perbandingan hasil pengolahan sistem dengan operator untuk melihat keakuratan sistem dan efisisensi waktu yang telah dibangun. Dalam penelitian ini menggunakan metode logika fuzzy Mamdani dengan variabel yang digunakan adalah panjang inklusi Alumina, Panjang inklusi Silicate, lebar inklusi Alumina dan lebar inklusi Silicate. Sistem dibuat dengan menggunalan software matlab. Hasil pengujian sistem dari 6 sampel yang digunakan untuk medapatkan perbandingan menurut operator dan sistem dinyatakan minor menjadikan akurasi yang didapatkan tergolong baik dan dalam segi waktu, proses penentuan dengan sistem memakan waktu lebih cepat yaitu ±2 detik.
Item
OPTIMASI PARAMETER MESIN CNC MILLING 4VA 3AXIS UNTUK MEMINIMASI TINGKAT KEKASARAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI (STUDI KASUS: PT XYZ)
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2024) Arifin, Imam; Yani Iriani (Pembimbing)
Dalam industri manufaktur proses permesinan merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk menghasilkan komponen secara maksimal dengan tingkat kekasaran sesuai dengan yang diinginkan. Kekasaran permukaan produk menjadi tolok ukur yang paling penting karena mempengaruhi beberapa fungsi produk tersebut salah satunya yaitu gesekan permukaan. Semakin halus kekasaran permukaan suatu benda maka gesekan yang terjadi akan semakin kecil. Salah satu aspek kualitas yang menjadi perhatian utama di industri komponen pesawat terbang adalah tingkat kekasaran permukaan komponen. Dari hasil observasi di area DM1100 pada bulan September 2023 ditemukan permasalahan dalam proses pengerjaan order komponen link dimana tingkat kekasaran hasil pengerjaan 30 pieces komponen Link di Mesin CNC Milling 4VA 3 Axis belum memenuhi standar perusahaan yaitu tingkat kekasaran aktual yang dihasilkan sebesar 2.4371 Ra sedangkan standar nominal tingkat kekasaran yang diinginkan perusahaan sebesar 1.6 Ra. Hasil tersebut didapatkan dari parameter putaran spindel 320 Rpm, kecepatan pemakanan 35 mm/min dan kedalaman pemotongan 1 mm. Selama ini dalam menentukan putaran spindel, kecepatan pemakanan dan kedalaman pemakanan pengerjaan komponen pesawat programmer CNC menggunakan range nilai tabel yang umum digunakan pada proses permesinan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kekasaran permukaan dan mendapatkan setting paramater permesinan yang optimal untuk menghasilkan tingkat kekasaran permukaan komponen Link di Mesin CNC Milling 4VA 3 Axis paling minimal. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Metode Taguchi dengan matrik Orthogonal Array L9(3 4 ) dengan 9 kali percobaan, 3 level dan 3 faktor serta 3 kali replikasi. Faktor yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari putaran spindel, kecepatan pemakanan dan kedalaman pemakanan. Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berpengaruhi terhadap tingkat kekasaran permukaan pengerjaan komponen Link di Mesin CNC Milling 4VA 3 Axis adalah kecepatan pemakanan dan kedalaman pemakanan. Sedangkan faktor putaran spindel tidak berpengaruh terhadap tingkat kekasaran permukaan komponen Link di Mesin CNC Milling 4VA 3 Axis tetapi faktor putaran spindel harus tetap digunakan karena faktor tersebut termasuk kedalam parameter yang wajib digunakan dalam program CNC. Nilai tingkat kekasaran paling minimal pada proses pengerjaan komponen Link di Mesin CNC Milling 4VA 3 Axis diperoleh dari setting parameter putaran spindel 280 Rpm, kecepatan pemakanan 18 mm/menit dan kedalaman pemakanan 0.25 mm dengan rata-rata tingkat kekasaran yang dihasilkan sebesar 1.5068 μm.
Item
IDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DAN METODE BOWTIE ANALYSIS (Studi Kasus: PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar)
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2024) Pangestu, Ilham; Annisa Maharani Suyono (Pembimbing)
PLTU Banten 3 Lontar adalah sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. PLTU ini memiliki kapasitas produksi sebesar 4 x 315 MW dan menggunakan bahan bakar batubara. Pembangkit ini dibangun sejak tahun 2009 dan telah beroperasi sejak tahun 2011. Dalam Pembangkit Listrik Tenaga Uap tentunya menggunakan mesin dengan tingkat risiko bahaya yang tinggi, Berdasarkan data kecelakaan kerja yang terjadi di PLTU Banten 3 Lontar. Pada tahun 2019 hingga tahun 2023 telah terjadi sebanyak 39 kasus kecelakaan kerja berskala ringan, Akan tetapi hingga saat ini belum ada laporan terjadinya kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko potensi bahaya serta memberikan pengendalian risiko pada potensi bahaya tersebut. Metode yang digunakan adalah Job Safety Analysis (JSA) dan juga menggunakan Penilaian Risiko untuk mengetahui tingkat risiko pada potensi bahaya dan kecelakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung serta hasil survey dengan menggunakan kuesioner likelihood dan severity. Dapat disimpulkan bahwa pada PLTU Banten 3 Lontar setelah dilakukan analisis terdapat 32 potensi bahaya dan kecelakaan dengan penilaian risiko yang didapat setelah analisis data menunjukkan bahwa terdapat tingkat level risiko low risk sebesar 9%, medium risk sebesar 16%, high risk sebesar 66% dan extreme risk sebesar 9%. Maka akan dilanjutkan dengan Metode Bowtie Analysis yang menggambarkan hubungan antara komponen-komponen tersebut Berdasarkan hasil penilaian risiko terdapat 3 variabel dengan risiko Extreme yaitu tertimpa peralatan atau material akibat sling putus, kebakaran di area kerja, dan tersengat aliran listrik diperoleh 15 faktor penyebab risiko kecelakaan dan 11 dampak yang ditimbulkan.
Item
ANALISIS DOWNTIME MESIN FILLING DENGAN MENGGUNAKAN METODA DMAIC DI PT XYZ
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Willyana, Ilham Fauzan; Yani Iriani (Pembimbing)
PT XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang FnB (Food and Beverage) dengan produk berupa minuman serbuk instan dan sirup berbagai varian rasa. Permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini yaitu terkait produktivitas produksi minuman serbuk instan yang menurun pada bulan Agustus 2022. Penurunan produktivitas mencapai 40,64% dengan hanya menghasilkan 26.890 sachet, sedangkan rata-rata produksi PT XYZ di tahun 2022 dapat menghasilkan 45.300 sachet perbulannya. Penurunan produktivitas tersebut di pengaruhi oleh jumlah downtime yang terjadi di bulan Agustus yang mencapai 681,62 jam dari rata-rata downtime sebesar 231,67 jam di bulan-bulan sebelumnya pada tahun 2022. Downtime tertinggi bersumber dari mesin filling sebesar 48,6% dengan total durasi 19.858 menit atau 330,97 jam downtime. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimasi masalah downtime pada mesin filling di PT XYZ sehingga produksi dapat berjalan optimal tanpa gangguan downtime yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan downtime pada proses produksi mengakibatkan proses terhenti sehingga memakan waktu proses produksi lebih lama dari yang sudah ditargetkan atau mengakibatkan jumlah produk yang di hasilkan tidak sesuai rencana. Kondisi yang demikian ini akan mengakibatkan pemanfaatan sumber daya menjadi tidak maksimal seperti terbuangnya waktu, sumber daya manusia, energi dan biaya produksi. Dari permasalahan tersebut, analisis pada penelitian ini menggunakan metode DMAIC yang merupakan bagian dari Lean Six Sigma. Hasil dari penelitian menemukan berdasarkan diagram pareto ada 6 downtime tertinggi pada mesin filling yang secara kumulatif mencapai 80% penyebab downtime mulai dari downtime tertinggi yaitu bocor potongan (3.818 menit) hingga terendah yaitu bocor potongan + berat tidak stabil (560 menit). Saran perbaikan yang di berikan yaitu berupa membuat checksheet, penindakan tegas bagi operator yang bekerja tidak sesuai SOP, pemilihan kualitas komponen, monitoring persediaan komponen penting, pelatihan berkala untuk operator.
Item
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PERFORMANCE QUALIFICATION OF LAMINAR AIR FLOW FILLING MACHINE BERDASARKAN ISO 31000: 2018 DALAM MEMINIMALISASI KONTAMINASI PADA PRODUK PT. X
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Wahid, Ilham Ashari; Arief Rahmana (Pembimbing)
PT X merupakan perusahaan dibidang farmasi yang berstatus sebagai perusahaan Perseroan Terbatas (PT) dengan kategori perusahaan swasta nasional. Berkembang dengan memproduksi produk OTC (Over the Counter), memproduksi berbagai macam produk kesehatan, memproduksi persediaan steril seperti injeksi, tetes mata dan persediaan semi solid. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisasi kontaminasi pada produk pada kegiatan Performance Qualification Of Laminar Air Flow Fillng Machine. Responden penelitian adalah 9 orang karyawan yang melakukan kegiatan Performance Qualification Of Laminar Air Flow Fillng Machine. Data dikumpulan menggunakan kuesioner, lembar observasi dan hasil wawancara dan dianalisis menggunakan pendekatan ISO 31000. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). Terdapat dua jenis risiko yaitu risiko operasional dan risiko finansial dengan risiko opersioanl berjumlah 12 dan risiko finansial berjumlah 9. 2). untuk memastikan keberhasilan Performance Qualification (PQ) pada Laminar Air Flow (LAF) Filling Machine, dipelrukan pendekatan yang terstruktur dan sistematis daalam mengelola berbagai potensi risiko yang dapta mengganggu efektivitas proses tersebut. Pendekatan manajemen risiko yang mengacu pada standar ISO 31000 terbukti menjadii metode yang efektif dalam mendukung proses kualifikasi, karena mencakup tahapan identifikasi risiko, analisis tingkat kemungkinan dan dampak, evaluasi tingkat risiko, setra penyusunan strategi penanganan yang tepat. 3). Menjelaskan strategi . Pengurarngan risiko yang ada dengan cara penanganan risiko operasonal yang telah dibahas di atas dengan hasil , 1 risiko diterima, 7 risiko dilakukan dengan strategi mitigasi risiko, 3 risiko ditransfer dan 1 risiko dengan strategi menghindari risiko. Untuk risiko finansial 6 risiko yang menggunakan penangan risiko mitigasi, 2 risiko menggunakan transfer risiko dan 1 risiko dengan strategi menghindari risiko. Maka dari itu implikasi dari penelitian ini adalah dengan memperhatikan risiko yang ada dengan cara evaluasi risiko yang sudah tercantum serta untuk perusahaan terkait kegiatan Performance Qualification LAF Di Filling Machine disarankan perusahaan untuk menerapkan Risk Management ini dan menerapkan usulan penanganan risiko terkait sesuai dengan penulis rekomendasikan.