Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 5 of 7
ACADEMIC PUBLICATIONS Digital Collection of Research Report Widyatama University LibraryDOCTORAL DISSERTATION DOCTORAL DISSERTATIONFINAL ASSIGNMENT (Bachelor and Vocational Degree) Tugas Akhir Program D3 Dan S1LECTURER JOURNAL MASTER THESIS MASTER THESIS
Recent Submissions
Item
ANALISIS WASTE PADA PRODUKSI OBAT MULTIVITAMIN MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM MAPPING DI PT XYZ
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Kurniawan, Husin Agus; Setijadi (Pembimbing)
PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri farmasi. Ditemukan masalah pada lini produksi obat multivitamin di PT XYZ berupa waste yaitu reject. Jenis reject yang ditemukan berupa kaplet retak setiap kali memproduksi pada obat multivitamin. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor jenis waste , penyebab reject, dan upaya perbaikan pada lini produksi obat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan pedekatan lean manufacturing yaitu metode fisbhone diagram, Value Stream Mapping (VSM), dan 5 Why’s. Berdasarkan hasil dari analisis dan identifikasi faktor penyebab yang diketahui adalah manusia dan metode yaitu tidak adanya penyesuaian prosedur setting mesin dalam proses pencetakan obat multivitamin yang mengikuti karakteristik dari bahan obat sehingga operator produksi bekerja hanya menggunakan insting dan pengalamannya sendiri dalam proses setting mesin. Hasil dari metode VSM didapatkan yaitu aktivitas value added terdiri dari 22 proses operation, 3 proses inspeksi dan 1 proses storage dengan total waktu sebesar 3009 menit (50 jam) atau 67% dari total operasi yang dilakukan. Kemudian untuk aktivitas necessary but non value added (NNVA) terdiri dari 26 proses operation, 6 proses transportasi, dan 4 proses inspeksi dengan waktu sesesar 1047 menit (23 jam) atau sebesar 23% dari total operasi yang dilakukan. Sedangkan aktivitas non value added (NVA) yaitu terdiri dari 8 proses operation, 15 proses transportasi, 1 proses inspeksi, dan 1 proses storage dengan total waktu 429 menit (7 jam) atau sebesar 10% dari total operasi yang dilakukan. Hasil analisis mengatakan bahwa faktor dari reject obat multivitamin adalah prosedur mesin yang tidak spesifik mengikuti kriteria dari bahan obat maka dari itu dirancang SOP baru yang lebih spesifik mengikuti kriteria bahan obat.
Item
ANALISIS RISIKO KONFLIK SOSIAL PADA PROYEK KONSTRUKSI INFRASTRUKTUR KETENAGALISTRIKAN
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2020) Susatyo, Herman; Verani Hartati (Pembimbing)
Proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa pembangkit tenaga listrik, transmisi tenaga listrik, distribusi tenaga listrik, gardu induk dan sarana pendukung lainnya saat ini sedang dipercepat oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Namun dalam perjalanannya pembangunan infrastruktur tersebut sering mengalami kendala dari sisi sosial dan lingkungan, yaitu terjadinya konflik sosial antara masyarakat sekitar lingkungan proyek dengan kontraktor pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun 2018 SD 2027 yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1567 K/21/MEM/2018 Tentang Pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tahun 2018 SD 2027, PT Perusahaan Listrik Negara memasukan risiko keterlambatan penyelesaian proyek PLN dan IPP (Independent Power Producer) masih akan terjadi, dimana salah satu potensi penyebab risiko adalah masalah pembebasan lahan, isu lingkungan dan isu sosial yang dapat terjadi pada masa pra konstruksi maupun masa konstruksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variable dan indikator risiko apa saja yang mempengaruhi terjadinya konflik sosial serta bagaimana rencana penanganan (mitigasi) risiko konflik sosial tersebut. Survei dilakukan dengan mengambil data secara langsung ke lokasi proyek dengan kuesioner dan wawancara kepada responden yang menangani konflik sosial tersebut. Dengan menggunakan metode Failure, Mode and Effect Analysis (FMEA), dapat diketahui bahwa terdapat 12 indikator risiko kritis, dengan nilai RPN tertinggi sebesar 320 dimiliki oleh indikator risiko kritis putus kontrak kerja atau kontrak kerja berakhir, ketidaksesuaian kesepakatan saat pembebasan lahan dan saat pelaksanaan proyek serta konflik lahan akses jalan. Respon risiko harus dilakukan bersama-sama antara kontraktor dan pemilik proyek guna menghindari terjadinya konflik sosial yang sama dimasa datang.
Item
PENGUKURAN EFEKTIVITAS MESIN FRAIS DENGAN PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2023) Herdiansyah, Herdin; Rendiyatna Ferdian (Pembimbing)
PT Pindad (persero) memiliki mesin frais yang semakin tua dan kurangnya perawatan, hal tersebut secara langsung berdampak pada keandalan dan kinerja. Divisi produksi PT. Pindad (persero) menghadapi masalah serius dalam menjaga nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin frais yang digunakan untuk proses produksi. Mesin frais yang dimiliki perusahaan ini telah mengalami penurunan nilai OEE. Mesin frais adalah aset vital dalam proses memproduksi magazine di PT Pindad (persero) dan penurunan OEE memiliki konsekuensi serius terhadap produktivitas perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung nilai OEE sebagai pengukuran efektifitas menggunakan penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja penyebab rendahnya nilai OEE. Memberikan usulan yang dapat diberikan guna perbaikan efektivitas mesin frais. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengukur nilai efektivitas mesin frais. OEE didapatkan dari perkalian nilai availability, performance rate, dan quality rate. Berdasarkan data yang diperoleh pada mesin frais di PT. Pindad (persero) mengalami downtime atau kerusakan selama bulan Maret 2021-Februari 2022 yaitu sebanyak 887 menit, dimana data downtime mesin frais tertinggi terjadi pada bulan Maret 2021 selama 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai rata-rata dari Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebesar 72,8% hasil tersebut bisa dikatakan kurang baik karena tidak memenuhi standar nilai world class OEE sebesar 85% menurut Nakajima (1988); (2) Faktor-faktor penyebab dan paling dominan yang terjadinya nilai OEE kurang dari 85% pada mesin frais di PT. Pindad (persero) disebabkan karena kurangnya pengecekan mesin secara berkala sehingga menyebabkan gangguan mesin; (3) Cara meningkatkan efektivitas Mesin Frais setelah mengetahui nilai OEE yaitu dengan melakukan upaya preventive maintenance diantaranya pengecekan bagian-bagian mesin pembersihan, dan pengawasan selama proses produksi.
Item
ANALISIS DESAIN KEMASAN SNACK BALLS CARAMEL PT PRIMA JAYA ANUGRAH MAKMUR
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Kusumawardana, Hendrawan; Tulus Martua Sihombing (Pembimbing)
PT. Prima Jaya Anugrah Makmur merupakan perusahaan industri pada bidang produksi makanan ringan atau snack-snack makanan. Kemasan yang digunakan oleh PT. Prima Jaya Anugrah Makmur adalah plastik dengan desain berwarna. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kata Kansei (keinginan) yang berpengaruh terhadap desain kemasan yang diinginkan oleh konsumen, menentukan tingkat kepentingan masing-masing atribut yang mempengaruhi selera konsumen dan menghasikan spesifikasi kategori kemasan dan desain kemasan Produk Snack Balls Caramel dengan metode Kansei Engineering. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah mix methode, yakni sebuah cara pengambilan sampel dengan angket sebagai alat penelitian pada suatu populasi dan menggunakan 50 responden yang akan diteliti. Berdasarkan hasil kuesioner pendahuluan yang dibagikan kepada konsumen, diperoleh data bahwa sebesar 61,5% responden menyatakan kemasan produk saat ini belum sesuai dengan keinginan mereka, baik dari segi tampilan visual maupun kesan emosional yang ditimbulkan. Hal ini menunjukkan perlunya perancangan ulang kemasan agar dapat meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen. Sebagai langkah awal, dilakukan penyebaran kuesioner terbuka untuk menggali persepsi dan harapan konsumen secara lebih mendalam terkait desain kemasan yang ideal. Hasil dari kuesioner ini kemudian digunakan untuk menyusun kuesioner Kansei yang terdiri dari sejumlah kata emosional (Kansei words) yang mewakili persepsi konsumen terhadap kemasan. Adapun akhir dari penelitian yakni penerapan Kansei Engineering dalam perancangan kemasan mampu menghasilkan desain yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Item
ANALISIS NON VALUE ADDED MENGGUNAKAN METODE PROCESS ACTIVITY MAPPING PADA PROSES INSPEKSI PART THSA (STUDI KASUS: PT. COLLINS AEROSPACE SYSTEM BANDUNG)
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Hamzah, Hendar; Annisa Maharani Suyono (Pembimbing)
PT. Collins Aerospace Systems Bandung merupakan perusahaan manufaktur komponen pesawat terbang yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Komponenkomponen yang diproduksi oleh perusahaan ini memiliki tingkat presisi yang sangat tinggi dan diaplikasikan pada pesawat Airbus dan Boeing. Namun, seperti banyak perusahaan manufaktur lainnya, PT. Collins Aerospace Systems menghadapi tantangan operasional. Salah satu area yang mengalami permasalahan adalah proses inspeksi Quality Assurance Cell Prismatic, di mana waktu siklus proses inspeksi part THSA lebih lama dari waktu standar, ada selisih waktu pemeriksaan antara waktu aktual dengan standar yakni 7 menit atau sekitar 35%. Hal ini tentu akan berdampak kepada timbulnya kelebihan expense atau beban pada biaya part THSA sebesar 35%. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi pemborosan, mengurangi pemborosan dan membuat perbaikan sehingga dapat meningkatkan produktivitas pada proses Inspeksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Process Activity Mapping, berdasarkan data yang dikumpulkan dan diolah menggunakan process activity mapping pada proses Inspeksi dan Process Chromic Anodize ada tiga aktivitas non value added yang berhasil diidentifikasi. Ketiga aktivitas non value added ini ada berhasil diidentifikasi sebagai pemborosan dari kategori Over Processing karena dilakukan berulang pada proses Inspeksi dan pada saat pemeriksaan part proses Chromic Anodize dimana aktivitas value added yang berhasil diidentifikasi sebesar 61.7%, aktivitas non value added yang berhasil diidentifikasi sebesar 29% dan aktivitas necessary non value added yang berhasil diidentifikasi sebesar 9.3%, Untuk mengurangi aktivitas non value added pada proses Inspeksi dari hasil penelitian maka penulis merekomendasikan perbaikan sebagai berikut: Memperkuat pemeriksaan visual di proses Chromic Anodize dengan cara menambahkan alat pemeriksaan endoskop ketika Operator melakukan proses pemeriksaan part, menghilangkan salah satu pemeriksaan berulang yakni proses inspeksi dan membuatkan rak Karakuri.

