Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
ACADEMIC PUBLICATIONS Digital Collection of Research Report Widyatama University LibraryDOCTORAL DISSERTATION DOCTORAL DISSERTATIONFINAL ASSIGNMENT (Bachelor and Vocational Degree) Tugas Akhir Program D3 Dan S1LECTURER JOURNAL MASTER THESIS MASTER THESIS
Recent Submissions
Item
OPTIMALISASI JUMLAH OPERATOR PRODUKSI DOOR HINGE DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT DI PT XYZ
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2024) Nugroho, Dimas Bayu Cahyo; Asep Anwar (Pembimbing)
PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan perbaikan dan pembuatan produk strategis yang salah satu produknya adalah door hinge. Dalam proses produksi door hinge terjadi permasalahan yaitu ketidakseimbangan jumlah operator sebanyak 4 orang dengan jumlah bagian operasi sebanyak 9 bagian. Selain itu, tingginya waktu menunggu pada operator 1 dan operator 2 menyebabkan tidak tercapainya target jumlah produksi dan menyebabkan lembur hingga 4 hari dalam satu minggu. Hal ini mengakibatkan biaya operasional perusahaan meningkat dan keuntungan menurun. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jumlah dan pembagian tugas operator yang optimal berdasarkan beban kerja yang telah diseimbangkan lintasan produksinya. Penelitian ini dimenggunakan metode Full Time Equivalent yang merupakan metode untuk menghitung kegiatan dibandingkan dengan waktu efektif untuk menentukan jumlah optimal operator. Sedangkan untuk menghitung keseimbangan lintasan produksi menggunakan Ranked Positional Weight, yaitu perhitungan keseimbangan lintasan produksi berdasarkan pembobotan waktu operasi. Hasil perhitungan FTE untuk kondisi awal proses produksi door hinge menghasilkan nilai index FTE sebesar 4,10 pada 4 orang operator dengan operator 4 mengalami overload dan waktu pengerjaan selama 348 jam. Sedangkan Line Efficiency kondisi awal masih berada di 65%. Setelah itu, dilakukan perataan lintasan produksi menggunakan RPW yang menghasilkan jumlah stasiun kerja sebanyak 3 stasiun kerja dengan Line Efficiency meningkat menjadi 86% sehingga perhitungan FTE usulan dilakukan berdasarkan hasil perataan lintasan produksi dan mendapatkan nilai index FTE sebesar 4,14 dengan rincian 2 orang kondisi normal dan 2 orang kondisi underload. Sistem pekerjaan operator 3 dan operator 4 dilakukan dengan menggunakan alternatif 1 yaitu menugaskan sistem shift 2 dan shift 1 yang memiliki biaya paling rendah yaitu Rp. 1.760.000. Dampak yang terjadi adalah penurunan waktu pengerjaan di mesin milling CNC sebesar 44%, dari kondisi awal yang membutuhkan waktu 348 jam menjadi 195 jam. Dengan demikian, jumlah optimal dari operator produksi door hinge adalah sebanyak 4 orang dengan 2 orang pada mesin milling CNC bekerja bergantian melalui penugasan shift 2 dan shift 1. Jumlah operator dan sistem penugasan tersebut merupakan kondisi yang paling optimal menurut perhitungan FTE dan RPW.
Item
ANALISIS TINGKAT RISIKO CIDERA PADA OPERATOR CUTTING MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) DAN APLIKASI KINOVEA (Studi Kasus: PT NITTO Materials Indonesia)
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2024) Ramdani, Dimas Aldi; Didit Damur Rochman (Pembimbing)
Pekerja merupakan aset yang penting bagi perusahaan namun kebutuhan dan kepentingan pekerja masih sering kurang diperhatikan. Sehingga, dalam proses produksinya terkadang perusahan belum memfasilitasi area kerja yang lebih standard dan menciptakan fasilitas kerja yang lebih ergonomis. Hal tersebut berimbas secara tidak langsung yaitu memaksa pekerja melakukan postur kerja yang tidak normal atau tidak ergonomis, sehingga aktivitas tersebut dapat menyebabkan pekerja mengalami musculoskeletal disorders (MSDs) .PT NMI memiliki beberapa departemen di dalam nya, salah satu nya departemen produksi. Di area produksi mesin cutting terdapat aktivitas pengambilan material handling yang tidak alamiah yang dilakukan oleh seorang operator secara berulang-ulang, adapun berat material yang diangkat dan dipindahkan berkisar antara 5 – 10 kg, yang dilakukan secara repetitif selama 8 jam kerja oleh operator. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan resiko pekerja terkena penyakit akibat postur kerja yang kurang ergonomis, sehingga apabila dibiarkan dan tidak ditangani oleh perusahaan, resiko musculoskeletal disorders dapat terjadi. Dalam penyelesaian masalah ini, digunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengklasifikasi level resiko yang diakibatkan oleh postur kerja yang tidak ergonomis saat bekerja. Dan untuk mengetahui keluhan apa saja yang dirasakan oleh operator saat bekerja menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Berdasarkan hasil pengolahan data Nordic Body Map, scoring sebesar 56 untuk operator 1 dan 54 untuk operator 2, yang artinya pada skala tersebut tingkat resiko yang akan terjadi dalam kategori “sedang”. Menurut hasil penelitian dengan metode REBA, aktivitas operator mesin cutting memiliki resiko bernilai 10 “tinggi” sehingga level tindakan “Necessary Soon” atau di perlukan perbaikan untuk menunjang postur kerja yang lebih ergonomis. Adapun usulan perbaikan pada penelitian ini yaitu membuat rancangan meja kerja (workstations) agar material mempunyai tempat penyimpanan, sehingga memudahkan operator pada saat pengambilan material yang akan di proses. Usulan tersebut dilakukan untuk meminimalisir agar operator bisa terhindar dari resiko terkena musculoskeletal disorders.
Item
IDENTIFIKASI GAYA KEPEMIMPINAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI PT XYZ
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Nossi, Dimas Aditya; Nissa Syifa Puspani (Pembimbing)
Dalam era persaingan global, perusahaan dituntut memiliki sumber daya manusia yang produktif dan adaptif. Salah satu faktor kunci yang memengaruhi produktivitas kerja adalah gaya kepemimpinan. PT XYZ, perusahaan manufaktur di bidang makanan, mengalami fluktuasi produktivitas lintas divisi. Data menunjukkan divisi Produksi hanya mencapai 72,59% dari target pada Oktober 2024, Logistik 74,26% pada September, dan HRD hanya merealisasikan 75% program kerja pada Juli. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perbaikan dalam aspek kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan yang dominan serta menganalisis pengaruhnya terhadap produktivitas kerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui kuesioner kepada 59 responden dan dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta regresi linier berganda menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Uji simultan menghasilkan signifikansi 0,000, dan koefisien determinasi menunjukkan bahwa 35,6% variasi produktivitas dipengaruhi oleh kedua gaya kepemimpinan tersebut. Kesimpulannya, gaya kepemimpinan transformasional lebih dominan dan perpaduan kedua gaya tersebut ideal dalam meningkatkan produktivitas kerja. Untuk mengoptimalkan penerapannya, perusahaan disarankan menerapkan strategi seperti penerapan gaya kepemimpinan di PT XYZ disesuaikan dengan karakteristik divisi; divisi operasional lebih cocok menggunakan pendekatan transaksional, sedangkan divisi yang berfokus pada pengembangan dan analisis lebih tepat menggunakan gaya transformasional. Pengawasan dilakukan melalui audit internal dan eksternal, yang ditindaklanjuti dengan penyesuaian organisasi, pelatihan, dan mentoring. Untuk keberlanjutan, diterapkan Leadership Pipeline Program sebagai pembinaan kepemimpinan berjenjang dari staf hingga manajer guna membentuk kepemimpinan yang adaptif dan produktif.
Item
ANALISIS KUALITAS PROSES LABELLING-SEALING MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (STUDI KASUS DI PT XYZ)
(Program Studi S1Teknik Industri, 2023) Rozack, Dimas Abdul; Verani Hartati (Pembimbing)
PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang farmasi optik dan kosmetik. Bagian Quality Control departemen Medical Device di perusahaan ini memiliki masalah pengendalian kualitas pada proses inspeksi labelling-sealing lensa PMMA dimana kuantitas reject perbulannya melebihi ketetapan standar perusahaan sebesar 1% ini menandakan bahwa perusahaan memiliki masalah serius terhadap kualitas lensa yang dihasilkan sehingga perlu dilakukan perbaikan kualitas pada proses labelling-sealing. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir reject lensa pada proses labelling-sealing, menentukan faktor penyebab lensa menjadi reject serta memberikan upaya perbaikan kualitas lensa pada proses labellingsealing menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC). Tahapan dalam metode SQC pada penelitian ini memiliki 4 tahapan. Tahapan pertama yaitu melakukan pengelompokan jenis reject menggunakan checksheet. Tahapan kedua yaitu melakukan perhitungan serta analisa menggunakan peta kendali p-chart. Tahapan ketiga melakukan analisa faktor penyebab menggunakan diagram pareto dan fishbone. Tahapan keempat yaitu memberikan upaya perbaikan kualitas pada proses labelling-sealing. Berdasarkan hasil penelitian terdapat terdapat 2 jenis reject yang memiliki jumlah reject cukup tinggi serta memiliki lebih dari 1 penyebab khusus (Special Causes) yaitu reject serabut partikel dan reject area lensa sehingga perlu dilakukan perbaikan. Faktor penyebab reject ini berasal dari 4 faktor yaitu faktor manusia, mesin, metode, dan lingkungan kerja. Upaya perbaikan yang dilakukan dalam memperbaiki kualitas lensa yaitu dengan melakukan pendekatan perbaikan terhadap 4 faktor penyebab yaitu upaya perbaikan pada sumber daya manusia, upaya perbaikan kualitas mesin, upaya perbaikan metode handling lensa, dan upaya perbaikan lingkungan kerja.
Item
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA DIVISI PRODUKSI PB. SA SRI ANUGERAH KARAWANG MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT, AND DETERMINING CONTROL (HIRADC)
(Program Studi S1 Teknik Industri, 2025) Ilham, Diaz Muhamad; Annisa Maharani Suyono (Pembimbing)
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menjamin kelangsungan operasional industri, termasuk dalam sektor pengolahan pangan seperti pabrik penggilingan padi. Namun, tingginya angka kecelakaan kerja di Divisi Produksi Pabrik Beras SA Sri Anugerah, dengan persentase mencapai 54,0% sering terjadi kecelakaan saat bekerja pada periode 2020 hingga 2024, menunjukkan adanya permasalahan serius dalam penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat di Divisi Produksi. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada karyawan dan pemilik pabrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan kerja mengalami fluktuasi dari 15 kasus pada tahun 2020. Pada tahun 2021, jumlahnya menurun menjadi 14 orang, namun meningkat lagi pada tahun 2022 dengan 23 orang yang mengalami kecelakaan. Di tahun 2023, jumlah tersebut adalah 18 orang, dan pada tahun 2024, sebanyak 22 orang mengalami kecelakaan kerja di tiga divisi. Divisi Produksi tercatat sebagai penyumbang tertinggi kejadian kecelakaan kerja. Risiko kerja dikategorikan mulai dari Low Risk hingga High Risk, di mana aktivitas berisiko tinggi ditemukan pada proses pengupasan kulit (hulling) dan penyimpanan karung, masing-masing dengan nilai risiko 16 dan 12 yang berpotensi menyebabkan cedera serius, sementara risiko rendah berasal dari bahaya ringan seperti gigitan serangga. Langkah pengendalian yang direkomendasikan meliputi rekayasa teknis (seperti pelindung mesin dan exhaust fan), perbaikan lingkungan kerja (seperti pemasangan lantai anti-slip dan sistem penyimpanan yang aman), serta intervensi administratif (seperti pelatihan, rotasi kerja, penerapan SOP, dan penyediaan APD seperti masker, pelindung mata, sarung tangan, serta sabuk penyangga). Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai risiko keselamatan kerja serta menawarkan solusi konkret untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pekerja di Divisi Produksi pabrik penggilingan padi.

