Widyatama Repository

Widyatama Repository is a digital service that collects, preserves, and distributes digital material.

Kampus Merdeka
 

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 7

Recent Submissions

Item
TERJEMAHAN INGGRIS KE INDONESIA DALAM DESKRIPSI PRODUK FURNITUR IKEA
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Rajagukguk, Lorencius; Ervina CM Simatupang (Pembimbing)
Terjemahan deskripsi produk memainkan peran penting dalam memastikan kejelasan informasi dalam konteks pemasaran lintas bahasa. Penelitian ini berfokus pada pertanyaan utama: metode terjemahan apa saja yang digunakan, dan jenis pergeseran terjemahan apa yang terjadi dalam deskripsi produk furnitur IKEA dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi. Data penelitian terdiri dari 30 pasang kalimat deskripsi produk yang diambil dari situs resmi IKEA. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori metode terjemahan dari Newmark (1988) dan teori pergeseran terjemahan dari Nida (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima metode terjemahan, yaitu komunikatif (13 data: 43,3%), setia (10 data: 33,3%), semantik (4 data: 13,3%), adaptasi (2 data: 6,7%), dan idiomatik (1 data: 3,3%). Selain itu, ditemukan tiga jenis pergeseran terjemahan, yaitu skewing of information (26 data: 86,7%), gain of information (2 data: 6,7%), dan loss of information (2 data: 6,7%). Temuan ini menyimpulkan bahwa metode komunikatif menjadi pilihan dominan karena memberikan penekanan pada aspek keterbacaan dan efektivitas penyampaian pesan dalam bahasa sasaran. Sementara itu, pergeseran terjemahan yang paling sering muncul adalah skewing of information, yang menunjukkan adanya penyesuaian makna agar lebih sesuai dengan kebiasaan dan konteks budaya pembaca bahasa Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penerjemahan deskripsi produk IKEA tidak hanya melibatkan aspek linguistik, tetapi juga fungsi komunikatif dalam ranah pemasaran.
Item
Ilokusi Direktif Pada Film The Devil Wears Prada Karya Aline Brosh McKenna: Kajian Pragmatik
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Muthi, Lisani; Deden Novan Setiawan Nugraha (Pembimbing)
Penelitian ini yang berjudul “Ilokusi Direktif Pada Film The Devil Wears Prada Karya Aline Brosh McKenna: Kajian Pragmatik” bertujuan untuk menganalisis jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi direktif yang terdapat dalam dialog film “The Devil Wears Prada”. Masalah yang diidentifikasi adalah bagaimana karakter dalam film tersebut menggunakan tindak tutur ilokusi direktif untuk mencapai tujuan komunikatif mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik mencatat dialognya. Tahapan penelitian meliputi pemilihan data berupa dialog dalam film, klasifikasi dan analisis jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi direktif. Teori yang digunakan adalah teori menurut Bach dan Harnish (1979) tentang jenis tindak tutur ilokusi direktif dan tentang fungsi tindak tutur ilokusi direktif menurut Roman Jakobson (1960). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi direktif yang paling dominan dalam film ini berdasarkan jenisnya adalah pada jenis tindak tutur ilokusi direktif perintah sebanyak 18 data (60%), yang digunakan untuk menunjukan kekuasaan oleh karakter dalam film ini dan hasil dominan pada fungsinya adalah fungsi konatif pada tindak tutur ilokusi direktif sebanyak 21 data (70%), pada karakter dari film ini menunjukkan sebuah tindakan yang berfungsi untuk membangun hubungan kerja dan mengatur dinamika antar karakter.
Item
SWEAR WORDS DALAM FILM STRAIGHT OUTTA COMPTON: KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Rizki, Lintang Sri; Heri Heryono (Pembimbing)
Penelitian ini berjudul “Swear Words dalam Film Straight Outta Compton: Kajian Pragmatik.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mengidentifikasi jenisjenis swear words yang muncul dalam film Straight Outta Compton. (2) Mengidentifikasi formulaic uses pada swear words yang digunakan dalam film Straight Outta Compton dan (3) Menganalisis motive swear words dalam film Straight Outta Compton. Penelitian ini menggunakan teori Andersson & Trudgill (1992) mengenai jenis-jenis dan motive swear words, serta teori dari Goddard (2015) mengenai formulaic uses pada swear words. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan film Straight Outta Compton sebagai sumber data utamanya. Dari film Straight Outta Compton, dikumpulkan 99 data swear words, dengan 40 data yang dianalisis lebih lanjut. Analisis menunjukkan bahwa jenis swear words expletive ditemukan sebanyak (28 data), abusive sebanyak (9 data), humorous sebanyak (1 data), dan auxiliary sebanyak (2 data). Data formulaic uses ditemukan dalam penelitian ini dengan jumlah data formulaic adjective yang ditemukan sebanyak (15 data), formulaic question formulas (10 data), formulaic exclamations (8 data), dan formulaic imperative sebanyak (7 data). Motive penggunaan swear words dengan jumlah motive psychological, sebanyak (18 data), motive social (11 data) dan linguistic (11 data). Dari data yang telah dipaparkan jenis swear words expletive lebih dominan karena film ini mengungkapkan banyak emosi kekecewaan, keterkejutan, dan kebahagiaan. Formulaic uses pada swear words di dominasi oleh formulaic adjective karena dalam film ini banyak menggunakan swear words dalam menekankan emosi yang dimana swear words sebagai kata sifat (adjective), dan lebih berdominan pada motive psychological karena dalam film ini banyak mengekspresikan emosi penutur yang cukup intens.
Item
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA NOVEL THE GUARDIAN KARYA NICHOLAS SPARKS : KAJIAN PRAGMATIS
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2022) Piltami, Lifpia; Heri Heryono (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul “Tindak Tutur Ilokusi Pada Novel THE GUARDIAN Karya Nicholas Sparks: Kajian Pragmatis”. Topik yang diteliti pada skripsi ini adalah jenis tindak tutur dan fungsi ilokusi berdasarkan teori Yule (1996) dan Searle (1993) yang terdapat di dalam novel The Guardian Karya Nicholas Sparks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi serta fungsi dari tindak tutur ilokusi yang ada pada novel The Guardian. Metode penelitian yang digunakan pada skripsi ini adalah metode analisis deskriptif. Terdapat lima tindak tutur ilokusi telah dikumpulkan dari novel dan kemudian di analisis. Hasil analisis data tersebut menunjukkan ada 5 jenis tindak tutur ilokusi, dari 5 jenis tindak tutur ilokusi ada 21 data dari novel The Guardian. Kemudian dari 4 fungsi ilokusi terdapat 9 data. Total jenis tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur ilokusi representatif sebanyak (9) seperti menyatakan, mengeluh, dan meyakinkan, tindak tutur ilokusi direktif sebanyak (5) seperti memerintah, menasihati, memohon, tindak tutur ilokusi ekspresif sebanyak (4) seperti berterima kasih dan memuji, tindak tutur ilokusi komisif sebanyak (2) seperti berjanji dan menawarkan, dan tindak tutur ilokusi deklaratif sebanyak (1) seperti memberi nama. Fungsi tindak ilokusi yang ditemukan dalam novel The Guardian ini ada empat jenis yaitu fungsi tindak ilokusi kompetitif meliputi memerintah (1) dan meminta (1), fungsi tindak ilokusi menyenangkan meliputi mengajak (1) dan mengundang (1), fungsi tindak ilokusi bekerja sama meliputi menyatakan (2), serta fungsi tindak ilokusi bertentangan meliputi memarahi (1), mengancam (1), dan menuduh (1).
Item
Makna Lirik Lagu pada Album Oh My My oleh OneRepublic: Studi Semantik
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Saputri, Kurnia Cahya; Ida Zuraida (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul “Makna Lirik Lagu pada Album Oh My My oleh OneRepublic: Studi Semantik”. Penelitian ini dilakukan untuk 1) mengidentifikasi jenis gaya bahasa dan 2) menganalisis gaya bahasa dan jenis makna yang terdapat didalam lirik lagu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik membaca, mencatat, menganalisis, dan menyimpulkan data lirik lagu. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu karya OneRepublic dari album Oh My My. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan teori gaya bahasa menurut Perrine (1969) dan teori makna menurut Kreidler (1998). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 data yang dianalisis, terhadap 12 jenis gaya bahasa menurut Perrine, hanya ditemukan 5 jenis gaya bahasa, yaitu 8 data (26,7%) gaya bahasa hiperbola, 2 data (6,7%) gaya bahasa personifikasi, 11 data (36,7%) gaya bahasa metafora, 5 data (16,6%) gaya bahasa paradoks, dan 4 data (13,3%) gaya bahasa simbol. Dilihat dari makna gaya bahasa yang digunakan dalam lirik lagu tersebut, data dikategorikan menjadi 2 jenis makna yaitu, 27 data (90%) memiliki makna konotatif dan 3 data (10%) memiliki makna denotatif. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa yg paling dominan digunakan dalam lirik lagu pada album Oh My My jenis gaya bahasa metafora dan jenis makna yang paling dominan digunakan adalah makna konotatif.