Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
ACADEMIC PUBLICATIONS Digital Collection of Research Report Widyatama University LibraryDOCTORAL DISSERTATION DOCTORAL DISSERTATIONFINAL ASSIGNMENT (Bachelor and Vocational Degree) Tugas Akhir Program D3 Dan S1LECTURER JOURNAL MASTER THESIS MASTER THESIS
Recent Submissions
Item
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA FILM FAST X: KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Widiya, Ajeng Yayu; Ervina CM Simatupang (Pembimbing)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi berdasarkan teori Yule (1996). Objek dari penelitian ini merupakan sebuah film amerika yang rilis pada tahun 2023 berjudul Fast. Dalam penyusunan ini metode yang digunakan merupakan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terdapat lima jenis tindak tutur ilokusi diantaranya representatif, komisif, ekspresif, deklaratif dan direktif. Sedangkan dari hasil analisis fungsi terdapat empat yang dikategorikan sebagai fungsi tindak tutur ilokusi diantaranya competitive, collabora tive, convival dan conflict. Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 30 data yang termasuk jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi. 4 data termasuk pada jenis tindak tutur representatif, 7 data termasuk pada jenis direktif, 3 data termasuk pada jenis tindak tutur komisif, 6 data termasuk pada jenis tindak tutur deklaratif dan 11 data termasuk pada jenis tindak tutur ekspresif. 6 data termasuk fungsi competitive, 4 data termasuk fungsi collaborative, 5 data termasuk fungsi convival dan 15 data termasuk fungsi conflict. Temuan dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa jenis tindak tutur ilokusi yang paling sering digunakan adalah ekspresif, yang menunjukkan adanya intensitas emosi dari tokoh-tokoh dalam film. Hal ini menggambarkan bahwa film Fast X tidak hanya menekankan aksi, tetapi juga memperkuat dimensi emosional dan relasional antar karakter. Di sisi lain, fungsi ilokusi yang paling banyak ditemukan adalah fungsi bertentangan (conflict), yang mencerminkan banyaknya konflik verbal dan tekanan psikologis dalam interaksi antar tokoh. Dengan demikian, penggunaan tindak tutur dalam film ini secara tidak langsung membangun suasana tegang yang menjadi ciri khas film aksi dan mempertegas karakterisasi tokoh dalam setiap adegan.
Item
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM RADIO TIM FORMULA 1: KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Gustari, Ajeng; Hero Gunawan (Pembimbing)
Penelitian ini mengkaji fenomena implikatur percakapan dalam komunikasi radio antara pembalap dan tim Formula 1 dari perspektif pragmatik, dengan landasan teori Grice (1975) dan Levinson (1983). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis implikatur percakapan yang muncul dan fungsi implikatur yang terkandung dalam tuturan-tuturan tersebut. Data diperoleh dari transkrip komunikasi radio Formula 1 musim 2022 hingga 2025 yang bersumber dari siaran video resmi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, pencatatan, klasifikasi, dan analisis konteks percakapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 data yang dianalisis, terdapat 17 data (56,67%) sebagai implikatur percakapan khusus dan 13 data (43,33%) yang tergolong implikatur percakapan umum. Selain itu, fungsi implikatur yang paling dominan ditemukan adalah mengeluh (43,33%), menegaskan (16,67%), melaporkan (13,33%), meminta (13,33%), menolak (6,67%), menyetujui (3,33%), dan memerintah (3,33%). Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi radio tim Formula 1 tidak hanya menyampaikan informasi teknis, tetapi juga sering digunakan untuk menyatakan ketidakpuasan, menegaskan keputusan, dan menyampaikan makna tersirat yang dapat dianalisis secara pragmatis untuk memahami strategi, emosi, dan interaksi antar pembicara.
Item
Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Film Saw: Kajian Pragmatik
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Hutagalung, Ahmad Reza Fahlevi; Deden Novan Setiawan Nugraha (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul “Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog Film Saw: Kajian Pragmatik”. Penelitian ini membahas sebuah film bergenre horror/slasher yang berjudul Saw, sebuah film yang disutradai oleh James Wan dan Leigh Whannell menggunakan tindak tutur ilokusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang ditemukan dalam film Saw, dan juga fungsi-fungsi penggunaannya di dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan teori Searle sebagai teori inti dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari 30 data yang telah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat lima jenis tindak tutur ilokusi, yaitu Asertif sebanyak 8 data (26,6%), Direktif sebanyak 6 data (20%), Komisif sebanyak 5 data (16,7%), Ekspresif sebanyak 6 data (20%),, dan Deklaratif sebanyak 5 data (16,7%). Fungsifungsi dari penggunaan setiap jenis tindak tutur ilokusi adalah Asertif berfungsi untuk menuturkan suatu kebenaran atau kepercayaan kepada lawan bicara, Direktif berfungsi untuk membuat lawan bicara melakukan sesuatu, Komisif berfungsi untuk menuturkan janji atau tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang kepada lawan bicara, Ekspresif berfungsi untuk membuat suatu ikatan emosional kepada lawan bicara, dan Deklaratif berfungsi untuk membuat suatu pernyataan yang dapat merubah situasi lawan bicaranya.
Item
CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM PODCAST DEDDY CORBUZIER EPISODE DELIANG: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Darajat, Ahmad Habib; Hero Gunawan (Pembimbing)
Penelitian ini berjudul "Campur Kode dan Alih Kode dalam Podcast
Deddy Corbuzier episode Deliang Kajian: Sosiolinguistik" Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penggunaan campur kode
dan alih kode dalam podcast Deddy Corbuzier, dan menjelaskan fungsi
penggunaan campur kode dan alih kode dengan pendekatan kajian
sosiolinguistik. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif
berdasarkan Yunita (2012). Data dikumpulkan dari dialog dalam
podcast Deddy Corbuzier dan diklasifikasikan berdasarkan jenis campur
kode yang digunakan, yaitu insertion, alternation, dan congruent
lexicalization. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis campur kode
yang paling dominan adalah insertion, diikuti oleh alternation, dan
congruent lexicalization. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi
tiga jenis alih kode yang digunakan dalam podcast Deddy Corbuzier
yaitu intersentential switching, intrasentential switching, dan
emblematic switching/tag switching. Penelitian ini terdiri dari 30 data,
dan hasil analisis menunjukkan bahwa campur kode digunakan
sebanyak 12 data, insertion 9 data, alternation 3 data, dan congruent
lexicalization 1 data. Selain itu, ditemukan tiga jenis alih kode yang
digunakan, yaitu intersentential switching 11 data, intersentential
switching 5 data, dan Emblematic switching/tag switching 2 data.
Item
BENTUK DAN FAKTOR DEIKSIS SOSIAL PADA NOVEL “HARRY POTTER AND THE PHILOSOPHER’S STONE” : KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2023) Winanto, Afifah Fitri; Ervina CM Simatupang (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul “Bentuk dan Deiksis Sosial Pada Novel “Harry Potter & Philosopher’s Stone”: Kajian Pragmatik”. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalis bentuk deiksis sosial apa yang ada pada percakapan di Novel “Harry Potter & The Philosopher’s Stone”, (2) Menganalisis faktor yang memperngaruhi terjadinya deiksis sosial pada percakapan yang terdapat pada Novel “Harry Potter & The Philosopher’s Stone”. Penelitian dilakukan berdasarkan teori utama dari Huang (2014), Levinson (1993), Yule (2006) mengenai bentuk-bentuk deiksis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dari teori sugiyono (2009). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 bentuk deiksis sosial, bentuk deiksis sosial yang pertama adalah deiksis sosial relasional yang terdiri dari deiksis sosial relasional penutur dan acuan, petutur dan petutur, penutur dan pendengar, juga penutur dan latar. Bentuk deiksis sosial yang kedua adalah deiksis sosial mutlak yang terdiri dari penutur yang berwenang dan oenerima yang berwenang. Sesuai dengan tujuan penelitian, selain bentuk deiksis sosial, faktor yang mempengaruhi deiksis sosial juga diteliti pada sumber data. Ditemukan 3 faktor yang mempengaruhi terjadinya deiksis sosial pada sumber data, yaitu status sosial, kedekatan hubungan, dan formlaitas/informalitas. Dalam sumber data, ada 30 data yang dianalisis dengan dua bentuk deiksis sosial; Terdapat 20 data yang termasuk dalam bentuk Deiksis Sosial Relasional (66 %), yang terdiri dari; Deiksis Sosial Relasional Penutur & Petutur sebanyak 11 data (36,3%), Deiksis Sosial Relasional Penutur dan Rujukan sebanyak 6 data (19,8%), dan Deiksis Sosial Relasional Penutur & Pendengar sebanyak 3 data (9,9%). Kemudian untuk Deiksis Sosial Mutlak ditemukan sebanyak 10 data (34%), yang terdiri dari; 9 Deiksis Sosial Mutlak Penerima Berwenang sebanyak 9 data (30,6%), dan Deiksis Sosial Mutlak Penutur Berwenang sebanyak 1 data (3,4%). Sementara untuk Faktor Deiksis Sosial yang ditemui dan dianalisis pada novel Harry Potter and The Philosopher’s Stone ini adalah : Formalitas/Informalitas (Formality/Informality) sebanyak 19 data (63,33%), Kedekatan Hubungan (Intimacy) sebanyak 10 data (33,33%), dan Status Sosial (Social Status) sebanyak 3 data (10%).

