Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
ACADEMIC PUBLICATIONS Digital Collection of Research Report Widyatama University LibraryDOCTORAL DISSERTATION DOCTORAL DISSERTATIONFINAL ASSIGNMENT (Bachelor and Vocational Degree) Tugas Akhir Program D3 Dan S1LECTURER JOURNAL MASTER THESIS MASTER THESIS
Recent Submissions
Item
UMPATAN DALAM SERI TV “GEN V”: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Alriza, Muhammad Bintang; Meita Lukitawati Sujatna (Pembimbing)
Penelitian yang berjudul “Umpatan Dalam Seri TV “Gen V”: Kajian Sosiolinguistik” ini berujuan untuk (1) menganalisis tipe umpatan yang dituturkan karakter-karakter pada Seri TV “Gen V dan (2) menganalisi motif mengumpat pada karakter-karakter pada Seri TV “Gen V” . Teori yang digunakan dalam penelitian skripsi ini menggunakan teori tipe umpatan dari Andersson dan Trudgil (dalam Lindahl 2008) dan motif mengumpat dengan menggunakan teori dari Andersson (dalam Karjalainen, 2002: 24). Data penelitian sendiri diambil dari platform Prime Video yang memuat hiburan berupa film, seri TV, acara TV; dimana salah satunya menjadi objek penelitian ini spin-off dari Seri TV “The Boys” yaitu Seri TV “Gen V”. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini dari 250 data, 30 diantaranya dianalisis, terdapat empat tipe umpatan dan tiga motif mengumpat. Empat tipe umpatan yaitu Expletive Swearing 55 data dengan presentase (22%), Abusive Swearing 40 data dengan presentase (16%), Humorous Swearing 25 data dengan presentase (10%), dan Auxiliary Swearing 130 data dengan presentase (52%). Tiga motif mengumpat yaitu 89 data Motif Psikologis dengan presentase (35,6%), 46 data Motif Sosial dengan presentase (18,4%), dan 115 data Motif Linguistik dengan presentase (46%). Tipe umpatan didominasi dengan Auxiliary Swearing sedangka motif mengumpat didominasi dengan Motif Linguistik.
Item
Referring Expression dalam film The Batman: Kajian Pragmatik
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Putra, Muhamad Rozan Satria; Heri Heryono (Pembimbing)
Penelitian yang berjudul “Referring Expression dalam film The Batman: Kajian Pragmatik memiliki tujuan untuk mengidentifikasi jenis Reference dan fungsi Referring expression yang terdapat pada film tersebut. Karena pada film “The Batman” terdapat perbincangan yang banyak menggunakan Reference dan Referring Expression untuk membantu pendengar mengidentifikasi rujukan yang berikan oleh pembicara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Jumlah data yang sudah diidentifikasi dan dianalisis pada penelitian ini memiliki jumlah sebanyak 40 data. Dari analisis yang sudah dilakukan, jenis referensi yang berdasarkan Yule (1996) Terdapat 4 jenis Reference, yaitu Referential and Attributive use ditemukan sebanyak 20 data (26%), Name and Referent ditemukan sebanyak 8 data (10%), Significance of Cotext ditemukan sebanyak 7 data (9%), dan Anaphoric Reference ditemukan sebanyak 5 data (6%). Untuk fungsi dari Referring Expression terdapat 4 jenis berdasarkan Yule (1996), yaitu Pronoun ditemukan sebanyak 20 data (26%), Indefinite Noun Phrase ditemukan sebanyak 3 data (4%), Definite Noun Phrase ditemukan sebanyak 7 data (9%), dan Proper Names ditemukan sebanyak 8 data (10%). Pada penelitian ini, jenis Reference yang banyak ditemukan adalah Referential and Attributive use dengan jumlah data sebanyak 20 data. Untuk fungsi Referring expression, Pronoun memiliki jumlah data yang banyak dibandingkan dengan fungsi Referring Expression lainnya. Pronoun memiliki jumlah data sebanyak 20 data.
Item
AMBIGUITAS YANG TERJADI PADA ARTIKEL BERITA: QUEEN ELIZABETH II HAS DIED (SATU KAJIAN SEMANTIK)
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2023) Rabbani, Muhamad Raihan; Puspita Sari (Pembimbing)
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi jenisjenis ambiguitas, (2) mengidentifikasi interpretasi makna yang muncul dalam setiap jenis ambiguitas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses pengumpulan data adalah membaca, mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menganalisis, dan menulis jenis ambiguitas, beserta interpretasi makna yang terdapat pada artikel: Queen Elizabeth II has Died, dan menyimpulkan hasil penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori ambiguitas Palmer. Menurut Palmer (1981), ambiguitas dapat didefinisikan sebagai “ketidakpastian makna, biasanya disebabkan oleh kata atau frasa yang menyampaikan lebih dari satu makna”. Dari hasil analisis ditemukan bahwa jenis ambiguitas yang terdapat (1) Ambiguitas Leksikal (22 data) (2) Ambiguitas struktural (7 data). Dalam ambiguitas leksikal, interpretasi makna didapat dari pengertian satu kata dalam kalimat. Sedangkan dalam ambiguitas struktural, interpretasi didapat dari konteks dalam satu kalimat.
Item
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI PIDATO MENLU RETNO MARSUDI PADA GENERAL DEBATE OF THE 79 SESSION OF THE UNITED NATIONS GENERAL ASSEMBLY: KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Mahardika, Muh. Cakra Budi; Ida Zuraida (Pembimbing)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur ilokusi dan menganalisis fungsinya dalam pidato Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, pada General Debate of the 79th Session of the United Nations General Assembly. Analisis dilakukan berdasarkan teori tindak tutur yang dikembangkan oleh John Searle (1979), yang mengklasifikasikan ilokusi menjadi lima jenis: representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Data berupa transkrip pidato resmi yang diperoleh dari kanal Perserikatan Bangsa-Bangsa, kemudian diidentifikasi dan diklasifikasikan sesuai jenis ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 40 data tindak tutur ilokusi, dengan rincian: Representatif (19 data: 47,5%), Ekspresif (4 data:10%), Direktif (14 data: 35%), Komisif (3 data: 7,5%) dan Deklaratif (0 data: 0%). Temuan ini menunjukkan bahwa pidato Retno Marsudi lebih menekankan penyampaian fakta, posisi politik, dan evaluasi situasi (representatif) sebagai fondasi, yang kemudian diperkuat dengan ajakan atau seruan (direktif), serta ekspresi emosi dan komitmen Indonesia terhadap isu global. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada kajian pragmatik, khususnya penerapan tindak tutur ilokusi dalam konteks diplomasi internasional.
Item
IMPLIKATUR DALAM VIDEO INTEROGASI NIKOLAS CRUZ: KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Assalam, Mokhamad Rafly; Hero Gunawan (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul "IMPLIKATUR DALAM VIDEO INTEROGASI NIKOLAS CRUZ: KAJIAN PRAGMATIK". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis implikatur apa saja yang terdapat dalam video interogasi Nikolas Cruz dan menjelaskan jenis-jenis maksim apa saja yang dipatuhi dan tidak dipatuhi dalam video interogasi Nikolas Cruz. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dianalisis berasal dari video interogasi Nikolas Cruz dan transkrip video interogasi tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 2 jenis implikatur, yaitu "Implikatur Konvensional" dan "Implikatur Percakapan" dalam 30 data yang dianalisis sebagai bahan penelitian. Data implikatur percakapan memiliki keterkaitan dengan prinsip kerjasama, sedangkan implikatur konvensional tidak memiliki keterkaitan dengan prinsip kerjasama. Implikatur percakapan sebanyak 22 data (73,33%), sedangkan implikatur konvensional sebanyak 8 data (26,67%). Selain itu, hasil penelitian menemukan adanya 2 jenis implikatur percakapan, yaitu percakapan khusus sebanyak 19 data (86,36%) dan percakapan umum sebanyak 3 data (13,64%). Untuk 4 jenis prinsip kerjasama, yaitu: maksim kuantitas sebanyak 10 data (45,45%), maksim relevansi sebanyak 9 data (40,91), maksim kualitas sebanyak 2 data (9,1%), dan maksim cara sebanyak 1 data (4,54%) dari 22 data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implikatur percakapan lebih banyak daripada implikatur konvensional dan begitu juga dengan ketidak patuhan dan kepatuhan maksim kuantitas daripada maksim yang lain, sedangkan hubungan implikatur dengan prinsip kerjasama juga dapat dilihat dalam penelitian ini

