Widyatama Repository

Widyatama Repository is a digital service that collects, preserves, and distributes digital material.

Kampus Merdeka
 

Communities in DSpace

Select a community to browse its collections.

Now showing 1 - 5 of 7

Recent Submissions

Item
PENGGUNAAN MAJAS PADA IKLAN MARLBORO DALAM MEDIA BROADCASTING: KAJIAN SEMANTIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2022) Putra, Ryan Aditya; Deden Novan Setiawan Nugraha (Pembimbing)
Judul penelitian ini adalah Penggunaan majas pada iklan Marlboro dalam media broadcasting: kajian semantik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makna dan jenis majas yang ditemukan dalam iklan rokok Marlboro pada media broadcasting pada tahun 1920-2019. Selanjutnya mengklasifikasikan kedalam lima jenis majas, diantaranya personifikasi, metonimia, hiperbola, simile, dan hiperbola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu suatu metode penelitian yang menggambarkan sebuah keadaan berdasarkan fakta. Teori yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teori Keraf (2009) dan Kreidler (1998). Adapun hasil penelitian ini difokuskan kepada makna kalimat yang terdapat pada iklan marlboro dan mengklasifikasikan kedalam 5 majas yang berbeda yaitu Personifikasi 20 data, 12 data metonimia, 9 data hiperbola, 5 data simile, dan 4 data metafora.
Item
MAJAS METAFORA DALAM LIRIK LAGU DI ALBUM WHO CARES REX ORANGE COUNTY : KAJIAN SEMANTIS
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Nurcahyo, Rizky; Hero Gunawan (Pembimbing)
Metafora merupakan bagian dari bahasa kiasan yang membandingkan satu hal dengan hal lain. Metafora memudahkan pembicara atau penulis dalam menjelaskan dua hal yang berbeda. Metafora dapat ditemukan tidak hanya dalam puisi, tetapi juga dalam lagu. Judul penelitian ini adalah : "MAJAS METAFORA DALAM LIRIK LAGU DI ALBUM WHO CARES REX ORANGE COUNTY : KAJIAN SEMANTIS". Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis majas metafora dan menganalisis makna metafora dalam lirik lagu sesuai konteks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teori Lakoff dan Johnson (1980) tentang teori konseptual metafora untuk mengidentifikasi jenisjenis metafora. Kemudian penulis menganalisis makna lirik lagu sesuai dengan konteks. Hasil penelitian dengan jumlah data sebanyak 34 data, menunjukkan bahwa terdapat 20 data (58.82%) mengandung metafora ontologis, 9 data (26.47%) mengandung metafora orientational dan 5 data (14.71%) mengandung metafora struktural. Makna yang terkandung dalam lagu Rex Orange County di album WHO CARES terdiri dari makna konotatif sebanyak 23 data (67.65%), makna reflektif sebanyak 6 data (17.65%), makna sosial sebanyak 5 data (11.76%) dan makna afektif sebanyak 1 data (2.94%). Jenis metafora yang dominan adalah metafora ontologis, dan makna yang dominan muncul adalah makna konotatif.
Item
Penggunaan Discourse Markers Dalam Wawancara Prabowo Subianto Pada Acara Talk To Aljazeera (Mei 2024): Kajian Analisis Wacana
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Ramadhan, Rizkia Syifa Nur; Hero Gunawan (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul “Penggunaan Discourse Markers Dalam Wawancara Prabowo Subianto Pada Acara Talk To Aljazeera (Mei 2024): Kajian Analisis Wacana”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis dan menganalisis fungsi Discourse Markers (DMs) yang digunakan dalam wawancara tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari ujaran dalam transkrip wawancara Prabowo Subianto di acara Talk To Aljazeera Mei 2024. Landasan teori yang digunakan adalah teori Fraser Bruce (1988, 1999) untuk aspek jenis DMs dan Schiffrin (1987) untuk aspek fungsi DMs. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dari jumlah data yang dianalisis sebanyak 30 data, jenis dan fungsi DMs digunakan secara efektif untuk menghubungkan berbagai ide dan argumen, mengelola aliran informasi, serta menjelaskan sebab-akibat. Dari empat jenis DMs ditemukan, Parallel Discourse Markers sebanyak (12 data/40%), Inferential Discourse Markers (9 data/30%), Contrastive Discourse Markers (6 data/20%), dan Elaborative Discourse Markers (3 data/10%). Serta dari enam fungsi DMs teridentifikasi bahwa, Marker of Connectives adalah yang mendominasi dengan (26 pemarkah/35,6%), lalu Marker of Information Participation (17 pemarkah/23,28%), diikuti oleh Marker of Cause and Effect (13 pemarkah/17,8%), Marker of Response (7 pemarkah/9,58%), Marker of Information Management (5 pemarkah/6,84%), dan Marker of Temporal Adverb (5 pemarkah/6,84%).
Item
DEIKSIS PADA LIRIK LAGU DALAM ALBUM BEING FUNNY IN A FOREIGN LANGUAGE KARYA THE 1975: KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2024) Fauzan, Rivan Muhammad; Hendar (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul “Deiksis Pada Lirik Lagu Dalam Album Being Funny in A Foreign karya The 1975: Kajian Pragmatik”. Penelitian ini bertujuan untuk:(1) menganalisis jenis-jenis deiksis yang ditemukan pada lirik lagu, serta (2) menganalisis jenis-jenis makna yang ditemukan pada setiap lirik lagu yang sudah dianalisis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dari teori Sugiyono (2009) dan Bogdan & Biklen (1998). Teori utama yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis deiksis diambil dari Levinson (1983), Yule (1996), Cruse (2000), dan Leech (1977) yang berurusan dengan makna. Penelitian ini ditargetkan untuk mendeskripsikan tipe deiksis yang ada pada lirik lagu dalam album Being Funny in A Foreign Language. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 data yang diperoleh, jenis deikis yang ditemukan terdiri atas 14 data (45%) deiksis persona, 7 data (23%) deiksis tempat, 5 data (16%) deiksis waktu, 3 data (10%) deiksis sosial, 2 data (6%) deiksis wacana. Hal ini berkaitan juga makna yang terdapat di dalamnya. Terdapat 3 data (12%) makna konseptual, 1 data (4%) makna konotatif, 18 data (69%) makna afektif, 1 data (4%) makna kolokatif dan 3 data (12%) makna tematik. Penulis menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian serupa dengan mengeksplorasi sumber teori lain yang lebih luas. Disarakan juga untuk peneliti selanjutnya supaya memilih sumber data lain seperti novel, film atau percakapan wawancara agar lebih variatif.
Item
KONDISI FELISITAS PADA TINDAK TUTUR DALAM FILM “KNIVES OUT”: KAJIAN PRAGMATIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2023) Sofyan, Rivalda Achmad; Dianita (Pembimbing)
Penelitian ini berjudul “Kondisi Felisitas Pada Tindak Tutur Dalam Film “KNIVES OUT”: Kajian Pragmatik”. Metode penelitian yang digunakan yaitu deksriptif kualitatif karena penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan, menjelaskan serta meringkas suatu ujaran yang muncul dalam sebuah film. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan tindak tutur ilokusi dan kondisi felisitas pada film. Sumber data yang diambil yaitu ujaran yang muncul pada transkrip film Knives Out tahun 2019. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, total data yang telah diperoleh sebanyak 45 data jenis tindak tutur yang terdiri dari; pada tindakan direktif terdapat 24 data yang muncul dalam film tersebut terdiri dari bentuk ujaran ordering, commanding, question, dan request (53,4%); 8 data tindakan asertif yang terdiri dari stating, affirm, asserting (20%); kemudian pada tindakan komisif ditemukan sebanyak 7 data yang terdiri dari suggest, promise, warn, confirm, offer, dan intend (15,5%); dan yang terakhir sebanyak 5 data ditemukan dengan tindakan ekspresif (11,1%) terdiri dari greeting, condolence, apologize, dan thanking; Namun, dalam penelitian ini tidak ditemukannya tindakan deklarasi selama film berlangsung (0%). Selain dari pada itu, Sumber data yang telah dianalisis berdasarkan tindak tutur telah memenuhi syarat kondisi felisitas, di antaranya preparatory condition yang memuat 19 data (42,3%), Essential Condition 15 data (33,3%), Sincerity Condition 10 (22,2%), serta Propositional Content Condition sebanyak 1 data (2,2%). Dari kedua pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ujaran yang termasuk ke dalam tindakan direktif lebih mendominasi dari tindakan yang lain, serta kondisi felisitas yang mendominasi yaitu Preparatory Condition.