Communities in DSpace
Select a community to browse its collections.
ACADEMIC PUBLICATIONS Digital Collection of Research Report Widyatama University LibraryDOCTORAL DISSERTATION DOCTORAL DISSERTATIONFINAL ASSIGNMENT (Bachelor and Vocational Degree) Tugas Akhir Program D3 Dan S1LECTURER JOURNAL MASTER THESIS MASTER THESIS
Recent Submissions
Item
ANALISIS JUDUL BERITA (HEADLINE) PADA SITUS WEB "ROLLING STONE" : KAJIAN SINTAKSIS
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2015) Andhika; Hendar (Pembimbing)
Item
Violating Maxim dalam Sidang Pencemaran Nama Baik Johnny Depp dan Amber Heard
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Apriliana, Ananda Lira; Ida Zuraida (Pembimbing)
Pelanggaran maksim tidak hanya ditemui pada kehidupan sehari-hari melainkan juga pada sektor formal seperti persidangan. Salah satu persidangan yang menggemparkan banyak mata adalah kasus pencemaran nama baik yang menyeret nama aktor dan aktris besar yaitu Johnny Depp dan Amber Heard. Penelitian yang berjudul “Violating Maxim dalam Sidang Pencemaran Nama Baik Johnny Depp dan Amber Heard” berfokus pada pelanggaran maksim (violating maxim) dan alasan pelanggaran maksim yang digunakan dalam sidang pencemaran nama baik antara Johnny Depp dan Amber Heard hari ke-17. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah kesaksian Amber Heard saat pemeriksaan silang oleh pengacara Johnny Depp pada sidang pencemaran nama baik hari ke-17. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan ditemukan seluruh jenis pelanggaran maksim menurut Grice sebanyak 46 data. Terdapat 11 data pelanggaran maksim kuantitas (24%), 14 data pelanggaran maksim kualitas (30%), 10 data pelanggaran maksim relasi (22%), dan 11 data pelanggaran maksim cara (24%). Sementara itu dari delapan alasan pelanggaran maksim milik Christoffersen, hanya ditemukan 5 jenis alasan pelanggaran saja yaitu menyembunyikan kebenaran (hiding the truth), menghindari topik tertentu (avoiding certain topics), menyelamatkan citra diri (saving face), membuat kebenaran palsu (creating frake truth), dan meyakinkan seseorang (convincing someone).
Item
BAHASA SLANG DALAM FILM WILD CHILD (2008): KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2023) Zahrani, Amanda Sylvia; Hendar (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul: “Bahasa Slang dalam Film “Wild Child” (2008): Kajian Sosiolinguistik” Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tipe-tipe slang yang digunakan dalam dialog percakapan yang terdapat dalam film “Wild Child” dan, (2) mengetahui fungsifungsi slang yang digunakan dalam dialog percakapan dalam film berdasarkan teori dari Allan & Burridge (2006). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif karena dikumpulkan dalam bentuk kata-kata daripada angka dan statistik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menemukan data, mengklasifikasikan data, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 data terdapat 15 data (50%) dengan tipe fresh and creative, 6 data (20%) dengan tipe flippant, 8 data (27%) dengan tipe imitative, dan 1 data (3%) dengan tipe acronym. Fungsi yang muncul di setiap datanya yaitu: to address, to initiate relax conversation, to humiliate, to form intimate atmosphere, to express impression, to reveal anger, dan to show intimacy.
Item
Figurative Language pada Slogan Pariwisata di Kawasan Asia: Kajian Semantik
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Nurrohmah, Amaliah Triani; Ervina CM Simatupang (Pembimbing)
Skripsi ini berjudul "Figurative Language pada Slogan Pariwisata di Kawasan Asia: Kajian Semantik" yang bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis figurative language dan makna-makna yang digunakan pada slogan pariwisata negara-negara di kawasan Asia. Penelitian ini menggunakan teori Knickerbocker & Renniger (1974) untuk mengidentifikasi jenis figurative language dan teori Leech (1981) untuk mengidentifikasi jenis meaning. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kualitatif, di mana sumber data diperoleh dari website resmi pariwisata atau travel masing-masing negara di kawasan Asia. Dari total 41 data (100%) yang dianalisis, ditemukan 18 data (43,90%) berupa metaphor, 11 data (26,83%) hyperbole, 8 data (19,51%) personification, 2 data (4,88%) synecdoche, 1 data (2,44%) metonymy, dan 1 data (2,44%) allusion. Selain itu, dari tujuh jenis meaning, penelitian ini menemukan lima jenis meaning, yaitu 22 data (53,66%) connotative meaning, 9 data (21,95%) conceptual meaning, 7 data (17,07%) affective meaning, 2 data (4,88%) social meaning, dan 1 data (2,44%) reflective meaning. Hasil penelitian ini memberikan wawasan strategi komunikasi pemasaran yang efektif dan berkontribusi praktis bagi pengembangan industri pariwisata dalam menciptakan strategi komunikasi pemasaran yang lebih inklusif.
Item
Analisis Deiksis Dalam Artikel Rubrik Travel Pada Surat Kabar Online USA Today
(Program Studi S1 Bahasa Inggris, 2025) Salsasyifa, Alyka; Ida Zuraida (Pembimbing)
Penelitian ini berjudul “Analisis Deiksis Dalam Artikel Rubrik Travel Pada Surat Kabar Online USA Today”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan fungsi deiksis yang ditemukan dalam artikel yang tercantum pada rubrik travel pada surat kabar online "USA Today". Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan pada penelitian ini meliputi teori Cruse (2000) yang digunakan untuk mengklasifikasi jenis deiksis dan teori Levinson (1983) untuk mengklasifikasi fungsi deiksis. Hasil penelitian ini menemukan sejumlah 70 data yang dikategorikan dalam lima jenis deiksis yang ditemukan dalam artikel rubrik travel pada surat kabar online “USA Today” yang meliputi 32 data deiksis persona (45.71%), 6 data deiksis tempat (8.57%), 11 data deiksis waktu (15.71%), 16 data deiksis wacana (21.86%), dan 5 data deiksis sosial (7.14%). Sementara untuk fungsi deiksis disesuaikan dengan masing-masing jenis deiksis yang terdiri dari, deiksis persona yang berfungsi untuk mengindikasi peran partisipan dalam teks sebagai rujukan penulis, deiksis tempat berfungsi untuk menjelaskan jarak lokasi pada tempat terjadinya suatu pernyataan atau peristiwa, deiksis waktu berfungsi untuk menjelaskan waktu relatif suatu peristiwa atau pernyataan terjadi, deiksis wacana berfungsi untuk menjelaskan hubungan referensi dalam wacana yang disebutkan sebelum atau setelah wacana dituturkan, dan deiksis sosial berfungsi untuk menjelaskan tingkatan sosial atau status sosial antara penutur dan mitra tutur. Dengan demikian, penggunaan deiksis dalam artikel yang tercantum pada rubrik perjalanan surat kabar online “USA Today” dapat berperan dalam meningkatkan kejelasan dan pemahaman pada teks, sehingga pembaca dalam memperoleh informasi secara efektif dan meminimalisir kesalahpahaman dalam memahami konteks yang dituliskan dalam artikel tersebut.

