Japanese - Vocational
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Japanese - Vocational by Subject "bahasa jepang"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemPenggunaan Bahasa Jepang Secara Lisan dalam Pelayanan dan Pada Menu di Restoran Jepang SUSHI TEI(Perpustakaan Universitas Widyatama, 2008-07-22) Lestari, SeftyPelaksanaan kerja praktik merupakan prasyarat kelulusan Diploma III Bahasa Jepang Universitas Widyatama Bandung. Penulis melakukan kerja praktik di Restoran Jepang SUSHI TEI yang berlokasi di Jalan Sumatra No.9 Bandung. Kerja praktik dimulai dari tanggal 1 Maret 2008 sampai dengan 31 Maret 2008, selama 8 jam/hari. Restoran Jepang SUSHI TEI merupakan restoran yang menyajikan makanan ala Jepang dan penataan ruangannya bergaya semi dinning room. Tingkat persentasi konsumen yang datang berkunjung sangat banyak diantaranya terdapat pula konsumen Jepang. Hal ini menarik minat penulis untuk menjadikan Restoran Jepang SUSHI TEI sebagai media kerja praktik berkaitan dengan bidang ilmu yang penulis pelajari. Restoran Jepang SUSHI TEI mempunyai staf yang berfungsi melakukan pekerjaannya sesuai dengan divisi masing-masing. Penulis ditugaskan dibagian waitress, yaitu melayani konsumen dan front office, yaitu menyambut konsumen, membuat daftar waiting list dan reservasi sesuai dengan prosedur kegiatan operasional restoran yang dilakukan penulis dibawah pengawasan capten restoran. Para pekerja wajib menguasai dan mengucapkan dengan benar ucapan-ucapan dalam bahasa Jepang, seperti Irasshaimase, Arigatou gozaimasu, Sumimasen, dan Onegaishimasu. Selain itu pekerja juga harus menguasai bahasa lisan dan mengucapkan dengan benar semua jenis-jenis makanan yang bahan dasarnya banyak diadopsi dari luar, terlihat bahwa penggunaan huruf pada menu sangat bervariasi, yaitu Kanji, Hiragana, dan Kata-kana. Untuk mempermudah konsumen yang tidak mengerti bahasa Jepang, disisipkan pula huruf romaji. Bahasa Jepang berperan penting dalam memasarkan dan memperkenalkan makanan Jepang dan mempermudah pekerja dalam melaksanakan kegiatan operasional, sehingga sebaiknya diperlukan pekerja yang mampu berbahasa Jepang baik lisan maupun tulisan.
- ItemPENGUASAAN BAHASA ASING KHUSUSNYA BAHASA JEPANG SEBAGAI SALAH SATU MODAL DASAR PEMANDU WISATA DI MUSEUM GEOLOGI(Perpustakaan Universitas Widyatama, 2008-07) Rizkya, KikiPenulis melaksanakan kuliah praktik kerja di Museum Geologi yang terletak di Jl. Diponegoro no. 57 Bandung. Pelaksanaan dimulai dari tanggal 12 Februari 2008 sampai tanggal 12 Maret 2008. Adapun maksud kuliah praktik kerja tersebut adalah untuk memenuhi persyaratan akademik dalam menyelesaikan Progran Studi Diploma III Bahasa Jepang Fakultas Bahasa Universitas Widyatama. Di Museum Geologi, penulis ditempatkan di bagian front office dengan tugas antara lain memberikan informasi kepada pengunjung seputar tata ruang Museum Geologi, menghitung jumlah pengunjung yang datang setiap harinya, membagikan brosur dan memandu wisatawan Jepang yang berkunjung. Museum Geologi merupakan salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara baik dari benua Eropa maupun Asia. Sehingga pemandu wisata yang menguasai bahasa asing dengan baik dan benar adalah hal yang sangat penting. Jika wisatawan dari kawasan Eropa mengerti bahasa Inggris, lain halnya jika yang berkunjung adalah wisatawan dari Asia, khususnya wisatawan Jepang. Bangsa Jepang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar mereka. Untuk itu pemandu wisata yang bisa berkomunikasi dalam bahasa Jepang dibutuhkan di Museum Geologi. Berdasarkan hal tersebut, penulis membuat laporan akhir dengan judul “Penguasaan Bahasa Asing Khususnya Bahasa Jepang Sebagai Salah Satu Modal Dasar Pemandu Wisata di Museum Geologi”.