Japanese - Vocational
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Japanese - Vocational by Subject "Bahasa Jepang"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemDAMPAK ANIME TERHADAP KEMAMPUAN BAHASA JEPANG MAHASISWA PRODI D3 BAHASA JEPANG UNIVERSITAS WIDYATAMA ウィディアタマ大学のディプロマの日本語学生にアニメの影響(Program Studi Bahasa Jepang, Universitas Widyatama, 2021) Purnamasari, Dwinta Nurul AnnisyaBahasa Jepang adalah bahasa kedua yang paling banyak dipelajari setelah bahasa China. Di Indonesia sendiri, siswa yang belajar bahasa Jepang mencapai 872.411 orang. Siswa yang mulai mempelajari bahasa Jepang awalnya karena tertarik akan bahasa dan budayanya. Tetapi, seiring dengan berkembangnya zaman, para siswa mulai mempelajari bahasa Jepang dengan alasan yang lebih spesifik seperti : ingin pergi ke Negara Jepang, ingin bekerja disana dan ingin meneruskan pendidikan di Negeri sakura tersebut. Anime menjadi salah satu media yang paling banyak digunakan oleh para siswa untuk melatih serta mengembankan kemampuanya dalam berbahasa Jepang. Selain tampilannya yang menarik, anime memiliki gaya bahasa yang ringan sehingga mudah dimengerti oleh mahasiswa. Media pembelajaran yang digunakan untuk belajar bahasa pun bermacam-macam, seperti audio visual, video, musik, gambar, dan beberapa alat peraga yang digunakan sehingga memudahkan siswa mengembangkan kemampuan bahasa Jepangnya. Pada laporan tugas akhir ini, penulis membahas tentang “Dampak Anime Terhadap Kemampuan Bahasa Jepang Mahasiswa Prodi D3 Bahasa Jepang Universitas Widyatama”. Teknik yang penulis gunakan untuk penyusunan Tugas Akhir ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner. Penulis membuat beberapa pertanyaan yang disusun ke dalam sebuah kuesioner kemudian penulis sebarkan kepada Mahasiswa program studi D3 bahasa Jepang Universitas Widyatama. Dari penelitian tersebut, penulis mendapat simpulan berupa dampak positif juga dampak negatif yang dirasakan oleh Mahasiswa Program Studi D3 Bahasa Jepang Universitas Widyatama
- ItemPEMBELAJARAN BAHASA JEPANG LEVEL DASAR DI JLMC JLMCで初級日本語のコース(Universitas Widyatama, 2014) Magdalena S., Sondang GreciaPelaksanaan praktik kerja lapangan dan penyusunan laporan praktik kerja lapangan merupakan salah satu syarat akademik dalam menyelesaikan kuliah Diploma III Jurusan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa di Universitas Widyatama. Penulis melaksanakan praktik kerja di Japanese Language and Management Center (JLMC) yang beralamat di Jalan W. R. Supratman No. 3 Bandung, terhitung sejak tanggal 3 Februari s/d 15 Maret 2014. Penulis mengangkat judul, “Pembelajaran Bahasa Jepang Level Dasar di JLMC”. Berdasarkan hasil pengamatan dan informasi yang didapat selama pelaksanaan kegiatan praktik kerja lapangan. Sistematika penyusunan laporan praktik kerja lapangan yang dilakukan penulis adalah tinjauan langsung dan tinjauan pustaka. Tinjauan langsung meliputi pengamatan dan wawancara. Tinjauan pustaka meliputi materi pembelajaran. Selama melaksanakan praktik kerja lapanan, penulis ditugaskan untuk melakukan kegiatan administrasi seperti menginput data keuangan, data absensi siswa dan data formulir siswa. Selain melakukan kegiatan administrasi, penulis juga melakukan kegiatan lain, yaitu menerima tamu, memberikan informasi pada calon siswa dan menerima telepon.
- ItemPenguasaan Bahasa Asing Khususnya Bahasa Jepang di Front Office Museum Geologi(Perpustakaan Universitas Widyatama, 2010-10) Susilowati, EndahTugas praktik kerja ini dilakukan sebagai prasyarat kelulusan di Universitas Widyatama Fakultas Bahasa Program Studi D III, Penulis melakukan kerja praktik di Museum Geologi yang berlokasi di Jl. Diponegoro No. 57 Bandung. Waktu kerja praktik dilakukan selama kurang lebih 100 jam, terhitung mulai tanggal 24 Februari 2010 sampai dengan tanggal 9 Juni 2010. Adapun pokok bahasan Tugas Akhir ini difokuskan pada Bagaimana pengaruh Bahasa Asing di Front Office Museum Geologi terhadap para pengunjung. Bagaimana penggunaan Bahasa Asing (Bahasa Jepang) di Front Office Museum Geologi. Selama praktik kerja lapangan penulis ditempatkan di Front Office. Adapun kegiatan yang penulis lakuan selama melaksanakan praktik kerja antara lain menginput jumlah pengunjung yang datang ke dalam buku laporan, memahami bagai mana cara memandu, menyebarkan angket pada pengunjung, Memandu wisatawan Jepang yang berkunjung. Pada saat jumlah pengunjung sedikit penulis mengamati di dalam museum dan melihat-lihat benda-benda koleksi museum yang ditampilkan serta mencari pandanan kata dalam bahasa Jepang untuk menambah wawasan. Bahasa merupakan modal utama bagi seorang Front Office karena dengan bahasa kita mampu mengetahui keinginan seorang pengunjung serta dapat merealisasikan apa yang diucapkan oleh pengunjung. Seorang petugas di Front Office tidak hanya harus menguasai Bahasa Asing saja akan tetapi seorang Front Office juga harus berpenampilan menarik dan juga harus bisa berpikir secara cepat dan tepat serta harus ramah kepada setiap pengunjung yang datang ke Museum Geologi. Seperti yang telah kita ketahui sebagian besar penduduk Jepang dikenal suka berwisata tetapi mereka jarang menggunakan bahasa Asing mereka selalu menggunakan bahasa Ibunya sendiri. Hanya sedikit orang Jepang yang bisa menggunakan bahasa Asing (Bahasa Inggris), tentu saja kita tidak memaksa mereka untuk mempelajari bahasa Asing, sehingga mau tidak mau kita sebagai penduduk asli Indonesia, ada baiknya apabila Front Office Museum Geologi bisa mempelajari bahasa mereka walaupun hanya bahasa sapaan seperti “Selamat Datang, Selamat Pagi, dan ada yang bisa saya bantu”. Dari hasil kuesioner yang penulis bagikan kepada para pengunjung mengenai pentingnya Bahasa Asing diperoleh gambaran yaitu dari 100 orang pengunjung mengatakan sangat penting penggunaan Bahasa Asing di Front Office Museum Geologi.