Penguasaan Bahasa Asing Khususnya Bahasa Jepang di Front Office Museum Geologi
No Thumbnail Available
Date
2010-10
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Perpustakaan Universitas Widyatama
Abstract
Tugas praktik kerja ini dilakukan sebagai prasyarat kelulusan di
Universitas Widyatama Fakultas Bahasa Program Studi D III, Penulis melakukan
kerja praktik di Museum Geologi yang berlokasi di Jl. Diponegoro No. 57
Bandung. Waktu kerja praktik dilakukan selama kurang lebih 100 jam, terhitung
mulai tanggal 24 Februari 2010 sampai dengan tanggal 9 Juni 2010.
Adapun pokok bahasan Tugas Akhir ini difokuskan pada Bagaimana
pengaruh Bahasa Asing di Front Office Museum Geologi terhadap para
pengunjung. Bagaimana penggunaan Bahasa Asing (Bahasa Jepang) di Front
Office Museum Geologi.
Selama praktik kerja lapangan penulis ditempatkan di Front Office.
Adapun kegiatan yang penulis lakuan selama melaksanakan praktik kerja antara
lain menginput jumlah pengunjung yang datang ke dalam buku laporan,
memahami bagai mana cara memandu, menyebarkan angket pada pengunjung,
Memandu wisatawan Jepang yang berkunjung.
Pada saat jumlah pengunjung sedikit penulis mengamati di dalam
museum dan melihat-lihat benda-benda koleksi museum yang ditampilkan serta
mencari pandanan kata dalam bahasa Jepang untuk menambah wawasan.
Bahasa merupakan modal utama bagi seorang Front Office karena
dengan bahasa kita mampu mengetahui keinginan seorang pengunjung serta
dapat merealisasikan apa yang diucapkan oleh pengunjung. Seorang petugas di
Front Office tidak hanya harus menguasai Bahasa Asing saja akan tetapi
seorang Front Office juga harus berpenampilan menarik dan juga harus bisa
berpikir secara cepat dan tepat serta harus ramah kepada setiap pengunjung
yang datang ke Museum Geologi.
Seperti yang telah kita ketahui sebagian besar penduduk Jepang dikenal
suka berwisata tetapi mereka jarang menggunakan bahasa Asing mereka selalu
menggunakan bahasa Ibunya sendiri. Hanya sedikit orang Jepang yang bisa
menggunakan bahasa Asing (Bahasa Inggris), tentu saja kita tidak memaksa
mereka untuk mempelajari bahasa Asing, sehingga mau tidak mau kita sebagai
penduduk asli Indonesia, ada baiknya apabila Front Office Museum Geologi bisa
mempelajari bahasa mereka walaupun hanya bahasa sapaan seperti “Selamat
Datang, Selamat Pagi, dan ada yang bisa saya bantu”.
Dari hasil kuesioner yang penulis bagikan kepada para pengunjung
mengenai pentingnya Bahasa Asing diperoleh gambaran yaitu dari 100 orang
pengunjung mengatakan sangat penting penggunaan Bahasa Asing di Front
Office Museum Geologi.
Description
Keywords
Bahasa Asing, Museum Geologi, Bahasa Jepang