PENJADWALAN MESIN TUNGGAL UNTUK MESIN INJECTION MOLDING DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR PEMBELAJARAN DI PERUSAHAAN BAGUS KARYA

dc.contributor.authorAisah, Usi Putri Pratiwi
dc.date.accessioned2019-09-25T06:41:44Z
dc.date.accessioned2020-01-17T12:01:44Z
dc.date.available2019-09-25T06:41:44Z
dc.date.available2020-01-17T12:01:44Z
dc.date.issued2018
dc.description.abstractBagus karya merupakan sebuah industri rumahan yang bergerak dibidang manufaktur yang memproduksi bermacam-macam produk spare part dengan bahan dasar plastik. Setiap tipe produk plastik yang diproduksi oleh perusahaan ini mempunyai urutan proses yang sama dengan waktu proses yang berbeda. Waktu pengerjaan setiap operasi dari job tertentu dipengaruhi oleh jenis mesin yang akan digunakan, dan faktor pembelajaran dari operator. Perusahaan Bagus Karya selama ini melakukan perencanaan dan penjadwalan produksi mesin Injection Molding secara sederhana. perusahaan menggunakan aturan order First Come First Serve (FCFS) bahkan terkadang order yang datang dari konsumen yang sudah menjadi konsumen tetap yang lebih didahulukan sehingga seringkali terjadi earliness dan tardiness pada order yang dapat mengakibatkan meningkatnya biaya inventori dan terjadinya rework cost. Waktu penyelesaian produk selalu menitikberatkan pada faktor pembelajaran dari operator yang mengoperasikan mesin. Operator yang secara langsung terlibat dalam pembuatan suatu produk akan senantiasa mengalami proses pembelajaran yang secara otomatis akan menentukan kualitas produk yang dihasilkan. Indikator yang digunakan untuk mengetahui proses pembelajaran operator tersebut adalah waktu pembuatan suatu produk. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengevaluasi penjadwalan yang dilakukan perusahaan dengan penjadwalan yang memperhatikan faktor pembelajaran. Nilai faktor pembelajaran tersebut dapat mempengaruhi waktu proses untuk setiap job, yang kemudian job tersebut diurutkan berdasarkan waktu proses terpendek dengan pengaruh dari bobot posisional untuk mencari model optimasi penjadwalan usulan. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi karena terjadinya improvment pada penjadwalan perusahaan dengan makespan selama 1436,67 jam. Sedangkan usulan penjadwalan dengan memperhatikan faktor pembelajaran dapat menghasilkan makespan yang lebih kecil yaitu selama 1412,13 jam. Berdasarkan usulan yang telah diberikan didapatkan hasil improvment selama 24,54 jam atau sebesar 1,71%. Usulan penjadwalan tidak hanya menentukan prioritas pengerjaan job berdasarkan urutan waktu proses dan faktor pembelajaran, tetapi juga ikut memperhitungkan nilai pinalti biaya inventori bila terjadi earliness dan biaya rework cost bila terjadi tardiness.en_US
dc.identifier.urihttp://repository.widyatama.ac.id/xmlui/handle/123456789/10703
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Widyatamaen_US
dc.subjectPenjadwalan Mesin Tunggalen_US
dc.subjectFaktor Pembelajaranen_US
dc.subjectMakespanen_US
dc.subjectSingle Machine Schedulingen_US
dc.subjectLearning Factoren_US
dc.titlePENJADWALAN MESIN TUNGGAL UNTUK MESIN INJECTION MOLDING DENGAN MEMPERHATIKAN FAKTOR PEMBELAJARAN DI PERUSAHAAN BAGUS KARYAen_US
dc.typeThesisen_US
Files
Original bundle
Now showing 1 - 5 of 15
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Cover.pdf
Size:
9.74 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Lembar Pengesahan.pdf
Size:
369.19 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Abstrak.pdf
Size:
32.47 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Kata Pengantar.pdf
Size:
30.18 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Daftar Isi.pdf
Size:
107.05 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Plain Text
Description: