PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT MENGGUNAKAN METODE SCOR DI PT PLN (PERSERO) PUSHARLIS BANDUNG
Loading...
Date
2025
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Teknik Industri
Abstract
Supply Chain Management (SCM) merupakan elemen strategis dalam mendukung efektivitas operasional dan keandalan pasokan pada industri ketenagalistrikan. PT PLN (Persero) Pusharlis, sebagai unit manufaktur dan pemeliharaan peralatan kelistrikan, memiliki peran penting dalam penyediaan komponen strategis untuk proses pembangkitan, transmisi, dan distribusi listrik. Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi permintaan hingga 15%, keterbatasan sumber daya, serta keandalan pengiriman yang hanya mencapai 92% dari target 97%. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak terkait, terdapat potensi penghematan biaya operasional hingga 29% apabila pengelolaan SCM dilakukan secara lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis kinerja SCM di PT PLN Pusharlis menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR), mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja SCM, serta memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan hasil pengukuran. Metode SCOR yang digunakan mencakup lima proses utama, yaitu: Plan, Source, Make, Deliver, dan Return. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi, serta analisis data menggunakan metode normalisasi Snorm De Boer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja SCM PT PLN Pusharlis berada dalam kategori “baik” dengan skor total normalisasi sebesar 71,77. Perspektif Source memperoleh nilai tertinggi, yang mencerminkan kuatnya hubungan perusahaan dengan pemasok. Sebaliknya, perspektif Deliver dan Return memperoleh nilai terendah karena masih terdapat keterlambatan pengiriman serta lemahnya sistem pengelolaan pengembalian barang. Rekomendasi perbaikan yang disarankan mencakup penguatan sistem logistik, penyempurnaan proses pengembalian barang, serta evaluasi berkala terhadap seluruh proses SCM berbasis metode SCOR guna meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan.