OPTIMALISASI JUMLAH OPERATOR PRODUKSI DOOR HINGE DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT DI PT XYZ
Loading...
Date
2024
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Teknik Industri
Abstract
PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan perbaikan dan pembuatan produk strategis yang salah satu produknya adalah door hinge. Dalam proses produksi door hinge terjadi permasalahan yaitu ketidakseimbangan jumlah operator sebanyak 4 orang dengan jumlah bagian operasi sebanyak 9 bagian. Selain itu, tingginya waktu menunggu pada operator 1 dan operator 2 menyebabkan tidak tercapainya target jumlah produksi dan menyebabkan lembur hingga 4 hari dalam satu minggu. Hal ini mengakibatkan biaya operasional perusahaan meningkat dan keuntungan menurun. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jumlah dan pembagian tugas operator yang optimal berdasarkan beban kerja yang telah diseimbangkan lintasan produksinya. Penelitian ini dimenggunakan metode Full Time Equivalent yang merupakan metode untuk menghitung kegiatan dibandingkan dengan waktu efektif untuk menentukan jumlah optimal operator. Sedangkan untuk menghitung keseimbangan lintasan produksi menggunakan Ranked Positional Weight, yaitu perhitungan keseimbangan lintasan produksi berdasarkan pembobotan waktu operasi. Hasil perhitungan FTE untuk kondisi awal proses produksi door hinge menghasilkan nilai index FTE sebesar 4,10 pada 4 orang operator dengan operator 4 mengalami overload dan waktu pengerjaan selama 348 jam. Sedangkan Line Efficiency kondisi awal masih berada di 65%. Setelah itu, dilakukan perataan lintasan produksi menggunakan RPW yang menghasilkan jumlah stasiun kerja sebanyak 3 stasiun kerja dengan Line Efficiency meningkat menjadi 86% sehingga perhitungan FTE usulan dilakukan berdasarkan hasil perataan lintasan produksi dan mendapatkan nilai index FTE sebesar 4,14 dengan rincian 2 orang kondisi normal dan 2 orang kondisi underload. Sistem pekerjaan operator 3 dan operator 4 dilakukan dengan menggunakan alternatif 1 yaitu menugaskan sistem shift 2 dan shift 1 yang memiliki biaya paling rendah yaitu Rp. 1.760.000. Dampak yang terjadi adalah penurunan waktu pengerjaan di mesin milling CNC sebesar 44%, dari kondisi awal yang membutuhkan waktu 348 jam menjadi 195 jam. Dengan demikian, jumlah optimal dari operator produksi door hinge adalah sebanyak 4 orang dengan 2 orang pada mesin milling CNC bekerja bergantian melalui penugasan shift 2 dan shift 1. Jumlah operator dan sistem penugasan tersebut merupakan kondisi yang paling optimal menurut perhitungan FTE dan RPW.