ANALISIS DESKRIPTIF FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN TRANSPORTASI ONLINE SEBAGAI MODA TRANSPORTASI (Studi Kasus pada Mahasiswa Universitas Widyatama)

Abstract
Skripsi ini menganalisis tingkat kerusakan dan metode penanganan pada ruas Jalan Simpang 3 Muara Wahau – Batas Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pada analisa tingkat kerusakan jalan dan penentuan penanganan jalan, dilakukan menggunakan data IRImeter berdasarkan pedoman “Preservasi Jaringan Jalan No. 07/P/BM/2021”, Dengan indikator nilai IKP dan ketidakrataan jalan. Hasil inspeksi visual dan data IRImeter pada segmen STA 28+900 – STA 30+300 menunjukkan nilai > 6, mengindikasikan rusak berat dan penanganan jalan rekonstruksi. Rekonstruksi perkerasan dianalisis menggunakan pedoman “Metode Desain Perkerasan Jalan tahun 2024”, dengan hasil akhir tebal perkerasan ideal. Data CBR karakteristik sebesar 3.53%, diperoleh melalui data uji DCP lapangan. Analisis lalu lintas menggunakan data AADT 2023, menghasilkan nilai CESA 5 sebesar 6.138.961,89. Nilai CESA5 ini digunakan pada bagan desain 2 dan bagan desain 3 untuk menentukan spesifikasi tebal lapis perkerasan ideal. Hasil desain menunjukkan tebal lapis perkerasan ideal pada permukaan atas AC – WC dengan ketebalan 40 mm, AC-BC dilakukan dengan 2 hamparan dengan masing – masing ketebalan 75 mm dan 80 mm. LFA kelas A dengan ketebalan 200 mm, LFA kelas B dengan ketebalan 150 mm, serta timbunan pilihan dengan ketebalan 300 mm. Total ketebalan perkerasan ideal adalah 845 mm. Metode penanganan jalan rekonstruksi diperlukan untuk ruas jalan yang mengalami kerusakan berat, dan dianalisis sesuai dengan pedoman teknis yang berlaku. Hasil skripsi dapat menjadi referensi bagi proyek serupa dalam menentukan metode penanganan optimal
Description
Keywords
Citation