ANALISIS IMPLEMENTASI PENDEKATAN LEAN DALAM PRODUKSI BIBIT DI IJA MULYANA STRAWBERRY NURSERY
Loading...
Date
2025
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Teknik Industri
Abstract
Penelitian ini berfokus pada implementasi pendekatan Lean di sektor agribisnis untuk meningkatkan produktivitas pekerja dan mereduksi waktu yang tidak bernilai tambah pada proses produksi bibit stroberi di Ija Mulyana Strawberry Nursery. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan adalah ketidakmampuan memenuhi permintaan pasar, di mana pada tahun 2024, sebanyak 17.260 bibit (9,86%) tidak terpenuhi dari total permintaan 175.000 bibit, mengakibatkan kerugian opportunity cost sebesar Rp674.600.000. Untuk menganalisis aliran proses dan mengidentifikasi pemborosan, penelitian ini menggunakan Value Stream Mapping (VSM) dan Process Activity Mapping (PAM). PAM secara spesifik digunakan untuk mengklasifikasikan aktivitas menjadi Value Added (VA), Non-Value Added (NVA), dan Necessary Non-Value Added (NNVA), serta mengidentifikasi jenis waste berdasarkan konsep 7 pemborosan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 8,21% dari total waktu proses merupakan aktivitas tidak bernilai tambah, didominasi oleh transportation dan overprocessing, yang secara signifikan menghambat produktivitas pekerja. Berdasarkan temuan ini, dirumuskan usulan perbaikan berbasis filosofi kaizen yang meliputi: penggantian pupuk AB Mix dengan pupuk granule & crystal dan penggunaan timbangan digital untuk mengurangi overprocessing pada persiapan pupuk; penggantian pasak bambu dengan plastik reusable untuk efisiensi pembibitan; serta penggunaan diesel water pump machine untuk mereduksi transportation pada aplikasi pupuk dan penyemprotan. Selain itu, diusulkan penggabungan aktivitas cultivation of seedlings dengan proses watering, vegetative fertilizing, generative fertilizing, prunning, dan spraying insecticide & fungicide untuk mengoptimalkan pemanfaatan waktu pekerja. Implementasi usulan perbaikan ini diproyeksikan akan meningkatkan Process Cycle Efficiency dari 91,71% menjadi 94,89%, melalui optimalisasi aktivitas VA, eliminasi NVA, dan reduksi NNVA.