PENGARUH PERCEWED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN KNOWLEDGE SHARING BEHAVIOR TERHADAP INNOVATIVE WORK BEHAVIOR DENGAN FEEDBACK SEEKING BEHAVIOR SEBAGAI MEDIASI PADA PEGAWAI BNNP JAWA BARAT
Loading...
Date
2026
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Magister Management
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Perceived Organizational Support (POS) dan Knowledge Sharing Behavior (KSB) terhadap Innovative Work Behavior (IWB) dengan Feedback Seeking Behavior (FSB) sebagai variabel mediasi pada pegawai Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara capaian kinerja administratif yang tinggi dengan nihilnya inovasi terdokumentasi pada tahun 2024 dan 2025. Pendekatan kuantitatif dengan teknik total sampling digunakan, melibatkan 99 pegawai aktif dari berbagai status kepegawaian (PNS, PPPK, Anggota Polri Penugasan, dan Tenaga Non-ASN). Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POS tidak berpengaruh signifikan secara langsung
terhadap IWB (T-statistics = 0,188; p = 0,425), namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap FSB (T-statistics = 3,714; p = 0,000). KSB terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap IWB (T-statistics = 6,019; p = 0,000) dan menjadi variabel paling dominan dalam model (f² = 0,322), serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap FSB (T-statistics = 6,946; p = 0,000). FSB berpengaruh positif dan signifikan terhadap IWB (T-statistics = 2,758; p = 0,003). Pengujian mediasi menunjukkan bahwa FSB memediasi secara penuh hubungan POS terhadap IWB (Tstatistics = 2,224; p = 0,026) dan memediasi secara parsial hubungan KSB terhadap IWB (Tstatistics = 2,330; p = 0,020). Model memiliki kemampuan prediktif yang kuat, ditunjukkan oleh R² FSB sebesar 0,521 dan R² IWB sebesar 0,576. Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku inovatif pegawai di organisasi publik lebih kuat dibentuk melalui interaksi sosial dan pencarian
umpan balik dibandingkan dukungan organisasi secara langsung. Peningkatan IWB perlu difokuskan pada penguatan budaya berbagi pengetahuan lintas unit, pengembangan sistem umpan balik yang terstruktur, serta pengarahan dukungan organisasi pada pembentukan perilaku proaktif sebagai fondasi inovasi yang berkelanjutan.