Mechanical Engineering
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 32
- ItemANALISIS PENGARUH PERBEDAAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR DALAM PROSES HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT MATERIAL BAJA AISI 1040(Program Studi Teknik Mesin, Universitas Widyatama, 2024) Ferry Rohendi; Martoni (Pembimbing)Material merupakan unsur yang sangat penting, serta menjadi salah satu tolak ukur perkembangan sejarah dan peradaban manusia. Material seperti logam, polimer, keramik, dan komposit, juga menjadi hal yang sangat penting dalam berbagai bidang, seperti perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi saat ini. Logam yang banyak digunakan dalam industri manufaktur adalah baja, baja dipilih karena dinilai memiliki kekerasan dan ketangguhan yang tinggi dibandingkan dengan jenis logam lainnya. Proses heat treatment atau perlakuan panas pada baja dapat memengaruhi sifat-sifat material pada baja. Proses heat treatment bertujuan untuk mendapatkan spesifikasi baja yang diinginkan baik itu meningkatkan kekerasan baja atau keuletan pada baja. Metode penelitian menggunakan observasi literatur dan observasi penelitian. Pengujian komposisi menggunakan alat PMI Master Smart Oxford OES (Optical Emission Spectrometry), pengujian struktur mikro menggunakan alat mikroskop optik, dan pengujian kekerasan menggunakan metode Vickers, tujuan dari pengujian ini yaitu untuk mengetahui komposisi kimia, jenis fasa dan nilai kekerasan pada spesimen baja AISI 1040. Pada poses heat treatment spesimen baja AISI 1040 dipanasakan didalam muffle furnace pada suhu 720oC serta holding time 60 menit lalu diquenching dengan air dingin (5oC), air suhu ruang (30oC), dan air panas (70oC). Spesimen baja Aisi 1040 yang memiliki nilai kekerasan paling tinggi yaitu 258,39 HV terdapat pada spesimen dengan quenching air dingin (5oC) yang memiliki persentase fasa pearlite (45,45%) dan fasa ferrite (54,55%), sedangkan yang memiliki nilai kekerasan paling rendah yaitu 215,09 HV terdapat pada spesimen dengan quenching air panas (70oC) yang memiliki persentase fasa pearlite (29,20%) dan fasa ferrite (70,80%).
- ItemPERANCANGAN DAN ANALISIS DAYA TURBIN ANGIN VERTIKAL DARRIEUS TIPE H(Program Studi Teknik Mesin, Universitas Widyatama, 2024) Edo Permadi; Nia Nuraeni Suryaman (Pembimbing)Seiring berjalannya waktu, konsumsi energi listrik yang dibutuhkan di Indonesia semakin besar. Selain dari kebutuhan energi listrik yang terus meningkat, maka dari itu dilakukanlah upaya untuk menyuplai kebutuhan energi listrik dengan memanfaatkan potensi dan kondisi yang ada pada daerah tertentu. Energi angin sudah dimanfaatkan secara luas dan digunakan untuk pembangkit listrik. Potensi angin sebagai sumber energi terutama digunakan sebagai penyedia energi listrik tenaga angin. Salah satu pemanfaatan energi angin salah satunya dengan membuat pembangkit listrik tenaga angin yang bertujuan untuk menghidupkan lampu. Ketika berada di daerah yang tidak terjangkau oleh listrik misalnya ketika kita sedang berkemah. Metode penelitian yang digunakan adalah perancangan dan analisis. Dibutuhkan perancangan turbin angin menggunakan aplikasi SolidWorks untuk dapat mengetahui bentuk dari turbin yang memiliki sifat sederhana, portable dan dapat dibawa kemana saja, mengetahui daya listrik yang dihasilkan oleh turbin angin. Ukuran turbin yaitu lebar 20 cm tinggi 28 cm, ukuran meja yaitu panjang 30 cm, lebar 30 cm dan tinggi 30 cm. Hasil pengujian daya listrik generator pada kecepatan angin , pada kecepatan angin , pada kecepatan angin . Hasil pengujian daya turbin adalah: 0,0007065Watt untuk kecepatan angin 0,5 m/s, 0,006876Watt untuk kecepatan angin 2,3 m/s, 0,9403Watt untuk kecepatan angin 5,5 m/s.
- ItemRANCANG BANGUN SEPEDA STATIS PENCACAH SAMPAH(Program Studi Teknik Mesin, Universitas Widyatama, 2024) Dzickry Fauzan; Martoni (Pembimbing)Sepeda statis termasuk alat olahraga yang sangat popular dikalangan penggemar olahraga. Salah satu hal terbaik mengenai sepeda statis adalah bahwa alat olahraga ini sangat cocok untuk orang-orang yang senang melakukan kegiatan olahraga dengan berada di dalam ruangan. Tujuan dari rancang bangun ini untuk mengetahui proses pembuatan dan sistem kerja dari sepeda statis. Sepeda statis ini juga bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu penggerak mesin pencacah sampah dilingkup perumahan, dengan rancang bangun sepeda statis ini ditujukan untuk dihubungkan ke mesin pencacah sampah organik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan melakukan perancangan sepeda statis yang dihabungkan ke pencacah sampah. Sepeda statis ini dirancang dengan dimensi 1160 x 400 x 1000 mm. Dengan hasil analisa yang telah diperoleh maka penulis telah mengetahui hasil tegangan baja hollow dimana menghitung dua rangka yaitu dengan batang dua = 93,14 N/mm2, batang 6 = 76,4 N/mm2, batang 7 = 4,2 N/mm2 dan batang 8 = 30,60 N/mm2, maka diketahui hasil SF yaitu batang 2 = 2,7, batang 6 = 3,27, batang 7 = 59,52 dan batang 8 = 8,2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rangka baja hollow untuk sepeda statis dapat beroperasi dengan aman.
- ItemPERANCANGAN SISTEM VERTICAL TAKE-OFF AND LANDING (VTOL) PADA PESAWAT MODEL KONTROL RADIO(Program Studi Teknik Mesin, Universitas Widyatama, 2024) Danii Naufal Nur Rizki; Udin Komarudin (Pembimbing)Perkembangan teknologi dirgantara yang pesat menghasilkan banyak sekali inovasi yang dikembangkan. Salah satunya adalah sistem vertical take-off and landing (VTOL). Sistem ini memudahkan sebuah pesawat untuk lepas landas di area yang tidak memiliki landasan pacu yang memadai. Pada pesawat model atau aeromodelling, sistem VTOL sudah banyak digunakan untuk kepentingan geologi hingga bantuan kemanusiaan seperti pemetaan, pemantauan bencana alam dan lainlain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara merancang pesawat aeromodelling untuk menggunakan sistem VTOL, mengetahui hasil gaya angkat yang dihasilkan sayap pesawat, mengetahui hasil gaya hambat yang dihasilkan sayap pesawat dan untuk mengetahui cara merancang sistem VTOL pada pesawat aeromodelling. Pada penelitian ini metodologi yang digunakan adalah memahami cara memilih airfoil, bentuk dan ukuran sayap pesawat yang tepat. Setelah itu melakukan pembuatan desain dua dimensi dan tiga dimensi. Kemudian membuat alur, merancang sistem kelistrikan, sinyal, dan menggabungkan sistem pesawat model konvensional dengan sistem VTOL. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil berupa cara merancang pesawat aeromodelling untuk menggunakan sistem VTOL dalam bentuk desain dua dimensi dan tiga dimensi, mengetahui hasil gaya angkat yang diperoleh dari sayap pesawat sebesar 26,84 oz, mengetahui hasil gaya hambat pada pesawat sebesar 2,36 oz, dan mengetahui cara merancang sistem VTOL pada pesawat aeromodelling dengan kontrol radio.
- ItemRANCANG BANGUN MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK DI LINGKUP PERUMAHAN(Program Studi Teknik Mesin, Universitas Widyatama, 2024) Alfiqri Razak Firmansyah; Martoni (Pembimbing)Permasalahan yang sama hampir dirasakan oleh semua daerah di dunia yaitu tentang sampah. Jumlah sampah meningkat seiring bertambahnya populasi penduduk, akibatnya diperlukan biaya yang tinggi dan lahan yang luas untuk pengelolaan sampah. Sampah dikategorikan menjadi dua berdasarkan sifatnya yaitu sampah organik (dapat diurai) dan sampah anorganik (tidak dapat diurai). Penanggulangan sampah adalah permasalahan yang belum bisa teratasi oleh pemerintah kita, salah satu cara untuk mengurangi masalah diatas, penulis merancang mesin pencacah sampah untuk kompos, dan batasannya hanya untuk skala perumahan. Sistem kerja mesin pencacah sampah organik yaitu memasukan sampah organik kedalam tabung melalui hopper yang dimana sampah tercacah oleh pisau yang di gerakan oleh sepeda statis, setelah sampah tercacah tersebut dikeluarkan melalui saluran pembuangan dan ditampung ke dalam wadah yang telah disiapkan dan ditimbang. Maka diketahui hasil dari mesin pencacah sampah organik dapat memproduksi sampah 25,5 kg/jam menggunakan sampah organik yaitu buah semangka. Dan efisiensi mendapatkan hasil 51,58% menjadi partikel yang lebih kecil dan, 48,5% menjadi air. Penulis juga menghitung keamanan rangka yang dimana, dilakukan perhitungan simulasi rangka menggunakan softwere solidwork dan perhitungan secara manual maka diketahui hasil yang dimana tegangan yang terjadi pada rangka baja hollow. Dimana untuk mengetahuinya yaitu menghitung tiga rangka, yang terdiri dari rangka satu tegangan tekan maksimal 52,64 N/mm2 dan safety factor rangka satu 4,7, dan tegangan tekan maksimal rangka dua 105,35 N/mm2 dan safety factor rangka dua 2,4, dan tegangan tekan maksimal rangka tiga 105,35 N/mm2 dan safety factor dari rangka tiga 2,4.