Japanese Bachelor
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 131
- ItemMAJAS PERSONIFIKASI PADA LIRIK LAGU JEPANG KARYA KOKIA(Program Studi Bahasa Jepang S1, 2025) Zyanka Restu Adila; Raden Novitasari (Pembimbing)Personifikasi atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan gijinhou, merupakan majas yang meletakkan atau membandingkan sifat manusia dengan benda selain manusia, hewan, atau hal abstrak seolah-olah dapat berperilaku seperti manusia. Penggunaan majas personifikasi sering ditemukan dalam berbagai karya sastra seperti lirik lagu. Para penulis lagu menggunakan majas personifikasi sebagai media mengungkapkan sebuah ide atau gagasan dalam sebuah karya untuk menyampaikan sebuah pesan dengan lebih unik dan kesan menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan sifat manusia dan makna yang terkandung dalam majas personifikasi dalam lirik lagu Jepang karya KOKIA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang merupakan metode penelitian yang mengumpulkan data berupa gambar dan kata-kata. Data penelitian terdiri dari 24 data lirik lagu yang menggunakan majas personifikasi dari 11 lagu yang diteliti. Hasil penelitian yang didapatkan adalah majas personifikasi perbandingan sifat manusia dengan benda konkret dan majas personifikasi perbandingan sifat manusia dengan benda abstrak. Makna yang terkandung dalam majas personifikasi dalam lirik lagu karya KOKIA adalah menggambarkan kemampuan benda selain manusia seolah-olah berperilaku selayaknya manusia.
- ItemANALISIS MAKNA KONTEKSTUAL ONOMATOPE GISEIGO DAN GIONGO DALAM MANGA “CHAINSAW MAN” KARYA TATSUKI FUJIMOTO(Program Studi Bahasa Jepang S1, 2025) Zidan Destriansyah; Uning Kuraesin (Pembimbing)Penelitian ini menganalisis pengaplikasian onomatope bahasa Jepang yaitu onomatope giseigo dan giongo ke dalam sebuah manga berjudul Chainsaw Man karya Tatsuki Fujimoto. Onomatope merupakan suatu elemen linguistik yang gunanya untuk menirukan bunyi maupun suara yang dihasilkan oleh makhluk hidup atau benda mati. Dalam sebuah manga, onomatope berperan penting dalam memperkaya ekspresi karakter maupun untuk memperjelas suasanan atau keadaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk engidentifikasi contoh onomatope giseigo dan giongo yang muncul dalam manga Chainsaw Man beserta menganalisis makna kontekstualnya. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan padan referensial. Data – data dikumpulkan dari manga berjudul Chainsaw Man volume 1, lebih tepatnya dari chapter 1 sampai 3 dengan teknik simak dan catat yang kemudian dianalisis berdasarkan teori onomatope dari Haruhiko Kindaichi dan teori makna kontekstual dari Abdul Chaer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam manga Chainsaw Man volume 1 chapter 1 sampai 3 terdapat berbagai onomatope giseigo dan giongo yang digunakan untuk menggambarkan suara karakter, aksi, serta atmosfer cerita. Beberapa onomatope memiliki makna kontekstual yang berbeda dari makna leksikalnya, tergantung dengan situasi maupun emosi yang ingin disampaikan oleh pengarang manga. Oleh karena itu, onomatope tidak hanya berfungsi sebagai representasi suara, tetapi juga sebagai alat untuk memperkuat cerita yang ingin dibawakan. Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik, terutama dalam memahami peran onomatope dalam bahasa Jepang serta membantu pemelajar bahasa Jepang dalam mengenali dan memahami penggunaan onomatope dengan baik dan benar.
- ItemANALISIS MAKNA DAN STRUKTUR ONOMATOPE GISEIGO DAN GIONGO PADA MANGA “VANITAS NO CARTE” VOLUME 1 (Kajian Semantik)(Program Studi Bahasa Jepang S1, 2024) Zahra Uthbah; Aan Amalia (Pembimbing)Penelitian ini membahas mengenai ‘Analisis Struktur dan Makna Giseigo dan Giongo pada Manga “Vanitas no Carte” Volume 1’ yang bertujuan untuk mendeskripsikan strukturdan makna onomatope bahasa Jepang giseigo dan giongo yang terdapat dalam manga Vanitas no Carte volume 1. Teori yang digunakan adalah Teori Kindaichi tentang onomatope bahasa Jepang, teori Akimoto tentang bentuk onomatope dan klasifikasi makna onomatope bahasa Jepang, serta teori Sutedi tentang mora dan silabel. Data penelitian terdiri dari 25 data giseigo dan 34 data giongo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dan catat untuk pengumpulan data, metode padan referensial untuk analisis data, metode formal dan informal untuk penyajian hasil analisis data. Data diklasifikasikan berdasarkan makna terdiri dari 1 data tiruan suara binatang, 19 data tiruan suara manusia, 4 data tiruan bunyi pergerakan/aktifitas manusia (giseigo), 4 data tiruan bunyi benda, 17 data tiruan bunyi pergerakan benda, 13 data tiruan bunyi pergerakan/aktifitas manusia (giongo). Makna yang paling banyak ditemukan yaitu suara tertawa dan bunyi benturan suatu benda. Struktur terbanyak pada keseluruhan onomatope diantaranya, CVQ dengan total 17 data, CVR dengan total 14 data, dan CVCVQ dengan total 12 data. Bentuk onomatope dengan kata dasar (gokon), pemadatan suara (sokuon), dan pemanjangan suara (chouon).
- ItemANALISIS ALIH KODE LIRIK LAGU DALAM ALBUM JINSEI X BOKU KARYA ONE OKE ROCK (Kajian Sosiolinguistik)(Program Studi Bahasa Jepang S1, 2023) Yogi Indra Pratama; Felicia Aprilani (Pembimbing)This study aims to analyze the form of code-switching and the causes of codeswitching in the album jinsei x boku by one oke rock. The benefits of this research will contribute to linguistics, especially the study of sociolinguistics in terms of codeswitching. Practically, it helps students who are curious about code-switching contained in the lyrics of the songs from One Oke Rock's album Jinsei X Boku. This research method uses qualitative descriptive with data collection techniques using the listening method with the basic technique of free-involved viewing (SBLC) and using the note-taking technique as a follow-up. The recording is done directly when the author listens to the songs in Jinsei x Boku album by One Okay Rock. This study found two forms of code-switching, namely code-switching in the form of clauses and codeswitching in the form of phrases. Several factors influenced code-switching in the six songs that the author studied namely age, bilingualism, trends, and competition.
- ItemKATA GABUNG BAHASA JEPANG DALAM MANGA JINMEN(Program Studi Bahasa Jepang S1, 2025) Winnie Delfina Welliam; Rama Ulun Sundasewu (Pembimbing)Gouseigo merupakan kata yang terbentuk sebagai hasil penggabungan beberapa morfem isi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kata gabung dan perubahan makna yang terjadi. Kata gabung (gouseigo) (合成語) sendiri terdiri dari fukugougo (複合語) atau kata majemuk (komposisi), kata ulang (jougo) (畳語) yang berarti kata ulang (reduplikasi), dan kata turunan (haseigo) (派生語) yang disebut juga sebagai kata turunan (derivasi). Simpulan yang diperoleh dari penulisan skripsi ini yaitu ditemukannya 3 jenis kata gabung, yang masing-masing ditemukan 7 data untuk fukugougo, 7 data haseigo dan 7 data jougo, dengan total 21 data dalam manga Jinmen. Kemudian ditemukan 4 jenis perubahan makna yang masing-masing ditemukan 10 data perluasan makna, 5 data penyempitan makna, 4 data peninggian makna dan 2 data persamaan makna atau asosiasi.