Film And Television Production
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Film And Television Production by Title
Now showing 1 - 20 of 42
Results Per Page
Sort Options
- ItemFILM DOKUMENTER “BANGRENG SENI SUNDA DI PARAPATAN JALAN” PERAN: DOKUMENTARIS(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2024) Anggi Lestari PajaFilm dokumenter “Bangreng seni Sunda di parapatan jalan” merupakan syarat kelulusan Program Studi Produksi Film dan Televisi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Widyatama. Penulisan membahas proses pembuatan film dokumenter budaya berdurasi 26 menit yang melibatkan tahapan praproduksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam perancangan film dokumenter penulis berperan sebagai dokumentaris yang bertanggung jawab dalam periset, membuat naskah, praproduksi, produksi, dan tahap pasca produksi. Mengkaji kesenian tradisional “Bangreng, Seni Sunda di Parapatan Jalan” di Jawa Barat sebagai bagian dari warisan budaya dengan nilai historis dan sosial tinggi. Kesenian Bangreng, berasal dari Terbang Buhun, mencerminkan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat serta menjadi simbol identitas budaya di tengah arus modernisasi. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi tua berperan penting dalam mentransfer pengetahuan kesenian Bangreng kepada generasi muda, meskipun menghadapi tantangan seperti kurangnya minat dan pengaruh budaya luar. Penelitian ini mengusulkan judul dokumenter “Bangreng, Seni Sunda di Parapatan Jalan” yaitu kesenian tradisional berasal dari kesenian terbang dan ronggeng di kabupaten Sumedang. Judul ini menggambarkan filosofi Sunda pada suatu kondisi dipersimpangan jalan di era kemajuan zaman yang berdampak pada budaya dan bentuk kesenian sunda yang berevolusi dari masa ke masa hingga masa kini. Dokumenter ini diharapkan meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional yang kaya akan nilai budaya dan lingkungan. Dukungan pemerintah, lembaga budaya, dan media massa sangat penting dalam upaya pelestarian ini. Pembuatan film dokumenter diidentifikasi sebagai solusi efektif untuk mendokumentasikan kesenian Bangreng serta menjadikan pencerahan terhadap Masyarakat luas. Kolaborasi antara komunitas lokal, pemerintah, akademisi, dan media diperlukan untuk film dokuemnter ini, sehingga kesenian Bangreng dapat dikenal dan terus hidup.
- ItemLAPORAN TUGAS AKHIR PENULISAN FILM FIKSI PENDEK “DI PENGHUJUNG JALAN” PERAN EDITOR FILM(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Arif Afandi BarusKarya film fiksi pendek berjudul “Di Penghujung Jalan” mengangkat kisah Bu Surti, seorang ibu lanjut usia yang harus tinggal di panti jompo karena keputusan anaknya. Film ini menyoroti persoalan kesepian pada lansia dan pentingnya perhatian keluarga sebagai faktor kualitas hidup. Dalam proses penciptaan karya ini, penulis berperan sebagai editor sekaligus colorist, sehingga fokus utama terletak pada penyusunan alur visual, ritme penyuntingan, serta pembentukan suasana perasaan emosional melalui warna. Metode penciptaan dilakukan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Editing Film (2019), meliputi tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Pada tahap praproduksi, penulis menganalisis skenario dan menyusun dummy film berdasarkan storyboard sebagai acuan editing. Pada tahap produksi, penulis melakukan administrasi hasil syuting, termasuk klasifikasi file, sinkronisasi audio dan visual, serta logging shot. Pada tahap pascaproduksi, penulis menyusun assembly cut, rough cut, fine cut, hingga picture lock. Selanjutnya dilakukan color correction untuk memastikan konsistensi antar shot dan color grading untuk membangun suasana visual, seperti penggunaan tone dingin pada adegan kesepian dan tone hangat pada adegan interaksi keluarga. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa editing berperan penting dalam menjaga kontinuitas cerita, mengatur ritme film, dan memperkuat pesan emosional film. Sementara itu pada proses color grading berkontribusi dalam membangun pesan visual yang mendukung tema kesepian dan hubungan keluarga. Film ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis bagi mahasiswa Produksi Film dan Televisi, sekaligus menjadi refleksi sosial mengenai pentingnya perhatian anak terhadap orang tua di usia lanjut.
- ItemPENCIPTAAN FILM DOKUMENTER FENOMENA PERNIKAHAN ANAK DI BAWAH UMUR BERTAJUK “BUNGA DIBALIK JENDELA” PERAN DOKUMENTERIS(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Monica Arthamevia; Atalia Praratya (Pembimbing)Film Dokumenter “Bunga Dibalik Jendela” merupakan syarat kelulusan Program Studi Produksi Film dan Televisi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Widyatama. Penulisan membahas proses pembuatan film dokumenter sosial berdurasi 22 menit yang melibatkan tahapan perencanaan, praproduksi, produksi, dan pasca produksi dalam perancangan film dokumenter penulis berperan sebagai dokumenteris. Pernikahan dini merupakan salah satu isu sosial yang masih marak terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Mekarsari, Jawa Barat. Dokumenter berjudul "Bunga Dibalik Jendela" mengeksplorasi fenomena dengan menghadirkan kisah nyata individu yang mengalami pernikahan anak, seperti Fitri dan Elis. Melalui film ini menyajikan realitas kehidupan mereka, mulai dari latar belakang budaya dan ekonomi hingga dampak emosional dan sosial yang mereka alami. Proses penciptaan film ini melibatkan riset, wawancara dengan narasumber, dan pengamatan langsung terhadap dinamika desa. Dokumenter ini menggunakan elemen visual yang diperkaya oleh sound design berbasis budaya lokal, seperti musik karawitan Sunda, yang memperkuat konteks dan emosi dalam cerita. Selain itu, film ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko pernikahan dini, membuka dialog lebih luas tentang isu ini, dan mendorong perubahan sosial. Hasilnya, "Bunga Dibalik Jendela" tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga alat advokasi yang memberikan perspektif mendalam tentang pentingnya melindungi hak anak dan menciptakan masa depan yang lebih baik.
- ItemPENCIPTAAN FILM DOKUMENTER FENOMENA PERNIKAHAN DINI BERTAJUK “BUNGA DIBALIK JENDELA” PERAN: PRODUSER(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Deli RitnowatiKarya film dokumenter berjudul Bunga Dibalik Jendela merupakan syarat kelulusan dari Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widyatama Bandung. Karya ini bertujuan untuk memperlihatkan sebuah Desa yang dimana masih terjadi pernikahan dini dan kehidupan seseorang yang sudah melakukan pernikahan dini. Adapun tujuan lainnya yaitu penciptaan karya ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan edukasi untuk masyarakat Indonesia mengenai dampak dari pernikahan dini secara nyata tanpa rekayasa agar dapat memberikan sudut pandang baru kepada khalayak, serta memberikan pemahaman dan pandangan baru untuk warga Desa Mekarsari mengenai penting nya peran orang tua untuk anak. Film dengan durasi 25 menit ini meliputi tahap pra produksi, produksi, pasca produksi, serta memberikan pengalaman pada Penulis untuk mengatur dan mengelola pada penciptaan film dokumenter ini seperti riset, jadwal produksi, rencana anggaran, perizinan pihak bersangkutan dan lokasi, distribusi. Penelitian menunjukan bahwa menjadi produser memerlukan beberapa tahapan seperti perencanaan anggaran, pembuatan jadwal produksi, pembentukan tim produksi, perizinan pihak dan lokasi yang bersangkutan serta mengawasi proses produksi yang sesuai dengan jadwal dan bertanggung jawab atas semua proses produksi. Tantangan Penulis selama menjadi produser adalah pembuatan rencana anggaran, mengatur seluruh tim produksi untuk mengikuti SOP selama produksi, memasarkan film sesuai dengan visi kelompok. Kesimpulan dari proses karya film dokumenter ini berhasil karena kerjasama tim produksi mulai dari pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Pada manajemen produksi perlu kemampuan komunikasi dan adaptasi yang efektif untuk proses kreatif dan menyelesaikan kendala yang terjadi selama produksi. Penulis harap karya film dokumenter ini dapat memberikan pemahaman mengenai pernikahan dini kepada masyarakat dan memberikan pengetahuan bagaimana menjadi produser, mengelola proses kreatif serta teknis dalam pembuatan film dokumenter.
- ItemPENCIPTAAN FILM PENDEK DRAMA FIKSI BERJUDUL “TERLALU TAKUT PULANG” PERAN : SUTRADARA(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Miftahul Hanif PrasetyoFilm pendek drama fiksi “Terlalu Takut Pulang” mengangkat fenomena quarter life crisis yang dialami orang-orang diusia 20-35 tahun, dengan fokus pada dampak tekanan sosial terhadap hubungan ibu dan anak. Karya ini terinspirasi dari pengalaman personal penulis dan realitas masyarakat yang kerap membuat standar kesuksesan secara materialistik, serta budaya membandingkan kehidupan orang lain. Melalui pendekatan Italian Neorealism, film ini mengeksplorasi realitas kehidupan kelas pekerja urban dengan penggunaan lokasi syuting yang asli, dan dialog natural berbahasa Sunda Indonesia. Simbolisme astronomi yaitu astronot, bulan, dan bintang dimanfaatkan untuk merepresentasikan konflik batin tokoh utama, Bayu, yang merasa gagal memenuhi ekspektasi keluarga dan masyarakat. Melalui film pendek ini penulis yang berperan sebagai sutradara ingin menyampaikan bahwa “Rumah” bukan hanya dimaknai secara fisik, namun sebagai figur yang selalu hadir dan menjadi tempat yang aman bagi seseorang tanpa merasa dihakimi. Kembali ke rumah menjadi salah satu cara menghadapi kompleksitas hidup, dan hidup adalah proses pembelajaran secara terus menerus, dan belajar cara menghargai ritme hidup manusia yang berbeda-beda.
- ItemPENCIPTAAN FILM PENDEK DRAMA FIKSI ILMIAH BERJUDUL “NAGALINI”(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2024) Lutfi Nur Rohman; Kenmada Widjajanto (Pembimbing)“Nagalini” adalah film pendek dengan genre drama fiksi ilmiah, yang mengisahkan tentang seorang ibu yang mengalami guncangan batin membawa anaknya pindah ke sebuah desa untuk mencari aman, keberadaan sosok naga dengan kondisi ambigu di desa menimbulkan guncangan baru bagi si ibu. Kisah ini berangkat dari keresahan tentang Sesar Lembang, patahan aktif yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana alam yang mengancam wilayah Bandung Raya, sosok Nagalini adalah metafora visual yang digunakan sebagai pengganti Sesar Lembang untuk menciptakan kesan dramatik. Peran sutradara dalam proses penciptaan film “Nagalini” untuk mewujudkan film sesuai dengan skenario adalah dengan bertanggung jawab menyusun konsep, perencanaan, dan pelaksanaan sebuah produksi film sesuai dengan skenario, bertanggung jawab baik secara kreatif dan artistik, dan juga dari segi tata kelola teknis produksi. Salah satu pendekatan yang diambil sutradara dalam film “Nagalini” adalah pemilihan warna film hitam-putih.
- ItemPENCIPTAAN FILM PENDEK DRAMA YANG BERJUDUL “MIMIH PIPIH MIRIH” PERAN : EDITOR(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2024) Noval Fatan AzisKarya film pendek Mimih Pipih Mirih merupakan sebuah representasi dari fenomena perkembangan teknologi digital yang secara nyata memengaruhi dinamika kehidupan sosial dan pola keseharian dalam keluarga modern. Film ini mengangkat isu kerenggangan hubungan antara anak dan kedua orang tuanya yang lebih banyak teralihkan oleh penggunaan telepon genggam serta keberadaan adik bayi yang membutuhkan perhatian penuh. Konflik emosional yang dihadirkan berawal dari usaha sang anak untuk mendapatkan kembali perhatian orang tuanya dengan memberikan hadiah pada momen ulang tahun pernikahan mereka. Namun, hadiah tersebut mengandung makna kedewasaan yang justru menimbulkan gesekan emosional. Cerita kemudian dibalut dengan komedi dan ironi yang mendalam sehingga menghadirkan pengalaman sinematik yang sarat makna sekaligus dekat dengan realitas sosial. Tujuan penciptaan karya ini adalah untuk menjelaskan secara komprehensif proses produksi film, khususnya dengan memberikan fokus pada peran editor dalam alur pasca produksi. Editor dalam hal ini tidak hanya bertugas sebagai penyunting teknis, tetapi juga berperan sebagai kolaborator kreatif yang berfungsi menyelaraskan visi sutradara dengan bentuk visual film. Tahapan pascaproduksi yang dilakukan meliputi capturing, logging, offline editing, serta online editing. Setiap tahap memerlukan ketelitian teknis sekaligus pemahaman naratif agar struktur cerita, ritme emosional, dan kesinambungan visual dapat terjaga. Diskusi antara editor dan sutradara dilakukan secara intensif untuk memastikan bahwa pesan serta makna film tersampaikan sesuai dengan gagasan awal penciptaan. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa editor memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan sebuah karya film. Editor tidak hanya menentukan alur dan tempo cerita, tetapi juga memengaruhi kekuatan emosional yang dirasakan penonton. Dengan demikian, film Mimih Pipih Mirih tidak hanya menghadirkan refleksi tentang dampak teknologi digital terhadap hubungan keluarga, tetapi juga memperlihatkan kontribusi nyata editor sebagai elemen kunci dalam menghasilkan karya sinematik yang utuh, bermakna, dan komunikatif.
- ItemPENCIPTAAN FILM PENDEK FIKSI BERJUDUL “NAGALINI” PERAN ASISTEN SUTRADARA(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Yulia Rahayu; Muhammad Akbar (Pembimbing)“Nagalini” merupakan film pendek fiksi ilmiah yang menceritakanseorang Ibu bernama Indah yang memiliki kondisi sosial untuk mengharuskannya pindah dan membawa anaknya, Erwin ke pedesaan di Bandung. Dalam hal yangdimaksud, laporan tugas akhir ini bertujuan untuk menguraikan proses penciptaankarya film “Nagalini” dengan fokus pada peran penulis sebagai asisten sutradara. Dalam metode penciptaan, penulis melakukan (2) tahapan proses kreatif,di antaranya yaitu tahap praproduksi dan tahap produksi. Pada proses produksifilm ini penulis merujuk berdasarkan keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia mengenai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yaitu: Asisten Sutradara adalah orang yang memiliki kemampuan membantu produser dan sutradara untuk memastikan film diproduksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan dapat mempertahankan lingkungan kerja sehingga sutradara, artis utama (aktor) dan kru dapat fokus pada pekerjaan mereka. Asisten Sutradara bertugas membuat breakdown skenario yang akan dijadikan acuan untuk mengawasi manajemen harian mulai dari penjadwalan aktor dan kru, peralatan, skrip, dan set.
- ItemPENCIPTAAN FILM PENDEK FIKSI ILMIAH "NAGALINI" PERAN PRODUSER(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Ega Arisandi; Kenmada Widjajanto (Pembimbing)Judul film “Nagalini” diambil dari kata “Naga” yang merupakan makhluk mitologi berwujud ular raksasa, dan “lini” yang dalam bahasa Sunda berarti gempa bumi. Nagalini dalam film ini menggambarkan secara metafora keberadaan sesar di sebuah desa, dimana pergerakan dan potensi bahayanya tidak dapat diprediksi. Seorang ibu dengan anaknya yang bernama Erwin, baru saja pindah ke desa tersebut. Saat Erwin tiba-tiba menghilang, ia meninggalkan tanda atau jejak yang kemudian ditemukan warga desa. Ternyata tanda tersebut berkaitan dengan suatu ritual yang menjaga agar Nagalini tidak bangun. Dalam karya ini penulis sebagai produser memiliki tujuan utama menghasilkan karya film yang berkualitas dan sesuai dengan visi film. Pada dasarnya film ini berawal dari keresahan penulis mengenai keberadaan sesar yang dekat dengan kehidupan masyarakat di beberapa daerah, seperti Bandung. Visi film adalah untuk menggambarkan potret kehidupan masyarakat yang berada dekat dengan ancaman bencana atau rawan bencana. Produser bertanggung jawab untuk berperan dalam pengembangan cerita, mengelola praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, hingga distribusi film. Proses produksi film ini selaras dengan tahapan kerja sutradara yang mengambil tahapan kerja berdasarkan SKKNI dan buku oleh Rea & Irving.
- ItemPENCIPTAAN FILM PENDEK FIKSI ILMIAH "NAGALINI" PERAN SINEFOTOGRAFI(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Abdullah Malik Fajar; Muhammad Akbar (Pembimbing)“Nagalini” film ini ingin mengangkat premis tentang keluarga pendatang, ibu dan anak ke sebuah desa yang dekat dengan keberadaan seekor naga yang tidak diketahui sedang tertidur atau sudah mati. Fokusnya terdapat pada interaksi antara tokoh utama, baik interaksi ibu dengan anaknya, maupun ibu dengan masyarakat dalam merespon keberadaan naga tersebut. Film ini diangkat atas keresahan penulis yang tinggal dekat dengan titik sesar Lembang, yang hingga saat ini masih bertanya tanya dengan isu sesar Lembang. Walaupun menggunakan wilayah Bandung sebagai latar belakang, akan tetapi ini dapat menjadi cerminan masyarakat dalam melihat ancaman bencana pada titik-titik wilayah yang rawan di seluruh Indonesia, tidak hanya wilayah Bandung. Oleh sebab itu, fokus objek pada film ini akan memiliki judul: “Nagalini”. Pendekatan penciptaan diambil dari sudut pandang okupansi yang dipilih dalam pembuatan film ini, yaitu Pengarah Sinematografer. Pada pembuatan film ini penulis memposisikan diri sebagai Pengarah Sinematografer menurut SKKNI nomor 27 tahun 2019. Dimana yang sudah tertulis tugas Pengarah Sinematografer yang lebih dikenal Director of Photography (DP/DOP) yaitu bertanggung jawab terhadap keseluruhan hasil imaji visual (fotografi) pada sebuah film, seorang pimpinan pada divisi Tata Kamera Film. Seorang DP adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kualitas gambar dan pandangan sinematik dari sebuah film (Job Description Pekerja Film: 2008). Diperlukan keahlian yang bagus mengenai sinematografi, dimana hal itu mencangkup pencahayaan, pemilihan kamera, serta mampu menciptakan kesan yang sesuai dengan visual yang telah dibuat oleh sutradara.
- ItemPENULISAN FILM FIKSI PENDEK “DI PENGHUJUNG JALAN” HALAMAN JUDUL PERAN SUTRADARA(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Raden Mochamad Adhi Sudrajat BagaskaraKarya film fiksi berjudul “Di penghujung jalan” ini adalah syarat kelulusan yang ditetapkan oleh Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widyatama Bandung. Karya ini bertujuan menjelaskan secara rinci mengenai proses penciptaan karya film “Di Penghujung Jalan” dengan fokus pada peran penulis sebagai sutradara. Menceritakan tentang seorang ibu yang di asingkan ke panti jompo oleh anaknya. Karya ini mencangkup berbagai aspek penyutradaraan seperti pengelolaan alur cerita, pemilihan lokasi, pengarahan talent, pengembangan karakter pada talent, dan pembuatan treatment dan konsep film. Penulis melakukan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dengan melakukan riset lapangan, observasi dan wawancara dengan penghuni dan pengurus panti jompo untuk menangkap emosi nyata, lalu penulis juga menganalisis film-film yang serupa sebagai penambah refrensi dalam pembangunan treatment film. Penulis juga melakukan kajian literatur untuk mendapatkan pemahaman dari konsep-konsep dan teori dasar tentang penyutradaraan dalam pembuatan film fiksi. Dari hasil penelitan menunjukan bahwa penyutradaraan yang baik dapat secara signifikan meningkatkan kualitas visual, emosi, suasana, dan hasil akhir sebuah film. Selain tentang pengembangan dalam visual, penulis juga mendapatkan kesimpulan bahwa dalam penyutradaraan juga memiliki tanggung jawab tentang kinerja kru, komunikasi, dan motivator untuk tim agar bekerja secara maksimal. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah bahwa penyutradaraan memiliki peran yang sangat penting dalam pembuatan film fiksi “Di penghujung jalan”. Kinerja penyutradaraan yang baik tidak hanya memiliki peran dalam treatment dan konsep film saja, melainkan juga memiliki tanggung jawab dalam kinerja kru agar proses pembuatan film dari pra produksi, produksi dan pasca produksi bisa berjalan dengan lancar.
- ItemPERAN PRODUSER DALAM MANAJEMEN PRODUKSI PADA FILM FIKSI BERJUDUL “TERLALU TAKUT PULANG” PERAN : PRODUSER(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Ahnaf Fauzan RamadhanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran produser dalam manajemen produksi film fiksi berjudul “Terlalu Takut Pulang”. Penulis yang berperan menjadi seorang produser memiliki tanggung jawab utama dalam mengelola seluruh tahap produksi, mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi, sesuai dengan Standar Kompetensi kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 347 Tahun 2019. Film ini mengangkat tema Quarter Life Crisis yang dialami oleh generasi muda, khususnya tokoh utama yang bernama Bayu, yang berjuang untuk memenuhi impiannya menjadi seorang astronot. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa peran produser yaitu memastikan kelancaran produksi, mengelola anggaran, melakukan kordinasi dengan tim, serta melakukan distribusi film. Film ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang tantangan generasi muda dan pentingnya menjaga hubungan dengan keluarga.
- ItemPERANCANGAN FILM DOKUMENTER BERJUDUL “BARONG: ANTARA JEJAK DAN GERAK” PERAN: PRODUSER(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Natasya Putri AnggraeniFilm dokumenter Barong: Antara Jejak dan Gerak merupakan sebuah karya yang merekam upaya pelestarian kesenian tradisional Ulin Barong Sekeloa yang hidup dan berkembang di lingkungan urban Kelurahan Sekeloa, Kota Bandung. Kesenian ini merupakan warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak tahun 1885, dan kini berada di bawah naungan Paguyuban Barong Sekeloa yang terdiri dari 18 lingkung seni dengan karakteristik dan pendekatan yang beragam. Film ini memotret kompleksitas dinamika internal yang terjadi dalam paguyuban, terutama terkait dengan tantangan menjaga keselarasan antar kelompok seni, serta perjuangan untuk mendapatkan pengakuan Ulin Barong Sekeloa sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Dengan menggunakan pendekatan ekspositori, film ini menekankan struktur naratif yang informatif melalui narasi, wawancara dengan pelaku budaya lintas generasi, serta dokumentasi kegiatan komunitas. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran yang menyeluruh dan terstruktur kepada penonton mengenai sejarah, nilai budaya, serta tantangan yang dihadapi Paguyuban Ulin Barong Sekeloa dalam menghadapi modernisasi dan klaim budaya dari luar. Penulis mengambil peran sebagai produser, yang bertanggung jawab dalam mengelola seluruh tahapan produksi mulai dari riset, pra-produksi, pelaksanaan syuting, hingga pasca produksi dan distribusi, dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang perfilman. Karya ini diharapkan tidak hanya menjadi media dokumentasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi publik atas pentingnya kolaborasi dan solidaritas komunitas dalam menjaga warisan budaya lokal. Selain itu, film ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah terhadap pentingnya pelestarian budaya tradisional sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa.
- ItemPERANCANGAN FILM DRAMA PENDEK “SASAK PANGIRIMAN”(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2024) Farisya Salsabila Azzahra“Sasak Pangiriman” merupakan film drama pendek yang menceritakan perjuangan seorang ibu single mother bernama Bu Neneng yang bekerja sebagai kurir paket untuk menghidupi keluarganya, Galu dan Enin. Dalam hal ini, laporan tugas akhir ini bertujuan untuk menguraikan proses penciptaan karya film “Sasak Pangiriman” dengan fokus pada peran penulis sebagai penulis skenario. Dalam metode penciptaan, penulis melakukan tiga (3) tahapan proses kreatif, di antaranya yaitu tahap praproduksi, tahap produksi, dan tahap pascaproduksi. Dalam proses penulisan skenario, penulis menggunakan teori penulisan struktur tiga (3) babak atau Three-Act Structure, merujuk kepada buku yang ditulis oleh seorang penulis skenario asal Amerika, Syd Field, yang berjudul “Screenplay: The Foundations of Screenwriting (1979)”. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa penulis skenario memiliki peran penting dalam suatu penciptaan karya film. Beberapa tahapan yang harus dilalui penulis skenario di antaranya mulai dari pencarian ide, pengembangan konsep cerita, menyusun premis dan treatment cerita, menulis skenario, revisi dan penyempurnaan naskah, sampai dengan finalisasi skenario. Peran penulis skenario dalam pemberian makna pada suatu karya film juga merupakan hal yang penting, karena film yang berkualitas adalah selain dapat memberikan hiburan, tetapi juga dapat memberikan edukasi dan menyampaikan pesan untuk banyak orang. Kesimpulan dari penciptaan ini adalah keberhasilan penciptaan suatu karya film sangat dipengaruhi oleh kualitas skenario, kerja sama tim produksi, dan kualitas akting aktor. Penulis berharap karya film ini dapat menjadi representasi perjuangan para ibu, khususnya ibu single parent dan dapat menginspirasi banyak orang.
- ItemPERANCANGAN FILM DRAMA PENDEK “SASAK PANGIRIMAN”(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2023) Iqlima Meidha D’ZijarmansyahKarya ini bertujuan untuk menguraikan atau menjelaskan secara rinci Proses pembuatan film pendek fiksi berjudul Sasak Pangiriman yang bergenre drama keluarga, dengan fokus khusus pada peran penulis sebagai asisten sutradara. Karya ini dengan total durasi dua puluh lima (25) menit melibatkan tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Film ini menceritakan perjuangan seorang ibu single parent bernama Bu Neneng yang bekerja sebagai kurir paket untuk menghidupi keluarganya, Galu dan ibunya Enin. Dalam hal ini, laporan tugas akhir ini bertujuan untuk menjelaskan secara rinci proses penciptaan karya film Sasak Pangiriman dengan fokus pada peran asisten sutradara. Hasil penciptaan menunjukan bahwa peran asisten sutradara memiliki peran penting dalam membantu sutradara untuk tetap fokus pada visinya, beberapa tahapan yang harus dilalui sebagai asisten sutradara mulai dari mengatur jadwal harian produksi, menjadi penghubung antara sutradara dengan kru lainnya seperti produser, DOP, art director, editor di dalam film, dan memperhatikan continuity pengadegan dalam film. Kesimpulan dari karya ini adalah keberhasilan pembuatan film pendek fiksi drama sangat bergantung pada keseluruhan proses produksi mulai dari praproduksi, produksi dan pascaproduksi selain itu juga bergantung pada kerjasama tim produksi. Proses kreatif menjadi asisten sutradara harus pandai dalam mengelola penjadwalan, tegas dalam mengambil keputusan, serta pandai berkomunikasi dengan jelas dan efektif.
- ItemPERANCANGAN FILM FIKSI PENDEK BERJUDUL ABAH INGIN KE KA’BAH(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2024) Soerachman DwiwaloejoKarya penciptaan berupa film fiksi berjudul Abah Ingin ke Ka’bah ini merupakan syarat kelulusan dari Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widyatama Bandung. Perancangan diawali dari pencarian ide cerita dan riset daring terkait dengan beberapa hal yang hendak diangkat di dalam cerita. Ide cerita disusun ke dalam skenario yang kemudian dianalisa dan dibreakdown menjadi berbagai komponen informasi penting bagi seluruh departemen dari tim produksi film, sehingga persiapan dapat dilaksanakan berbasis linimasa yang ditetapkan. Kompetensi masing-masing bidang dari tim produksi menjadi faktor yang sangat menentukan terhadap kelancaran proses dan kualitas produk, di samping kemampuan tiap-tiap kru untuk bekerja secara bertim. Film Abah Ingin ke Ka’bah yang bergenre drama ini menyajikan tontonan yang selain menghibur, juga memiliki nilai tuntunan bagi kehidupan manusia pada umumnya, dengan menyampaikan sebuah pesan moral bahwa sebuah cita-cita baik dengan upaya yang konsisten, dapat menghantarkan seseorang kepada derajat kemuliaan dan bisa menjadi kekuatan bagi lingkungan sekitarnya. Sekalipun cerita film ini menyajikan plot twist dari kemanusiawian yang dapat terjadi kepada siapapun, namun tetap tidak membelokkan premis dan loglinenya. Film dengan durasi 32 menit 16 detik ini menempuh perjalanan satu setengah bulan menuju penyelesainnya, dari mulai tahap praproduksi, produksi hingga pascaproduksi. Meskipun tidak sedikit kendala yang dihadapi pada proses pembuatannya, baik dari aspek yang dapat diduga ataupun tidak, film ini dinilai dapat menghantarkan pesan yang dibawanya kepada penonton, melalui kemampuan akting para pemeran dan kualitas sinematografi serta music scoring yang menyentuh.
- ItemPERANCANGAN FILM FIKSI PENDEK BERJUDUL ABAH INGIN KE KA’BAH(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2024) Sofyan ApriansahTugas akhir ini mencakup sejumlah aspek kreatif dari penataan artistik dalam sebuah produksi film. Fokus utamanya adalah untuk menjelajahi bagaimana estetika visual mempengaruhi persepsi pemirsa dan menciptakan pengalaman yang mendalam. Karya penciptaan berupa film fiksi berjudul Abah Ingin ke Ka’bah ini merupakan syarat kelulusan dari Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widyatama Bandung. Tugas akhir ini memberikan pengalaman dan wawasan berharga berkenaan peran penataan artistik dalam menyampaikan pesan film kepada pemirsa. Manfaat lain yang dirasakan dari tugas akhir ini adalah pada aspek pengembangan pemahaman tentang bagaimana keputusan desain dari penataan artistik dapat mempengaruhi pemirsa secara emosional. Hasil karya tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi adik-adik angkatan di Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widyatama Bandung yang berkaitan dengan bidang tata artistik.
- ItemPERANCANGAN FILM FIKSI PENDEK BERJUDUL DETAK DETIK(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2024) Habiebul Haromain MaulanaKarya film fiksi berjudul Detak Detik ini merupakan syarat kelulusan dari Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widyatama Bandung. Karya ini bertujuan untuk menguraikan secara rinci proses pembuatan film pendek fiksi berjudul Detak Detik yang bergenre drama romansa, dengan fokus khusus pada peran penulis sebagai produser. Karya dengan total durasi 29 menit ini melibatkan tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi, serta mengabadikan pengalaman penulis dalam mengelola waktu, dana, tim produksi dan merencanakan pemasaran untuk film yang dibuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses menjadi produser memerlukan beberapa tahapan kunci, yakni: perencanaan anggaran biaya, pembuatan jadwal selama produksi, pembentukan tim, memerhatikan proses produksi agar berjalan lancar, bertanggung jawab atas semua proses produksi. Tantangan utama yang dihadapi penulis meliputi pembuatan anggaran dana yang sesuai, pencarian dana, memastikan proses produksi sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat, memasarkan film sesuai dengan visi nya. Selain itu, Karya ini juga meyakinkan penulis bahwa kolaborasi dengan sutradara, penulis naskah, seluruh tim produksi dan aktor sangat penting untuk mewujudkan visi kreatif dari skenario ke dalam bentuk visual. Kesimpulan dari karya ini adalah keberhasilan pembuatan film pendek fiksi sangat bergantung pada keseluruhan proses produksi mulai dari pra produksi, produksi, hingga pasca produksi selain itu juga bergantung pada kerjasama tim produksi. Proses kreatif dalam produser memerlukan kemampuan adaptasi dan komunikasi yang efektif untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul selama produksi. Penulis berharap karya ini dapat memberikan wawasan praktis bagi produser dan pembuat film pemula dalam mengelola proses kreatif dan teknis pembuatan film pendek.
- ItemPERANCANGAN FILM FIKSI PENDEK BERJUDUL SASAK PANGIRIMAN(Program Studi Produksi Film dan Televisi, 2024) Aldi RenaldiFilm fiksi Sasak Pangiriman merupakan syarat kelulusan Program Studi Produksi Film dan Televisi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Widyatama. Penulisan membahas proses pembuatan film pendek dengan genre drama berdurasi 25 menit yang melibatkan tahapan praproduksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam perancangan film drama pendek penulis berperan sebagai produser yang bertanggung jawab dalam mengelola waktu, dana, tim produksi, serta merencanakan distribusi. Penelitian menunjukkan bahwa menjadi produser memerlukan tahapan seperti perencanaan anggaran, pembuatan jadwal produksi, pembentukan tim produksi, pengawasan produksi, dan tanggung jawab atas semua proses produksi. Tantangan bagi penulis yaitu mencari dana sponsorship, menjaga jadwal produksi, memecahkan masalah yang terjadi, dan distribusi film sesuai visi. Hal tersebut tentunya melibatkan kolaborasi antara produser dengan sutradara, penulis naskah, tim produksi, dan aktor. Kesimpulan dari proses pembuatan film ini adalah film yang sukses bergantung pada proses produksi secara keseluruhan, termasuk pra produksi, produksi, dan pasca produksi, serta kerjasama tim produksi sangatlah penting. Proses kreatif produser membutuhkan adaptasi dan komunikasi efektif untuk menghadapi tantangan produksi. Penulis berharap karya ini dapat bermanfaat bagi produser, tim dan sineas dalam mengelola sebuah film.
- ItemPERANCANGAN FILM FIKSI PENDEK BERJUDUL SASAK PANGIRIMAN(Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2024) Rizky Satrio PradanaKarya film fiksi berjudul “Sasak Pangiriman” ini merupakan salah satu syarat kelulusan Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widyatama Bandung. Tujuan dari karya ini adalah untuk mendeskripsikan secara detail proses produksi film pendek fiksi berjudul “Sasak Pangiriman” yang bergenre drama, dengan fokus khusus pada peran penulis sebagai editor film. Karya dengan total durasi 25 menit ini melibatkan tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi, serta mengabadikan pengalaman penulis dalam Merencanakan editing,Melakukan Persiapan editing, Melaksanakan Melaksanakan editing,Melaksanakan Mastering untuk film yang akan dibuat. Penelitian menunjukkan bahwa menjadi editor film memerlukan beberapa langkah penting. Yaitu: Menganalisis skenario untuk melakukan Editing, Merancang persiapan untuk proses Editing, memastikan kelengkapan kebutuhan proses Editing, menyiapkan pelaksanaan pekerjaan Assembly, Melaksanakan pekerjaan Assembly untuk menyambung shot ditetapkan berdasarkan urutan laporan syuting/storyboard/shot list., Melakukan pemotongan akhir berdasarkan diskusi bersama sutradara atau produser untuk menjadi final edit / picture lock, Membuat administrasi data editing setelah picture lock untuk didistribusikan ke tahap online editing. Tantangan utama yang dihadapi penulis yakni memegang tanggung jawab besar untuk shot yang telah diambil oleh rekan tim produksi, memaksimalkan perangkaian cerita yang dibentuk dari skenario menjadi sebuah karya audio visual yang akan ditonton untuk khalayak umum untuk menyampaikan pesan, dan membentuk potongan gambar yang memiliki penekanan emosi dalam film pada tahap Editing. Kesimpulan dari karya ini adalah Keberhasilan produksi sebuah film fiksi pendek bergantung pada keseluruhan proses produksi, mulai dari pra produksi, produksi, hingga pasca produksi, dan kerja sama tim produksi.Proses produksi kreatif memerlukan kemampuan beradaptasi dan komunikasi yang efektif untuk mengatasi berbagai masalah dan tantangan yang muncul selama produksi. Penulis berharap karya ini dapat memberikan wawasan praktis kepada editor film dan pembuat film pemula untuk menangani proses kreatif dan teknis produksi film pendek.
- «
- 1 (current)
- 2
- 3
- »