Film And Television Production

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 42
  • Item
    PENULISAN FILM FIKSI PENDEK “DI PENGHUJUNG JALAN” HALAMAN JUDUL PERAN SUTRADARA
    (Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Raden Mochamad Adhi Sudrajat Bagaskara
    Karya film fiksi berjudul “Di penghujung jalan” ini adalah syarat kelulusan yang ditetapkan oleh Program Studi Produksi Film dan Televisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widyatama Bandung. Karya ini bertujuan menjelaskan secara rinci mengenai proses penciptaan karya film “Di Penghujung Jalan” dengan fokus pada peran penulis sebagai sutradara. Menceritakan tentang seorang ibu yang di asingkan ke panti jompo oleh anaknya. Karya ini mencangkup berbagai aspek penyutradaraan seperti pengelolaan alur cerita, pemilihan lokasi, pengarahan talent, pengembangan karakter pada talent, dan pembuatan treatment dan konsep film. Penulis melakukan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dengan melakukan riset lapangan, observasi dan wawancara dengan penghuni dan pengurus panti jompo untuk menangkap emosi nyata, lalu penulis juga menganalisis film-film yang serupa sebagai penambah refrensi dalam pembangunan treatment film. Penulis juga melakukan kajian literatur untuk mendapatkan pemahaman dari konsep-konsep dan teori dasar tentang penyutradaraan dalam pembuatan film fiksi. Dari hasil penelitan menunjukan bahwa penyutradaraan yang baik dapat secara signifikan meningkatkan kualitas visual, emosi, suasana, dan hasil akhir sebuah film. Selain tentang pengembangan dalam visual, penulis juga mendapatkan kesimpulan bahwa dalam penyutradaraan juga memiliki tanggung jawab tentang kinerja kru, komunikasi, dan motivator untuk tim agar bekerja secara maksimal. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah bahwa penyutradaraan memiliki peran yang sangat penting dalam pembuatan film fiksi “Di penghujung jalan”. Kinerja penyutradaraan yang baik tidak hanya memiliki peran dalam treatment dan konsep film saja, melainkan juga memiliki tanggung jawab dalam kinerja kru agar proses pembuatan film dari pra produksi, produksi dan pasca produksi bisa berjalan dengan lancar.
  • Item
    PENCIPTAAN FILM PENDEK DRAMA YANG BERJUDUL “MIMIH PIPIH MIRIH” PERAN : EDITOR
    (Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2024) Noval Fatan Azis
    Karya film pendek Mimih Pipih Mirih merupakan sebuah representasi dari fenomena perkembangan teknologi digital yang secara nyata memengaruhi dinamika kehidupan sosial dan pola keseharian dalam keluarga modern. Film ini mengangkat isu kerenggangan hubungan antara anak dan kedua orang tuanya yang lebih banyak teralihkan oleh penggunaan telepon genggam serta keberadaan adik bayi yang membutuhkan perhatian penuh. Konflik emosional yang dihadirkan berawal dari usaha sang anak untuk mendapatkan kembali perhatian orang tuanya dengan memberikan hadiah pada momen ulang tahun pernikahan mereka. Namun, hadiah tersebut mengandung makna kedewasaan yang justru menimbulkan gesekan emosional. Cerita kemudian dibalut dengan komedi dan ironi yang mendalam sehingga menghadirkan pengalaman sinematik yang sarat makna sekaligus dekat dengan realitas sosial. Tujuan penciptaan karya ini adalah untuk menjelaskan secara komprehensif proses produksi film, khususnya dengan memberikan fokus pada peran editor dalam alur pasca produksi. Editor dalam hal ini tidak hanya bertugas sebagai penyunting teknis, tetapi juga berperan sebagai kolaborator kreatif yang berfungsi menyelaraskan visi sutradara dengan bentuk visual film. Tahapan pascaproduksi yang dilakukan meliputi capturing, logging, offline editing, serta online editing. Setiap tahap memerlukan ketelitian teknis sekaligus pemahaman naratif agar struktur cerita, ritme emosional, dan kesinambungan visual dapat terjaga. Diskusi antara editor dan sutradara dilakukan secara intensif untuk memastikan bahwa pesan serta makna film tersampaikan sesuai dengan gagasan awal penciptaan. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa editor memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan sebuah karya film. Editor tidak hanya menentukan alur dan tempo cerita, tetapi juga memengaruhi kekuatan emosional yang dirasakan penonton. Dengan demikian, film Mimih Pipih Mirih tidak hanya menghadirkan refleksi tentang dampak teknologi digital terhadap hubungan keluarga, tetapi juga memperlihatkan kontribusi nyata editor sebagai elemen kunci dalam menghasilkan karya sinematik yang utuh, bermakna, dan komunikatif.
  • Item
    PERANCANGAN FILM PENDEK FIKSI “JERITAN SUNYI” PERAN PRODUSER
    (Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Nayasindah Puspa Galais
    Film pendek “Jeritan Sunyi” merupakan film pendek fiksi bergenre drama psychological thriller yang mengangkat isu fenomena sosial tentang kekerasan dalam rumah tangga dan dampak pola asuh yang salah terhadap psikologis korban. Film ini menggunakan pendekatan visual yang berusaha membawa penonton masuk ke dalam suasana yang dirasakan oleh karakter. Sebagai produser, penulis mempunyai tanggung jawab atas seluruh tahapan produksi, mulai dari tahap perencanaan hingga pascaproduksi. Pada tahapan perencanaan, penulis melakukan pengembangan ide skenario, tahap praproduksi, penulis mengembangkan dan membreakdown naskah, menyusun anggaran produksi, mengurus perizinan lokasi serta merekrut kru sesuai kebutuhan produksi. Pada tahap produksi, produser bertugas mengawasi jalannya syuting film agar sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dan berperan sebagai penghubung utama antar departemen untuk memastikan film terwujud sesuai dengan visi yang sudah direncanakan. Selanjutnya tahap pascaproduksi, produser mempunyai tanggung jawab dalam mengawasi penyuntingan, tata suara, hingga mendistribusikan film agar mendapat jangkauan penonton yang luas dan mengelola film agar dapat diputar dan diikuti ke festival. Keberhasilan sebuah produksi film tidak hanya bergantung pada aspek teknis dan kreatif saja, tetapi juga pada manajemen yang baik. Penulis berharap film ini tidak hanya sebagai media hiburan saja, melainkan untuk meningkatkan kesadaran akan fenomena kekerasan dalam rumah tangga dan dampak pola asuh yang salah.
  • Item
    PERANCANGAN FILM DOKUMENTER BERJUDUL “BARONG: ANTARA JEJAK DAN GERAK” PERAN: PRODUSER
    (Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Natasya Putri Anggraeni
    Film dokumenter Barong: Antara Jejak dan Gerak merupakan sebuah karya yang merekam upaya pelestarian kesenian tradisional Ulin Barong Sekeloa yang hidup dan berkembang di lingkungan urban Kelurahan Sekeloa, Kota Bandung. Kesenian ini merupakan warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak tahun 1885, dan kini berada di bawah naungan Paguyuban Barong Sekeloa yang terdiri dari 18 lingkung seni dengan karakteristik dan pendekatan yang beragam. Film ini memotret kompleksitas dinamika internal yang terjadi dalam paguyuban, terutama terkait dengan tantangan menjaga keselarasan antar kelompok seni, serta perjuangan untuk mendapatkan pengakuan Ulin Barong Sekeloa sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Dengan menggunakan pendekatan ekspositori, film ini menekankan struktur naratif yang informatif melalui narasi, wawancara dengan pelaku budaya lintas generasi, serta dokumentasi kegiatan komunitas. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran yang menyeluruh dan terstruktur kepada penonton mengenai sejarah, nilai budaya, serta tantangan yang dihadapi Paguyuban Ulin Barong Sekeloa dalam menghadapi modernisasi dan klaim budaya dari luar. Penulis mengambil peran sebagai produser, yang bertanggung jawab dalam mengelola seluruh tahapan produksi mulai dari riset, pra-produksi, pelaksanaan syuting, hingga pasca produksi dan distribusi, dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang perfilman. Karya ini diharapkan tidak hanya menjadi media dokumentasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi publik atas pentingnya kolaborasi dan solidaritas komunitas dalam menjaga warisan budaya lokal. Selain itu, film ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah terhadap pentingnya pelestarian budaya tradisional sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa.
  • Item
    PERANCANGAN FILM PENDEK DRAMA PSYCHOLOGICAL THRILLER BERJUDUL “JERITAN SUNYI” PERAN SUTRADARA
    (Program Studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Widyatama, 2025) Naba Rizkikarahman Suherlan
    Laporan Tugas Akhir ini membahas proses perencanaan film fiksi pendek berjudul Jeritan Sunyi sebagai salah satu syarat kelulusan dari Program Studi Film dan Televisi, FISIP Universitas Widyatama Bandung. Film ini mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), terutama yang dialami oleh perempuan dan anak-anak. Tema ini juga diangkat karena banyak korban yang terbungkam, baik secara fisik maupun sosial, sehingga suara mereka kerap tidak terdengar. Karakter utama dari Ranti, hadir sebagai simbol dari mereka yang berjuang dalam diam. Melalui cerita ini, saya ingin menyampaikan pesan bahwa diam bukan berarti tidak merasakan luka, dan keterbatasan bukan berarti tidak memiliki kekuatan. Tetapi “Jeritan Sunyi” dirancang bukan semata-mata sebagai tontonan hiburan, melainkan sebagai media refleksi sosial yang mengajak penonton untuk lebih peka terhadap realitas di sekitar mereka. Penulis berharap penonton dapat menyadari bahwa di balik suara yang paling sunyi, tersimpan kekuatan besar yang mampu mendorong perubahan dalam kehidupan.