Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Felicia Aprilani (Pembimbing)"

Now showing 1 - 14 of 14
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM AKUN TIKTOK AYU SAKURA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Dimas Malipajri Mujaki; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Alih kode dan campur kode adalah peristiwa peralihan dan pencampuran suatu bahasa yang digunakan oleh penutur yang memiliki kemampuan lebih dari satu bahasa. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasi bentuk alih kode dan campur kode yang terdapat dalam 17 konten video tiktok Ayu Sakura yang berjudul “Analisis Alih kode dan Campur kode dalam Akun tiktok Ayu Sakura”. Dengan teori alih kode yang digunakan yaitu teori Hoffman dan campur kode menggunakan teori dari Muysken Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan analisis SBLC (Simak Bebas Libat Cakap), metode ini tidak melibatkan Penulis dalam pembuatan video yang akan menjadi data penelitian, melainkan Penulis hanya mengamati kemunculan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 3 bentuk alih kode, yaitu inter-sentential code switching (5 data), intra-sentential code switching (19 data), dan emblematic code switching (8 data). Kemudian terdapat 3 bentuk campur kode, yaitu insertion code mixing (22 data), alternation code mixing (5 data) dan congruent lexicalization code mixing (2 data).
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS ALIH KODE LIRIK LAGU DALAM ALBUM JINSEI X BOKU KARYA ONE OKE ROCK (Kajian Sosiolinguistik)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, 2023) Yogi Indra Pratama; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    This study aims to analyze the form of code-switching and the causes of codeswitching in the album jinsei x boku by one oke rock. The benefits of this research will contribute to linguistics, especially the study of sociolinguistics in terms of codeswitching. Practically, it helps students who are curious about code-switching contained in the lyrics of the songs from One Oke Rock's album Jinsei X Boku. This research method uses qualitative descriptive with data collection techniques using the listening method with the basic technique of free-involved viewing (SBLC) and using the note-taking technique as a follow-up. The recording is done directly when the author listens to the songs in Jinsei x Boku album by One Okay Rock. This study found two forms of code-switching, namely code-switching in the form of clauses and codeswitching in the form of phrases. Several factors influenced code-switching in the six songs that the author studied namely age, bilingualism, trends, and competition.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA KANDOUSHI YANG MENYATAKAN OUTOU PADA ANIME OSHI NO KO (KAJIAN PRAGMATIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Rifany Aliana; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Dalam bahasa Indonesia, kandoushi ialah kata seru. Kandoushi adalah kata seru yang menyatakan perasaan seperti senang, terkejut, sedih, heran dan lainnya, selain itu dapat juga menyatakan panggilan, jawaban dan persalaman. Dalam penelitian ini membahas tentang kandoushi yang menyatakan jawaban (outou). Outou merupakan kandoushi yang berfungsi menyatakan persetujuan, pengertian, penolakan, kesangsian, dan jawaban atas panggilan.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan makna kandoushi yang menyatakan outou. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan fungsi dan makna kandoushi yang menyatakan outou. Sumber data yang digunakan yaitu dari anime yang berjudul Oshi No Ko dengan jumlah 11 episode. Teori yang digunakan untuk pada penelitian ini yaitu teori menurut Horiguchi Sumiku dan Sudjianto. Hasil yang dari penelitian ini bahwa terdapat 17 jenis kandoushi yang menyatakan outou, diantaranya yaitu 6 menyatakan persetujuan, 3 menyatakan pengertian, 6 menyatakan penolakan, 2 menyatakan kesangsian. Fungsi menyatakan jawaban atas panggilan tidak ditemukan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS MAKNA IDIOM YANG TERBENTUK DARI KATA 気 “KI” DALAM MANGA NARUTO SHIPPUDEN VOL. 39 DAN MANGA NEGAI BANA
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, 2022) Shinta Dea Globulina; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Idiom adalah konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota-anggotanya. Idiom termasuk ke dalam kajian semantik Dalam bahasa Jepang, banyak sekali kata yang apabila dipasangkan dengan kata lain menjadi sebuah idiom yang memiliki makna berbeda dari arti kata sebelumnya. Salah satunya adalah kata 気“Ki”. 気“Ki” yang apabila dipasangkan dengan sebuah partikel, kata kerja, dan kata sifat akan berubah menjadi sebuah idiom yang memiliki arti makna yang sangat berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna idiom yang terbentuk dari perubahan kata 気“ki” apabila dipasangkan dengan sebuah partikel kata kerja dan kata sifat. Penulis menggunakan metode simak untuk pengumpulan data dan metode referensial untuk analisis data. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan arti kata 気“Ki” akan berubah makna apabila menjadi sebuah idiom. Dalam Manga “Naruto Shippuden Vol 39” karya Masashi Kishimoto dan “Negai Bana” karya Shiori Machida , terdapat 15 idiom yang memiliki arti berbeda-beda. Dalam bahasa Jepang untuk mengetahui makna sebuah idiom, kita harus mengetahui pola berfikir, tradisi dan kebiasaan, nilai dan corak hidup bangsa Jepang.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS PERIBAHASA JEPANG YANG MENGANDUNG KATA “MULUT” (KAJIAN SEMANTIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Muhammad Nasa Afrizal; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Bahasa merupakan suatu alat komunikasi dalam menjalin hubungan interpersonal, bahasa yang dituangkan dalam bentuk ungkapan atau nasihat yang disebut dengan peribahasa. Peribahasa dalam bahasa Jepang disebut Kotowaza diartikan sebagai rangkaian kata atau ungkapan pendek yang berisikan sarkasme, sindiran, ucapan tidak langsung, nasihat, peringatan, dan sebagainya yang disampaikan dari zaman dulu. Tujuan penelitian ini yaitu memaparkan makna peribahasa Jepang dan memaparkan arti dan makna peribahasa Jepang dengan makna peribahasa Indonesia. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif, sementara itu pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap, untuk mencatat data menggunakan teknik catat. Berdasarkan analisis penulis terdapat 20 peribahasa Jepang dan diperoleh hasil bahwa terdapat 3 data peribahasa jepang yang memiliki makna dan kata yang sama, sedangkan 17 data peribahasa jepang lainnya memiliki unsur kata yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama dengan makna peribahasa Indonesia.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    GAIRAIGO DALAM MANGA DETECTIVE CONAN VOLUME 97 DAN VOLUME 98 (Kajian Morfosemantik)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Ika Nur Hamidah; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Gairaigo merupakan jenis kosakata dalam bahasa Jepang yang mengalami fenomena penyerapan kata dari bahasa asing. Gairaigo tidak bisa langsung digunakan seperti bahasa asalnya, tetapi perlu disesuaikan terlebih dahulu dengan mengalami pembentukan kata dan penyesuaian bunyi sehingga menjadi sebuah kata yang baru. Terkadang, sebuah kata yang baru dapat mengalami perubahan makna, namun ada pula kosakata gairaigo yang memiliki makna sama dengan kosakata asalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembentukan kata serta mendeskripsikan makna yang timbul pada gairaigo dalam manga Detective Conan volume 97 dan volume 98. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologi dan semantik. Teori yang diterapkan pada penelitian ini adalah teori tentang pembentukan kata yang dikemukakan oleh Tsujimura (2000) dan teori makna kontekstual yang dikemukakan oleh Pateda (2001). Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar berupa teknik simak bebas libat cakap dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode padan. Adapun metode padan yang diterapkan adalah metode translasional dengan alat penentunya berupa bahasa lain. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan proses pembentukan kata berupa affixation sebanyak 8 data, compounding sebanyak 15 data, clipping sebanyak 12 data, sedangkan borrowing ditemukan sebanyak 15 data. Jika dianalisis dari segi makna, dapat diketahui bahwa tidak semua gairaigo dapat mengalami perubahan makna, ada banyak sekali gairaigo yang memiliki makna sama dengan kosakata asalnya. Pada sumber data ditemukan 47 data gairaigo yang memiliki makna sama dengan bahasa asalnya. Sedangkan kosakata gairaigo yang mengalami perubahan makna hanya ditemukan sebanyak 3 data.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    KATA MAJEMUK NOMINA YANG TERBENTUK DARI KANJI 体KARADA; KATACHI; TAI; TEI; (KAJIAN MORFOSEMANTIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama Bandung, 2024) Rafii Naufal Ma’mun; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Penelitian ini mengkaji tentang kata majemuk nomina dalam Bahasa Jepang yang dibentuk oleh kanji 体 (karada; katachi; tai; tei) sebagai komponennya. 体 (karada; katachi; tai; tei) bersifat serbaguna, dan ketika digabungkan dengan kanji lain, akan membentuk kata majemuk yang mengandung berbagaimakna berhubungan dengan tubuh dan lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan proses pembentukan dan makna dari kata majemuk nomina yang dibentuk oleh kanji 体 (karada; katachi; tai; tei). Data peneletian diambil dari situs kamus online “Jisho.org”. Teknik dan metode pengumpulan data menggunakan teknik ‘catat’ dan metode ‘simak’, kemudian data di analisis dengan metode ‘agih’ dan teknik ‘bagi unsur langsung’. Berdasarkan analisis data, kata majemuk nomina yang terbentuk oleh kanji 体 (karada; katachi; tai; tei) dua makna, yaitu makna dasar, dan makna perluasan. Empat jenis struktur ditemukan pada makna dasar, dan lima jenis struktur ditemukan pada makna perluasan. Ketika digabungkan menjadi kata majemuk, kanji 体 (karada; katachi; tai; tei) memiliki tujuh jenis makna yaitu, (1) ‘Struktur Organisasi’, (2) ‘Metabolisme’, (3) ‘Norma atau Etika’, (4) ‘Subyek Utama’. (5)‘Bagian Inti’, (6) ‘Mengekspresikan’, (7) ‘Pemecahan Masalah’.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    KONJUNGSI “GA DAN SHIKASHI” DALAM MANGA ONE PIECE VOL. 71 & 100 – 105 KARYA EIICHIRO ODA (KAJIAN SEMANTIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Hilman Nurzaman; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Setsuzokushi atau konjungsi merupakan jenis kelas kata pada bahasa Jepang yang dipergunakan sebagai penyambung klausa dengan klausa, dua kata atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis mengenai makna kalimat dan perbedaan dari jenis konjungsi berlawanan, yaitu konjungsi ga dan shikashi dalam manga One Piece Vol. 71 & 100-105 dan data yang ditemukan seluruhnya berjumlah 53 dan direduksi menjadi 15 data. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap) karena teknik ini tidak melibatkan penulis dalam percakapan dan hanya menyimak saja. Metode analisis data menggunakan padan intralingual dan PUP yang berarti menentukan satuan bahasa yang diselaraskan dengan penggunaannya yaitu konjungsi ga dan shikashi. Konjungsi ga memiliki 3 variasi yaitu [Pernyataan] dan [Realita], [Kondisi] dan [Realita], [Realita] dan [Kondisi], sementara kojungsi shikashi memiliki variasi yang sama, namun juga memiliki variasi [Kondisi] dan [Kondisi]. Pada konjungsi ga umumnya diletakkan di tengah kalimat untuk menghubungkan dua klausa yang berlawanan. sedangkan konjungsi shikashi dapat diletakkan pada awal kalimat kedua yang berlawanan dengan kalimat sebelumnya.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PENGGUNAAN ONOMATOPE GIONGO DAN GITAIGO DALAM KOMIK AO NO HAKO Vol.1-3 (Kajian Semantik)
    (Program Studi Bahasa Jepang, Universitas Widyatama, 2024) Aby Wira Fauzan; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Onomatope merupakan salah satu bentuk alat komunikasi, onomatope juga adalah simbolisasi dari suatu bunyi yang bertujuan untuk memperjelas suatu keadaan dalam bentuk tulisan. metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam Bahasa Jepang onomatope dibagi menjadi 2 kelompok besar yakni giongo, dan gitaigo. Dari dua kelompok tersebut dapat dibagi lagi menjadi beberpa kelompok kecil yakni giseigo, gijougo, dan giyougo. Meskipun menarik untuk dipelajari onomatope ini kerap kali sulit dipahami makna serta fungsinya secara kontekstual. dalam komik banyak sekali jenis dan bentuk dari onomatope yang digunakan. Bentuk dari onomatope ini sendiri juga sangat dipangaruhi oleh beberpa aspek seperti bentuk tulisan pengarang dan bahasa yang digunakan. Penalitian ini sendiri bertujuan untuk menganalisis fungsi dan makna kontekstual yang ada pada komik Ao no Hako Volume 1-3 karya Miura Kouji, metode yang digunakan adalah padan referensial dengan mengartikan data yang didapat kedalam Bahasa Indonesia. Dalam proses yang dilakuan, penulis menemukan 36 buah data, hasil data tersebut merupakan hasil reduksi karena banyaknya data yang serupa. Dari ke-36 data tersebut, terdapat 15 buah data giongo dan 21 buah data gitaigo. Penelitian ini juga bertujuan untuk mencari tahu bagai mana seorang pengarang komik menggunakan onomatope, dengan harapan mempermudah pembelajar Bahasa Jepang untuk memahami fungsi dan makna kontekstual dari onomatope.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PENGGUNAAN SALAM BAHASA JEPANG PADA ANIME FUNE WO AMU
    (Program Studi Bahasa Jepang, Universitas Widyatama, 2024) Muhammad Dherfiano; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Penelitian ini berfokus pada analisis variasi aisatsu di tempat bekerja dalam bahasa Jepang. Cujuan penulisan ialah untuk mengetahui jenis-jenis aisatsu yang biasa diucapkan khususny di tempat bekerja serta fungsi dari aisatsu tersebut Penehtian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah anime Fune wo Amu yang di adaptasi dari Novel karya Shion Miura Teori yang digunakan antara lain teon fungsi aisatsu menurut Ibuki Hapme dan teori pembagian jenis-jenis aisatsu menurut Mizutami Osamu dan Mizutani Nobuko. Dari analisis terhadap cuplikan anime Fune wo Amu diperoleh kesimpulan, yaitu jenis-jenis aisatsu di tempat bekerja dalam bahasa Jepang yang ditemukan adalah aisatsu permohonan maaf, berterima kasih, saat bertemu, saat berpisah, penanda waktu dan ungkapan selamat Kemudian fungsi aisatsu yang paling banyak muncul adalah fungsi penegasan kesadaran hidup bermasyarakat
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PRAANGGAPAN DALAM PODCAST NIHONJIN NO RENAI PADA CHANNEL YOUTUBE JAPANESE WITH SHUN (KAJIAN PRAGMATIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Sabrina Agrivina; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Podcast sebagai media alternatif radio untuk menerima banyak informasi yang didengar melalui internet (YouTube). Pada setiap podcast tentunya melibatkan praanggapan. Praanggapan dalam bahasa Jepang disebut zentei dapat diartikan suatu pembicaraan yang dipercaya sebagai kebenaran sebelum ujaran diucapkan, dalam setiap praanggapan yang diucapkan pastinya memiliki konteks tertentu. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan dan mengklasifikasi pada setiap obrolan yang mengandung praanggapan. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif serta pengumpulan data menggunakan metode simak yakni dengan teknik dasar yaitu teknik sadap. Kemudian teknik lanjutan simak bebas libat cakap dan teknik catat. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu 22 data, praanggapan eksistensial 12 data, praanggapan faktif 5 data, praanggapan non-faktif 1 data, praanggapan leksikal 2 data, praanggapan struktural 1 data, dan praanggapan konterfaktual 1 data.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA ANIME TENSEI SHITARA SLIME DATTA KEN SEASON 3 EPISODE 1-3 (KAJIAN PRAGMATIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Inka Dela Fitria; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Penelitian ini difokuskan pada kajian tindak tutur direktif yang terdapat dalam media anime berbahasa Jepang. Sumber data dalam penelitian ini diambil dari anime Tensei Shitara Slime Datta Ken Season 3, episode 1 hingga 3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan lima jenis tindak tutur direktif beserta makna yang terkandung dalam tuturan antar tokoh. Kelima jenis tersebut meliputi tindak tutur perintah, permintaan, larangan, perizinan, dan anjuran atau saran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak sebagai teknik pengumpulan data, metode padan sebagai teknik analisis data, serta metode informal dalam penyajian hasil. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan sebanyak 36 data tindak tutur direktif. Bentuk tindak tutur tersebut muncul dalam berbagai konteks komunikasi, seperti interaksi antar sekutu, hubungan atasan dan bawahan, hingga percakapan yang melibatkan ancaman maupun negosiasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian pragmatik, terutama pada aspek tindak tutur dalam media populer seperti anime. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar pendukung dalam pembelajaran bahasa Jepang serta sebagai rujukan awal untuk penelitian lanjutan yang berfokus pada kajian linguistik pragmatik atau analisis wacana dalam media audio visual
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM ANIMASI DUNGEON MESHI (KAJIAN PRAGMATIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Agum Ismail Rohmana; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan ekspresi psikologis, khususnya dalam masyarakat multikultural. Dalam konteks pembelajaran bahasa, pendekatan pragmatik dan teori tindak tutur memberikan pemahaman mendalam mengenai makna dan fungsi ujaran dalam interaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur ekspresif serta mendeskripsikan makna yang terkandung dalam percakapan karakter pada animasi Dungeon Meshi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa simak, sadap, dan catat. Data dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan Teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis tindak tutur ekspresif yang ditemukan dalam dialog karakter, yaitu bentuk berterima kasih, meminta maaf, berbela sungkawa, menyalahkan, dan memuji, dengan total 17 data. Setiap tindak tutur dianalisis berdasarkan konteks penggunaannya untuk mengungkap makna implisit yang disampaikan penutur. Penelitian ini menegaskan pentingnya analisis tindak tutur ekspresif dalam memahami kedalaman makna dalam komunikasi antar karakter dalam media visual seperti anime.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    TINDAK TUTUR EKSPRESIF DENGAN PENGGUNAAN BAHASA ISYARAT DALAM DRAMA BERJUDUL ‘SILENT’ (KAJIAN PRAGMATIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Jasmine Anastasya Hafisha Primanda; Felicia Aprilani (Pembimbing)
    Penelitian ini memiliki titik fokus pada tindak tutur ekspresif yang menggunakan media komunikasi bahasa isyarat. Sumber data penelitian ini merupakan sebuah drama Jepang berjudul ‘Silent’ yang memiliki 11 episode dan tayang pada Fuji TV dan platform Viki. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui bentuk tindak tutur ekspresif serta makna apa saja yang ada dalam drama Jepang berjudul ‘Silent’. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak, metode padan serta metode informal. Terdapat 23 data yang dihasilkan dari penelitian ini yang kemudian terbagi menjadi 8 bentuk tindak tutur ekspresif. Penelitian ini diharapkan dapat membuat minat masyarakat terhadap bahasa isyarat menjadi semakin meningkat agar kegiatan berkomunikasi baik dengan penyandang tunarungu maupun tunawicara menjadi semakin mudah dilakukan secara umum.

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback