Mechanical Engineering
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Mechanical Engineering by Author "Martoni (Pembimbing)"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS PENGARUH PERBEDAAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR DALAM PROSES HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT MATERIAL BAJA AISI 1040(Program Studi Teknik Mesin, Universitas Widyatama, 2024) Ferry Rohendi; Martoni (Pembimbing)Material merupakan unsur yang sangat penting, serta menjadi salah satu tolak ukur perkembangan sejarah dan peradaban manusia. Material seperti logam, polimer, keramik, dan komposit, juga menjadi hal yang sangat penting dalam berbagai bidang, seperti perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi saat ini. Logam yang banyak digunakan dalam industri manufaktur adalah baja, baja dipilih karena dinilai memiliki kekerasan dan ketangguhan yang tinggi dibandingkan dengan jenis logam lainnya. Proses heat treatment atau perlakuan panas pada baja dapat memengaruhi sifat-sifat material pada baja. Proses heat treatment bertujuan untuk mendapatkan spesifikasi baja yang diinginkan baik itu meningkatkan kekerasan baja atau keuletan pada baja. Metode penelitian menggunakan observasi literatur dan observasi penelitian. Pengujian komposisi menggunakan alat PMI Master Smart Oxford OES (Optical Emission Spectrometry), pengujian struktur mikro menggunakan alat mikroskop optik, dan pengujian kekerasan menggunakan metode Vickers, tujuan dari pengujian ini yaitu untuk mengetahui komposisi kimia, jenis fasa dan nilai kekerasan pada spesimen baja AISI 1040. Pada poses heat treatment spesimen baja AISI 1040 dipanasakan didalam muffle furnace pada suhu 720oC serta holding time 60 menit lalu diquenching dengan air dingin (5oC), air suhu ruang (30oC), dan air panas (70oC). Spesimen baja Aisi 1040 yang memiliki nilai kekerasan paling tinggi yaitu 258,39 HV terdapat pada spesimen dengan quenching air dingin (5oC) yang memiliki persentase fasa pearlite (45,45%) dan fasa ferrite (54,55%), sedangkan yang memiliki nilai kekerasan paling rendah yaitu 215,09 HV terdapat pada spesimen dengan quenching air panas (70oC) yang memiliki persentase fasa pearlite (29,20%) dan fasa ferrite (70,80%).
- ItemRANCANG BANGUN MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK DI LINGKUP PERUMAHAN(Program Studi Teknik Mesin, Universitas Widyatama, 2024) Alfiqri Razak Firmansyah; Martoni (Pembimbing)Permasalahan yang sama hampir dirasakan oleh semua daerah di dunia yaitu tentang sampah. Jumlah sampah meningkat seiring bertambahnya populasi penduduk, akibatnya diperlukan biaya yang tinggi dan lahan yang luas untuk pengelolaan sampah. Sampah dikategorikan menjadi dua berdasarkan sifatnya yaitu sampah organik (dapat diurai) dan sampah anorganik (tidak dapat diurai). Penanggulangan sampah adalah permasalahan yang belum bisa teratasi oleh pemerintah kita, salah satu cara untuk mengurangi masalah diatas, penulis merancang mesin pencacah sampah untuk kompos, dan batasannya hanya untuk skala perumahan. Sistem kerja mesin pencacah sampah organik yaitu memasukan sampah organik kedalam tabung melalui hopper yang dimana sampah tercacah oleh pisau yang di gerakan oleh sepeda statis, setelah sampah tercacah tersebut dikeluarkan melalui saluran pembuangan dan ditampung ke dalam wadah yang telah disiapkan dan ditimbang. Maka diketahui hasil dari mesin pencacah sampah organik dapat memproduksi sampah 25,5 kg/jam menggunakan sampah organik yaitu buah semangka. Dan efisiensi mendapatkan hasil 51,58% menjadi partikel yang lebih kecil dan, 48,5% menjadi air. Penulis juga menghitung keamanan rangka yang dimana, dilakukan perhitungan simulasi rangka menggunakan softwere solidwork dan perhitungan secara manual maka diketahui hasil yang dimana tegangan yang terjadi pada rangka baja hollow. Dimana untuk mengetahuinya yaitu menghitung tiga rangka, yang terdiri dari rangka satu tegangan tekan maksimal 52,64 N/mm2 dan safety factor rangka satu 4,7, dan tegangan tekan maksimal rangka dua 105,35 N/mm2 dan safety factor rangka dua 2,4, dan tegangan tekan maksimal rangka tiga 105,35 N/mm2 dan safety factor dari rangka tiga 2,4.
- ItemRANCANG BANGUN SEPEDA STATIS PENCACAH SAMPAH(Program Studi Teknik Mesin, Universitas Widyatama, 2024) Dzickry Fauzan; Martoni (Pembimbing)Sepeda statis termasuk alat olahraga yang sangat popular dikalangan penggemar olahraga. Salah satu hal terbaik mengenai sepeda statis adalah bahwa alat olahraga ini sangat cocok untuk orang-orang yang senang melakukan kegiatan olahraga dengan berada di dalam ruangan. Tujuan dari rancang bangun ini untuk mengetahui proses pembuatan dan sistem kerja dari sepeda statis. Sepeda statis ini juga bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu penggerak mesin pencacah sampah dilingkup perumahan, dengan rancang bangun sepeda statis ini ditujukan untuk dihubungkan ke mesin pencacah sampah organik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan melakukan perancangan sepeda statis yang dihabungkan ke pencacah sampah. Sepeda statis ini dirancang dengan dimensi 1160 x 400 x 1000 mm. Dengan hasil analisa yang telah diperoleh maka penulis telah mengetahui hasil tegangan baja hollow dimana menghitung dua rangka yaitu dengan batang dua = 93,14 N/mm2, batang 6 = 76,4 N/mm2, batang 7 = 4,2 N/mm2 dan batang 8 = 30,60 N/mm2, maka diketahui hasil SF yaitu batang 2 = 2,7, batang 6 = 3,27, batang 7 = 59,52 dan batang 8 = 8,2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rangka baja hollow untuk sepeda statis dapat beroperasi dengan aman.