ANALISIS SISTEM PERSEDIAAAN DAN PEMASOK BAHAN KIMIA N-HEXANE BERDASARKAN TOTAL BIAYA PERSEDIAAN DI LABORATORIUM LINGKUNGAN
Loading...
Date
2024
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Teknik Industri
Abstract
Laboratorium Lingkungan Kabupaten Bandung adalah laboratorium lingkungan yang bergerak dibidang jasa pengambilan contoh uji dan pengujian kualitas air dan udara. Pada proses pengujian di laboratorium membutuhkan bahan kimia untuk proses analisisnya, proses pengujian dengan penggunaan bahan kimia n-Hexane membutuhkan 50 ml setiap satu sampel pengujian, banyaknya penggunaan bahan kimia n-hexane mengakibatkan terjadinya kekurangan persediaan (stock out). Kekurangan persediaan terjadi pada periode Maret dan Juni sebanyak 5000 ml, kekurangan persediaan ini diakibatkan karena keterlambatan pemasok dalam proses pengiriman bahan kimia selama 3 hari dan perusahaan tidak memiliki safety stock yang baik yang dapat membantu dalam pemenuhan proses analisis. Apabila bahan kimia yang digunakan tidak tersedia maka proses analisis akan mengalami hambatan dan proses analisis tidak dapat dilanjutkan. Laboratorium Lingkungan saat ini hanya memiliki satu pemasok bahan kimia, pemasok yang saat ini digunakan memiliki lead time selama 2 bulan sedangkan dengan usulan pemasok baru menyediakan bahan kimia dengan persediaan selalu ada tetapi memiliki harga lebih tinggi dibandingkan dengan pemasok yang saat ini digunakan. Maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sistem persediaan menggunakan kebijakan perusahaan, menganalisis sistem persediaan menggunakan usulan Model Q back order, Model P back order dan mengevaluasi pemasok saat ini dengan usulan pemasok baru. Dilakukan perhitungan sistem persediaan menggunakan kebijakan perusahaan, dilanjutkan dengan perhitungan sistem persediaan dengan Model Q back order, P back order dan mengevaluasi pemasok saat ini dengan usulan pemasok baru. Didapatkan hasil perhitungan sistem persediaan menggunakan kebijakan perusahaan sebesar Rp88.951.983, hasil perhitungan sistem persediaan menggunakan usulan Model Q back order didapat hasil sebesar Rp84.792.268, Model usulan P back order didapat hasil sebesar Rp86.572.015 dan hasil evaluasi pemasok saat ini dengan usulan pemasok baru bahwa pemasok yang saat ini digunakan harus diganti dengan usulan pemasok baru karena dengan usulan pemasok baru tidak ada lead time dan mempunyai persediaan yang selalu ada, sehingga perusahaan tidak akan mengalami kekurangan persediaan.