IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERSEDIAAN BAHAN KEBERSIHAN GEDUNG TELKOM NON-BUILDING MANAGEMENT (BM) AREA KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN EOQ PROBABILISTIK Q
Loading...
Date
2025
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Magister Management
Abstract
Persediaan merupakan elemen penting dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan, terutama dalam sektor jasa seperti pengelolaan properti. Di Telkom Property, pengelolaan bahan kebersihan untuk gedung Non-Building Management (non-BM) di Bandung masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian antara stok dan kebutuhan aktual, penumpukan barang yang tidak digunakan, serta belum optimalnya sistem pengendalian persediaan. Kondisi ini berdampak pada efektivitas operasional dan kepuasan pelanggan, khususnya klien dengan standar layanan tinggi seperti Bank Indonesia dan PT. Dahana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengelolaan persediaan yang ada dan merancang strategi pengelolaan yang lebih efisien dan tepat sasaran. Fokus utama diarahkan pada penghematan biaya, peningkatan akurasi pemenuhan kebutuhan, serta penguatan sistem pengawasan stok dengan pendekatan manajemen persediaan berbasis data. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ), model Q (peninjauan berkelanjutan), dan analisis klasifikasi ABC. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi pembelian serta distribusi barang. Analisis dilakukan untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, titik pemesanan ulang (ROP), stok pengaman (safety stock), dan frekuensi pemesanan untuk barang-barang utama seperti floor cleaner, karbol wangi, dan deodorizer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ dan model Q dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dengan menurunkan frekuensi pemesanan, menghemat biaya transportasi hingga Rp460.000 per tahun, serta meningkatkan tingkat pelayanan hingga lebih dari 99%. Rancangan kebijakan persediaan yang diusulkan menghasilkan jadwal pemesanan yang lebih terstruktur dan rekomendasi safety stock yang mampu mengantisipasi fluktuasi permintaan, sehingga mendukung kelancaran operasional dan meningkatkan kepuasan klien.