ANALISIS SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN DIALEK NOTO DALAM DRAMA “MARE”

Abstract
Bahasa memiliki berbagai varian bahasa dan berbagai sistem bunyi yang berbeda-beda pada disetiap wilayah geografis beserta penuturnya. Varian bahasa dan sistem bahasa yang berbeda-beda ini biasa juga disebut dengan dialek. Dialek adalah sebuah variasi bahasa yang dibedakan berdasarkan wilayah geografis, kelompok masyarakat dan juga zaman setiap penuturnya. Pada penelitian ini, penulis mengkaji tentang dialek Noto dan Padanannya dalam bahasa Jepang standar pada drama “Mare”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dialek Noto pada drama “Mare”, serta untuk mengidentifikasikan padanannya dalam bahasa Jepang standar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif, kemudian metode simak dan teknik dasar simak bebas libat cakap dan teknik catat dalam metode dan teknik pengumpulan data, lalu dilanjutkan dengan metode padan translasional dalam teknik analisis data pada kajian sosisolinguistik. Penilitian ini memiliki 27 data di dalamnya. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa latar belakang sosiolinguistik penggunaan dialek Noto pada drama “Mare” ini adalah latar belakang sosial dan geografis. Latar belakang sosial nya masyarakat di drama ini berbicara dengan dialek Noto sebagai alat berkomunikasi, kemudian latar belakang geografis nya adalah setting lokasi drama ini yang berlangsung di desa Sotora, kota Wajima. Latar belakang untuk keempat tokoh yaitu Mare, Itetsu, Aiko, dan Toru dipengaruhi oleh transisi bahasa yang menjadikan mereka berbicara dengan dialek Noto. Salah satu contoh padanan dialek Noto ke bahasa Jepang standar adalah kata ~げん(gen) pada akhir kalimat. Kata ~げん(gen) dalam bahasa Jepang standar menjadi~よ( yo) yang dalam bahasa Indonesia berarti “loh” dan juga bisa disebut dengan ~です(desu).
Description
Keywords
Citation