JENIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DAN RESPONS PERCAKAPAN DALAM DRAMA KURAGEHIME

Abstract
Tindak tutur merupakan salah satu interaksi linguistik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk suatu kalimat ujaran yang melibatkan dua pihak atau lebih meliputi penutur dan mitra tutur, dengan satu pokok kalimat, di tempat, waktu dan situasi tertentu. Untuk menanggapi sebuah tuturan maka mitra tutur akan merespons penutur dengan satu pokok kalimat atau gesture tubuh maupun ekspresi wajah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis respons yang ditunjukkan mitra tutur terhadap jenis kalimat tindak tutur direktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik dengan teori tindak tutur direktif Namatame (1996) dan Iori (2000), sedangkan teori respons oleh Hervey dan Smith (1977) juga Blake dan Haroldsen (1975). Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari drama Jepang yang berjudul Kuragehime (2018). Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebanyak 63 data tindak tutur direktif dalam drama Jepang Kuragehime (2018) yang diklasifikasikan dalam lima bentuk yaitu perintah (meirei) sebanyak 25 tuturan, permintaan (irai) sebanyak 22 tuturan, larangan (kinshi) sebanyak 9 tuturan, izin (kyoka) sebanyak 5 tuturan, dan anjuran (teian) sebanyak 2 tuturan. Dan respons mitra tutur yang menunjukkan respons positif verbal berjumlah 15 data, respons negatif verbal berjumlah 17 data, respons negatif nonverbal berjumlah 16 data, respons positif nonverbal berjumlah 15 data.
Description
Keywords
Citation