PENGEMBANGAN BISNIS BUBUR BAYI ORGANIK (BUBUR BAYI NUTRILAM) BUSINESS PLAN
Loading...
Date
2025
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Magister Manajemen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Widyatama
Abstract
Industri makanan bayi mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya
kesadaran orang tua terhadap pentingnya MPASI yang sehat dan bergizi.
Permintaan terhadap makanan bayi praktis tanpa bahan pengawet terus meningkat,
mendorong pelaku usaha untuk berinovasi. Bubur Bayi Nutrilam merupakan usaha
yang berfokus pada penyediaan MPASI segar dengan variasi menu harian. Untuk
meningkatkan daya saing dan memperluas pasar, Nutrilam mengembangkan bisnis
dengan menambahkan kategori Kids Food serta merelokasi operasional dari booth
ke ruko guna meningkatkan kapasitas produksi dan kenyamanan pelanggan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan bisnis
Bubur Bayi Nutrilam dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC),
Timmons Model, dan analisis SWOT. Evaluasi dilakukan terhadap aspek
pemasaran, operasional, serta keuangan guna menentukan kelayakan investasi dan
keberlanjutan bisnis. Dari hasil analisis SWOT, ekspansi produk ke kategori Kids
Food, yang mencakup Nasi Hainan Kids, Nasi Liwet Kids, Nasi Goreng Kids, Nasi
Butter Kids, Ayam Teriyaki, Beef Teriyaki, Soto Betawi, Opor Ayam, Sop Ayam,
Abon Ayam, Abon Lele, Crackers, Bakso Kids, dan Mashed Potato, bertujuan untuk
menjangkau segmen pelanggan lebih luas. Relokasi dari booth ke ruko
memungkinkan peningkatan kapasitas produksi, perpanjangan jam operasional dari
3 jam menjadi 14 jam (06.00–20.00), serta peningkatan fasilitas yang lebih
mendukung kenyamanan pelanggan.
Dari aspek keuangan, perhitungan menunjukkan bahwa Break-even Point
(BEP) tercapai pada 180.432 unit atau Rp 1.383.315.344. Evaluasi investasi
menunjukkan NPV positif, IRR sebesar 9.92% lebih tinggi dari tingkat diskonto
5.75%, serta Profitability Index (PI) lebih dari 1, yang mengindikasikan kelayakan
pengembangan bisnis. Return on Investment (ROI) selama 3 tahun mencapai
213.12% dengan Payback Period dalam 1 tahun 6 bulan, menunjukkan potensi
pengembalian investasi yang cepat. Dengan strategi yang terstruktur dan berbasis
analisis bisnis, pengembangan ini dapat menjadi dasar bagi ekspansi lebih lanjut
dan peningkatan daya saing Bubur Bayi Nutrilam.