IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELING PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG JAKSA AGUNG MUDA BIDANG TINDAK PIDANA KHUSUS
Loading...
Date
2024
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama
Abstract
Implementasi Building Information Modeling (BIM) telah menjadi umum dalam proyek konstruksi di Indonesia, BIM dapat diimplementasikan dalam berbagai pekerjaan proyek seperti struktur gedung, arsitektur gedung, perhitungan volume, dan simulasi penjadwalan. Autodesk Revit dan Autodesk Naviswork merupakan beberapa contoh software yang mendukung dan sering digunakan dalam implementasi BIM. Tugas akhir ini membahas perencanaan proyek yang meliputi pemodelan struktur beton, detail penulangan gedung, pemodelan arsitektur dinding, lantai, plafond, pintu & jendela, fasad, perhitungan anggaran biaya, dan penjadwalan proyek. Metode yang digunakan adalah memodelkan 3D struktur & arsitektur dengan Autodesk Revit berdasarkan gambar 2D DED proyek, sehingga menghasilkan output berupa gambar 3D dan quantity take-off volume material. Selanjutnya, Rencana anggaran biaya (RAB) dihitung secara manual berdasarkan quantity take-off dari Autodesk Revit, lalu dilakukan penjadwalan dengan Microsoft Project serta pengintegrasian 3D modeling, biaya, dan jadwal ke Autodesk Navisworks untuk memperoleh simulasi penjadwalan berupa 4D dan biaya berupa 5D. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pemodelan 3D gedung dan output quantity take-off pada proyek Pembangunan Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, didapatkan volume sebesar 10228,722 m3 untuk volume beton, 1791,762 ton untuk kebutuhan besi penulangan, 20833,568 m2 untuk kebutuhan dinding, 15322.104 m2 untuk kebutuhan lantai, 10352,012 m2 untuk kebutuhan plafond, 499 unit kebutuhan pintu, 1555,429 m’ untuk kebutuhan Jendela, dan 6727,319 m2 untuk kebutuhan fasad. Setelah itu, rencana anggaran biaya yang dihitung berdasarkan kebutuhan volume diperoleh biaya sebesar Rp127.615.271.000,- (Seratus Dua Puluh Tujuh Miliyar Enam Ratus Lima Belas Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Rupiah), serta penjadwalan proyek dengan durasi 174 Hari Kerja. Keseluruhan hasil tersebut diintegrasikan kedalam simulasi 4D dan 5D dan di- export dalam bentuk video animasi.