KAJIAN KONTRASTIF KATA MAJEMUK BERUNSUR NOMINA DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA SUNDA DALAM NOVEL MIZU ZOKUSEI NO MAHOUTSUKAI DAN CARPON SUNDA
Loading...
Date
2025
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama
Abstract
Kata majemuk merupakan salah satu fenomena linguistik yang menarik karena melibatkan penggabungan dua morfem yang menghasilkan makna baru yang lebih spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan struktur serta makna antara kedua bahasa tersebut dalam pembentukan kata majemuk. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan daya pilah translasional, dan penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis penulis, terdapat 30 kata majemuk berunsur nomina bahasa Jepang dan 30 kata majemuk berunsur nomina bahasa Sunda. Persamaan kedua bahasa terletak pada pola pembentukannya yang menempatkan nomina setelah verba dan adjektiva, ketika digabungkan menjadi kata majemuk. Perbedaan terletak pada kata majemuk berunsur nomina bahasa Jepang yang lebih dinamis yaitu sering memodifikasi kata dasar sebelum digabungkan menjadi kata majemuk. Sebaliknya, kata majemuk berunsur nomina bahasa Sunda yang lebih statis karena tidak banyak modifikasi kata dasar dalam pembentukan kata majemuk.