PERANCANGAN SOILSENSE SEBAGAI ALAT PENGUKUR KUALITAS TANAH UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN PRESISI BERBASIS IOT MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING

Abstract
Pertanian presisi merupakan pendekatan modern yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan. Namun, petani di daerah pedesaan seperti Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, masih menghadapi kendala dalam mengakses informasi kualitas tanah karena keterbatasan alat dan biaya uji laboratorium yang tinggi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode Design Thinking sebagai pendekatan perancangan yang berpusat pada kebutuhan pengguna. Lima tahap Design Thinking meliputi: empathize (menggali kebutuhan petani melalui wawancara dan observasi), define (merumuskan masalah utama), ideate (merancang solusi teknis alat dan aplikasi), prototype (merancang dan merakit alat menggunakan ESP32 dan sensor RS485), serta test (melibatkan pengguna untuk evaluasi dan revisi). Alat yang diberi nama SoilSense menggunakan sensor RS485 untuk mendeteksi kandungan nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), pH, suhu, kelembaban, dan konduktivitas tanah. Data hasil pengukuran dikirim secara real-time ke mikrokontroler ESP32 dan disimpan di Firebase. Aplikasi Android menampilkan data dalam bentuk tabel, grafik, notifikasi, dan menyediakan fitur kalkulator Slovin. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi sensor mencapai 97,6% (N), 98,3% (P), 92,8% (pH), dan 36,7% (K). Alat ini dapat diproduksi dengan harga pokok Rp2.550.150 dan dijual seharga Rp3.250.000, lebih murah dibanding alat sejenis di pasaran dengan harga Rp 3.500.000. Dengan demikian, alat ini dinilai layak untuk digunakan oleh petani sebagai solusi pemantauan tanah yang efisien, akurat, dan terjangkau.
Description
Keywords
Citation