ANALISIS RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA DIVISI PRODUKSI PB. SA SRI ANUGERAH KARAWANG MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT, AND DETERMINING CONTROL (HIRADC)
Loading...
Date
2025
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Teknik Industri
Abstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menjamin kelangsungan operasional industri, termasuk dalam sektor pengolahan pangan seperti pabrik penggilingan padi. Namun, tingginya angka kecelakaan kerja di Divisi Produksi Pabrik Beras SA Sri Anugerah, dengan persentase mencapai 54,0% sering terjadi kecelakaan saat bekerja pada periode 2020 hingga 2024, menunjukkan adanya permasalahan serius dalam penerapan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat di Divisi Produksi. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada karyawan dan pemilik pabrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan kerja mengalami fluktuasi dari 15 kasus pada tahun 2020. Pada tahun 2021, jumlahnya menurun menjadi 14 orang, namun meningkat lagi pada tahun 2022 dengan 23 orang yang mengalami kecelakaan. Di tahun 2023, jumlah tersebut adalah 18 orang, dan pada tahun 2024, sebanyak 22 orang mengalami kecelakaan kerja di tiga divisi. Divisi Produksi tercatat sebagai penyumbang tertinggi kejadian kecelakaan kerja. Risiko kerja dikategorikan mulai dari Low Risk hingga High Risk, di mana aktivitas berisiko tinggi ditemukan pada proses pengupasan kulit (hulling) dan penyimpanan karung, masing-masing dengan nilai risiko 16 dan 12 yang berpotensi menyebabkan cedera serius, sementara risiko rendah berasal dari bahaya ringan seperti gigitan serangga. Langkah pengendalian yang direkomendasikan meliputi rekayasa teknis (seperti pelindung mesin dan exhaust fan), perbaikan lingkungan kerja (seperti pemasangan lantai anti-slip dan sistem penyimpanan yang aman), serta intervensi administratif (seperti pelatihan, rotasi kerja, penerapan SOP, dan penyediaan APD seperti masker, pelindung mata, sarung tangan, serta sabuk penyangga). Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai risiko keselamatan kerja serta menawarkan solusi konkret untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi pekerja di Divisi Produksi pabrik penggilingan padi.