PERAMALAN DEBIT AIR DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA EXPONENTIAL SMOOTHING DI SUNGAI BENGAWAN SOLO
Loading...
Date
2025
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Informatika
Abstract
Peramalan debit air sungai sangat penting untuk pengelolaan sumber daya air yang efektif, terutama dalam menghadapi perubahan iklim yang menyebabkan ketidakstabilan pola curah hujan. Sungai Bengawan Solo, yang memiliki peran vital dalam menyediakan air untuk berbagai kebutuhan, sering kali mengalami fluktuasi debit yang besar, baik pada musim hujan maupun kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model peramalan debit air menggunakan algoritma Exponential Smoothing, yang mencakup Single Exponential Smoothing (SES), Double Exponential Smoothing (DES), dan Triple Exponential Smoothing (TES), untuk mengidentifikasi metode yang paling akurat dalam meramalkan debit air sungai tersebut. Dalam penelitian ini, data debit air Sungai Bengawan Solo dari tahun 2020 hingga 2025 digunakan untuk menganalisis akurasi ketiga metode peramalan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan metrik Mean Absolute Percentage Error (MAPE), yang mengukur tingkat kesalahan peramalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Single Exponential Smoothing (SES) menghasilkan tingkat kesalahan yang lebih rendah dibandingkan dengan Double Exponential Smoothing (DES) dan Triple Exponential Smoothing (TES), terutama pada data yang tidak memiliki pola musiman atau tren yang kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode SES lebih efektif dibandingkan dengan DES dan TES dalam meramalkan debit air Sungai Bengawan Solo, terutama untuk data yang tidak menunjukkan pola musiman yang jelas. Meskipun TES dapat memberikan hasil yang lebih baik pada data yang memiliki pola musiman, untuk kondisi tertentu, SES memberikan peramalan yang lebih akurat dan dapat diterapkan lebih luas. Penelitian ini memberikan wawasan baru bagi pengelolaan sumber daya air, yang dapat digunakan untuk perencanaan dan distribusi air yang lebih efisien dan responsif terhadap perubahan iklim.