PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM ANIME HORIMIYA (Kajian Pragmatik)

Abstract
Prinsip kerja sama adalah seperangkat aturan atau prinsip-prinsip yang digunakan dalam komunikasi untuk mencapai pemahaman yang efektif antara pembicara dan pendengar. Di dalam prinsip kerja sama terdapat empat maksim yang harus dipatuhi, yakni maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis prinsip kerja sama apa saja yang dilanggar dan bagaimana strategi percakapan yang digunakan pada saat pelanggaran terjadi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data yang digunakan adalah data kebahasaan berupa kata-kata. Sumber data diperoleh dari anime berjudul Horimiya, produksi tahun 2021. Pengumpulan data pada penelitian menggunakan metode simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Analisis data dilakukan menggunakan teori prinsip kerja sama dari Grice (1975), dan strategi percakapan dari Speaking Dell Hymes (1974). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 57 data pelanggaran prinsip kerja sama. Pelanggaran terhadap maksim relevansi adalah pelanggaran yang paling banyak muncul dengan data sebanyak 24 data, sedangkan pelanggaran yang paling sedikit terjadi adalah maksim cara dan maksim kuantitas dengan masing-masing memiliki 7 data. Diikuti oleh maksim kualitas sebanyak 19 data. Strategi percakapan yang paling banyak digunakan pada pelanggaran prinsip kerja sama adalah pada komponen S(etting), P(articipants), E(nd), K(ey).
Description
Keywords
Citation