PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI PADA STABILITAS TANAH DITINJAU DARI NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) (STUDI KASUS: DESA LEGOKSARI)
Loading...
Date
2025
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama
Abstract
Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan beragam jenis tanah di setiap daerah, salah satunya adalah tanah lempung yang umum dijumpai dan memiliki plastisitas tinggi serta mudah berubah volume akibat kadar air. Desa Legoksari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu daerah dengan dominasi tanah lempung, yang menyebabkan permasalahan dalam pembangunan seperti keretakan dan penurunan tanah pada konstruksi bangunan maupun jalan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan stabilisasi tanah menggunakan bahan tambah abu sekam padi (ASP) yang mengandung senyawa pozolan, terutama silika (SiO₂). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan ASP terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah lempung dengan variasi campuran sebesar 6%, 10%, 14%, dan 18% dalam kondisi unsoaked dengan pemeraman selama 1 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah tergolong ke dalam klasifikasi A-7-6 menurut AASHTO dan CL (tanah lempung anorganik plastisitas sedang) menurut USCS. Nilai CBR tanah asli adalah sebesar 7,44%, sementara nilai CBR tanah setelah stabilisasi menunjukkan peningkatan berturut-turut yaitu 10,89% (6%), 13,99% (10%), 20,17% (14%), dan 5,66% (18%). Kadar campuran 13% dan 15% digunakan sebagai variasi tambahan untuk menguji konsistensi nilai CBR dan memastikan bahwa kadar 14% merupakan kadar yang paling optimal, dengan hasil masing-masing sebesar 15,11% dan 16,20%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa abu sekam padi efektif dalam meningkatkan daya dukung tanah lempung, dengan kadar optimal sebesar 14% yang menghasilkan peningkatan nilai CBR hingga 271,10% dibandingkan kondisi tanah asli