ANALISIS PEMASOK KAIN DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT GISTEX GARMEN INDONESIA

dc.contributor.authorEkasari
dc.contributor.authorSetijadi (Pembimbing)
dc.date.accessioned2026-11-02T06:10:52Z
dc.date.available2026-11-02T06:10:52Z
dc.date.issued2023
dc.description.abstractPemilihan pemasok merupakan hal yang sangat penting dalam aktivitas pembelian bagi perusahaan. Pemilihan pemasok meliputi faktor-faktor kualitatif dan kuantitatif. PT Gistex Garmen Indonesia bergerak dalam bidang industri garmen yang memproduksi pakaian jadi dengan melakukan ekspor ke luar negeri salah satunya negara Jepang. Order Nishimatsuya untuk musim panas 2022 mengalami hambatan dalam ketersediaan bahan baku utama kain dikarenakan bahan baku yang diterima dari pemasok terdapat cacat sekitar 7% -20%. Kondisi ini mengakibatkan jadwal produksi terganggu dan jadwal pengirimanan ke pembeli melewati batas persetujuan di kontrak pembelian, sehingga produk harus diekspor melalui tansportasi laut dan udara dengan biaya pengiriman Rp 2.940.306.652 dan ditanggung perusahaan. Selama ini, pemilihan pemasok dilakukan secara acak sehingga tidak terdapat kriteria untuk melakukan evaluasi secara objektif terhadap pemasok. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kriteria dan subkriteria dalam pemilihan pemasok dan mengevaluasi pemasok yang sudah bekerja sama dengan PT Gistex Garnen Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode Anylitical Hirearchy Process (AHP). Hasil dari analisis penelitian bahwa kriteria yang utama yaitu pengiriman dengan bobot 46%, kriteria kedua yaitu kualitas dengan bobot 40,8%, dan kriteria ketiga yaitu harga dengan bobot 13,2%. Kriteria pengiriman sebagai kriteria utama dalam pemilihan pemasok karena supply bahan baku kain yang paling menunjang dalam aktivitas produksi. Subkriteria ketepatan waktu menjadi yang paling tinggi agar perusahaan bisa mengirim produk ke pembeli tepat waktu melalui via transportasi laut semua sehingga beban biaya pengiriman ditanggung semua oleh pembeli sesuai dengan purchase contract inconterm FOB. Hasil dari evaluasi pemasok sebagai alternatif pertama yaitu PT A dengan bobot 53,8%. Alternatif kedua yaitu PT K dengan bobot 25,1%. Alternatif pemasok ketiga yaitu PT S dengan bobot 21,1%. Sesuai dengan data keterlambatan PT A dari bulan November 2021 sampai dengan bulan Februari 2022 yaitu 18 hari dan jika dibandingkan dengan pemasok lain, keterlambatan kedatangan bahan baku dari PT A merupakan yang paling kecil. Hasil dari perhitungan prioritas global, PT A memiliki bobot yang paling tinggi untuk pengiriman 23,9% artinya PT A sebagai prioritas utama.
dc.identifier.urihttps://repository.widyatama.ac.id/handle/123456789/111363
dc.language.isoother
dc.publisherProgram Studi S1 Teknik Industri
dc.relation.ispartofseries0518104074
dc.titleANALISIS PEMASOK KAIN DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT GISTEX GARMEN INDONESIA
dc.typeThesis
Files
Original bundle
Now showing 1 - 5 of 13
Loading...
Thumbnail Image
Name:
1. COVER.pdf
Size:
12.69 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Size:
801.44 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
3. ABSTRAK.pdf
Size:
75.72 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
4. PRAKATA.pdf
Size:
132.19 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
5. DAFTAR ISI.pdf
Size:
130.83 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: