Violating Maxim dalam Sidang Pencemaran Nama Baik Johnny Depp dan Amber Heard
Loading...
Date
2025
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Bahasa Inggris
Abstract
Pelanggaran maksim tidak hanya ditemui pada kehidupan sehari-hari melainkan juga pada sektor formal seperti persidangan. Salah satu persidangan yang menggemparkan banyak mata adalah kasus pencemaran nama baik yang menyeret nama aktor dan aktris besar yaitu Johnny Depp dan Amber Heard. Penelitian yang berjudul “Violating Maxim dalam Sidang Pencemaran Nama Baik Johnny Depp dan Amber Heard” berfokus pada pelanggaran maksim (violating maxim) dan alasan pelanggaran maksim yang digunakan dalam sidang pencemaran nama baik antara Johnny Depp dan Amber Heard hari ke-17. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah kesaksian Amber Heard saat pemeriksaan silang oleh pengacara Johnny Depp pada sidang pencemaran nama baik hari ke-17. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan ditemukan seluruh jenis pelanggaran maksim menurut Grice sebanyak 46 data. Terdapat 11 data pelanggaran maksim kuantitas (24%), 14 data pelanggaran maksim kualitas (30%), 10 data pelanggaran maksim relasi (22%), dan 11 data pelanggaran maksim cara (24%). Sementara itu dari delapan alasan pelanggaran maksim milik Christoffersen, hanya ditemukan 5 jenis alasan pelanggaran saja yaitu menyembunyikan kebenaran (hiding the truth), menghindari topik tertentu (avoiding certain topics), menyelamatkan citra diri (saving face), membuat kebenaran palsu (creating frake truth), dan meyakinkan seseorang (convincing someone).