KAITAN USIA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ASING 年齢に基づいて外国語の勉強
No Thumbnail Available
Date
2011
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Universitas Widyatama
Abstract
Praktik Kerja lapangan adalah salah satu syarat dalam menyelesaikan Pendidikan Program Diploma III Program Studi Bahasa Jepang pada Fakultas Bahasa Universitas Widyatama. Tujuan dari Praktik Kerja Lapangan adalah agar setiap mahasiswa dapat mempraktikan ilmu yang didapat selama belajar di banku kuliah. Hasil yang diperoleh selama melaksanakan Praktik Kerja tersebut penulis tuangkan kedalam tulisan yang berbentuk laporan.
Pelaksanaan Praktik Kerja penulis laksanakan selama 100 jam sejak tanggal 16 Februari 2011 sampai dengan 25 Maret 2011 di Citra Sarana Bahasa dan Informatika (CSBI) yang beralamat di Jl. Pahlawan No. 28, Bandung Jawa Barat Indonesia. Citra Sarana Bahasa dan informatika (CSBI) merupakan suatu lembaga bimbingan belajar bahasa asing, dan juga informatika.
Selama melaksanakan Praktik Kerja penulis ditempatkan sebagai pengajar Bahasa Jepang. Pada awalnya penulis mendapatkan pelatihan cara-cara mengajarkan Bahasa Jepang di kelas, lalu mengamati proses belajar dalam kelas. Setelah itu penulis mendapatkan kesempatan untuk mengajar Bahasa Jepang dalam kelas. Dengan kesempatan ini, penulis mendapatkan data dari siswa mengenai alasan-alasan mengapa mempelajari bahasa asing.
Latar belakang dan tujuan siswa yang mempelajari bahasa asing di CSBI berbeda-beda, terutama jika dilihat dari segi usia. Pada umumnya yang siswa berusia anak-anak (12-15 tahun), mempelajari bahasa Karen di suruh oleh orang tuanya untuk mengisi waktu luang, dan ada juga yang menyukai film atau lagu dengan bahasa asing. Siswa dengan usia remaja (15-21 tahun) mempelajari bahasa asing dengan tujuan keperluan pendidikan atau kerja, misalnya berencana untuk sekolah di luar negri atau kerja di luar negri. Dan siswa dengan usia dewasa (22-27 tahun), memiliki tujuan untuk keperluan pekerjaan mereka mempelajari bahasa asing.
Selama melaksanakan Praktik Kerja penulis mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman. Mulai dari sistematika pembelajaran bahasa asing yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Sikap dan pemberian materi terhadap golongan usia yang berbeda pun, diterapkan saat proses pembelajaran bahasa asing, walaupun siswa di kelas memiliki golongan usia yang berbeda. Penulis memperhatikan bahwa pengajar bahasa asing disarankan mampu menjelaskan materi dengan kreatif, interaksi, dan jelas. Dengan demikian walaupun dalam kelas siswanya berbeda tujuan dan usia, siswa dapat mudah menyerap materi dengan baik.
Penulis berharap pengalaman yang penulis peroleh selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Description
Keywords
Kaitan Usia Dalam Pembelajaran Bahasa Asing