MODUL PENGENDALI SELENOID UNTUK AIR SUSPENSION MOBIL MENGGUNAKAN HANDPHONE ANDROID BERBASIS ARDUINO MENGGUNAKAN REACT NATIVE

Abstract
Perkembangan teknologi otomotif telah membawa perubahan besar dalam kenyamanan dan fleksibilitas kendaraan, salah satunya dengan penggunaan sistem suspensi udara (air suspension) yang memungkinkan pengendara mengatur ketinggian mobil sesuai kebutuhan. Akan tetapi, permasalahan utama yang dihadapi para penggemar modifikasi kendaraan di Indonesia adalah mahalnya harga sistem manajemen suspensi udara komersial yang dapat mencapai puluhan juta rupiah, sehingga tidak semua kalangan mampu menjangkaunya. Selain itu, sistem konvensional yang masih banyak digunakan dengan saklar manual memiliki keterbatasan, seperti tidak adanya monitoring tekanan secara real-time, kurang fleksibel, serta berpotensi menimbulkan kesalahan penggunaan akibat tidak adanya fitur kendali terintegrasi. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, penelitian ini menawarkan solusi berupa perancangan dan pembangunan modul kendali suspensi udara berbasis Arduino Uno yang terhubung dengan aplikasi Android melalui komunikasi nirkabel menggunakan modul Bluetooth HC-05. Sistem ini dirancang untuk mengontrol solenoid valve yang mengatur aliran udara pada suspensi depan maupun belakang, serta dilengkapi sensor tekanan yang memungkinkan pemantauan kondisi suspensi secara real-time melalui aplikasi. Aplikasi Android dikembangkan menggunakan React Native karena sifatnya yang lintas platform dan mendukung integrasi dengan pustaka komunikasi Bluetooth seperti reactnative-bluetooth-serial-next. Pada sisi perangkat keras, sistem memanfaatkan Arduino Uno sebagai pengendali utama, modul relay empat kanal sebagai pemicu solenoid 12 V, sensor tekanan analog yang terhubung ke pin A0 dan A1, serta modul step down untuk menyesuaikan suplai daya dari baterai kendaraan 12 volt. Metode penelitian meliputi studi literatur, analisis kebutuhan, perancangan sistem, pembuatan program Arduino dan aplikasi Android, integrasi perangkat keras, serta pengujian melalui uji laboratorium dan uji statis pada kendaraan modifikasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua perintah utama, seperti FRONT_UP, FRONT_DOWN, REAR_UP, REAR_DOWN, ALL_DOWN, dan ALL_OFF, dapat dijalankan dengan baik. Rata-rata latensi komunikasi sistem berada pada kisaran 50–90 ms, yang tergolong cepat dan responsif, sementara akurasi sensor tekanan memiliki deviasi rata-rata ±2 PSI dibandingkan alat ukur standar, yang masih dapat diterima untuk kebutuhan kendaraan modifikasi. Dari sisi keandalan, sistem mampu menjalankan lebih dari 100 siklus pengujian tanpa gangguan, sedangkan koneksi Bluetooth tetap stabil dalam jarak efektif 5–7 meter. Keunggulan lain dari penelitian ini adalah biaya pembangunan sistem yang hanya sekitar Rp 14.951.000, jauh lebih murah dibandingkan sistem komersial yang mencapai Rp 80.000.000 (lebih murah 20% dari harga komersial), meskipun biaya tersebut belum termasuk ongkos pemasangan. Dengan hasil ini dapat disimpulkan bahwa sistem kendali air suspension berbasis Arduino dan aplikasi Android mampu menjadi solusi ekonomis, fungsional, serta layak diterapkan pada kendaraan modifikasi, karena memberikan fleksibilitas pengendalian ketinggian kendaraan sekaligus pemantauan tekanan secara real-time dengan performa yang cukup andal pada lingkungan kelistrikan otomotif.
Description
Keywords
Citation