PENGARUH STRESS KERJA DAN KOMPENSASI KERJA TERHADAP TURNOVER ITENTION KARYAWAN RSU PROKLAMASI KARAWANG

Abstract
Turnover intention atau keinginan karyawan untuk keluar dari pekerjaannya menjadi tantangan bagi manajemen sumber daya manusia, terutama dalam industri layanan kesehatan. Stres kerja dan kompensasi merupakan dua faktor utama yang dapat memengaruhi turnover intention karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan kompensasi terhadap turnover intention karyawan nonmedis di RSU Proklamasi Karawang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda. Sampel penelitia n terdiri dari karyawan nonmedis di RSU Proklamasi Karawang yang dipilih melalui teknik sampling jenuh Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, yang berarti semakin tinggi tingkat stres kerja, semakin tinggi pula keinginan karyawan untuk keluar dari pekerjaan. Sementara itu, kompensasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, yang menunjukkan bahwa meskipun kompensasi yang lebih baik dapat meningkatkan kepuasan kerja, faktor lain mungkin lebih dominan dalam menentukan keputusan karyawan untuk tetap atau meninggalkan pekerjaan. Secara simultan, stres kerja dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan stres kerja dan peningkatan kompensasi yang adil guna mengurangi turnover intention karyawan.
Description
Keywords
Citation