ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN AIR DALAM PROSES HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT MATERIAL BAJA AISI 1040

Abstract
Material merupakan unsur yang sangat penting, serta menjadi salah satu tolak ukur perkembangan sejarah dan peradaban manusia. Material seperti logam, polimer, keramik, dan komposit, juga menjadi hal yang sangat penting dalam berbagai bidang, seperti perkembangan ilmu pengetahuan, dan teknologi saat ini. Logam yang banyak digunakan dalam industri manufaktur adalah baja, baja dipilih karena dinilai memiliki kekerasan dan ketangguhan yang tinggi dibandingkan dengan jenis logam lainnya. Proses heat treatment atau perlakuan panas pada baja dapat memengaruhi sifat-sifat material pada baja. Proses heat treatment bertujuan untuk mendapatkan spesifikasi baja yang diinginkan baik itu meningkatkan kekerasan baja atau keuletan pada baja. Metode penelitian menggunakan observasi literatur dan observasi penelitian. Pengujian komposisi menggunakan alat PMI Master Smart Oxford OES (Optical Emission Spectrometry), pengujian struktur mikro menggunakan alat mikroskop optik, dan pengujian kekerasan menggunakan metode Vickers, tujuan dari pengujian ini yaitu untuk mengetahui komposisi kimia, jenis fasa dan nilai kekerasan pada spesimen baja AISI 1040. Pada poses heat treatment spesimen baja AISI 1040 dipanasakan didalam muffle furnace pada suhu 720oC serta holding time 60 menit lalu diquenching dengan air dingin (5oC), air suhu ruang (30oC), dan air panas (70oC). Spesimen baja Aisi 1040 yang memiliki nilai kekerasan paling tinggi yaitu 258,39 HV terdapat pada spesimen dengan quenching air dingin (5oC) yang memiliki persentase fasa pearlite (45,45%) dan fasa ferrite (54,55%), sedangkan yang memiliki nilai kekerasan paling rendah yaitu 215,09 HV terdapat pada spesimen dengan quenching air panas (70oC) yang memiliki persentase fasa pearlite (29,20%) dan fasa ferrite (70,80%).
Description
Keywords
Citation