PENGARUH SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN DI PT. MUARA GUNA PERSADA BANDUNG
No Thumbnail Available
Date
2006
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama
Abstract
PT. Muara Guna Persada adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam
bidang industri air minum dalam kemasan dengan produk utamanya air minum
kemasan galon. Perusahaan ini menggunakan dua jenis tingkat perantara dalam
menyalurkan produknya yaitu perantara agen dan perantara pengecer.
Tujuan diiakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk
pelaksanaan saluran distribusi yang dilakukan perusahaan, untuk mengetahui
kendala-kendala yang dihadapi perusahaan dalam menyalurkan produknya,
serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh saluran distribusi terhadap
volume penjualan perusahaan.
Metode penelitian yang digunakan daiam penelitian ini adalah metode
Survei Eksplanatori yaitu metode yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan-hubungan
kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesa.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemilihan saluran
distribusi yang dilakukan oleh PT. Muara Guna Persada sudah tepat, yaitu
dengan menggunakan distribusi selektif untuk perantara agen serta distribusi
intensif untuk perantara pengecer.
Adapun kendala yang dihadapi perusahaan adalah: tidak sebandingnya
persediaan galon dengan tingkat permintaan pasar, hilang serta rusaknya
kemasan galon, terbatasnya armada pengangkutan atau pengiriman, serta
kendala lain yang berhubungan dengan proses produksi.
Berdasarkan hasil perhitungan rumus regresi linier sederhana, diperoleh
persamaan 7 = 46465 + 1544Z yang berarti setiap kenaikan 1 unit jumlah
perantara, maka volume penjualan air mineral dalam kemasan galon bertambah
sebesar 1544 galon.
Sedangkan dengan menggunakan rumus koefisien korelasi dapat
diketahui nilai r sebesar 0,8118, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan
positif yang kuat dan bersifat searah antara jumlah perantara (pedagang besar
dan pengecer) dengan volume penjualan air mineral dalam kemasan galon pada
PT. Muara Guna Persada.
Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi, maka diperoleh nilai
kd sebesar 65,90%, yang berarti besarnya pengaruh saluran distribusi (jumlah
perantara agen dan pengecer) terhadap volume penjualan. Sedangkan
selebihnya sebesar 34,10% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar saluran
distribusi.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dan nilai
ttabel. Berdasarkan perhitungan, nilai ttabel = 2,353 sedangkan nilai thitung = 2,407.
Karena nilai thitung lebih besar daripada nilai ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Jadi hipotesis yang menyatakan bahwa ("Apabila jumlah saluran distribusi
bertambah atau meningkat, maka hal tersebut dapat meningkatkan volume
penjualan"), dapat diterima.