Browsing by Author "Yanyan Agustian (Pembimbing)"
Now showing 1 - 8 of 8
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN GARAM DAN SERBUK KAYU TERHADAP NILAI CBR TANAH LATERIT DI MANGLAYANG REGENCY CILEUNYI KAB.BANDUNG(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Erick Rafie Maulana; Yanyan Agustian (Pembimbing)Tanah laterit memiliki karakteristik daya dukung yang rendah, sehingga perlu dilakukan upaya stabilisasi untuk meningkatkan kualitasnya dalam mendukung konstruksi. Fokus penelitian ini adalah melakukan percobaan terhadap tanah laterit yang ditambahkan bahan garam dan serbuk kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan garam dan serbuk kayu terhadap karakteristik mekanis tanah laterit melalui pengujian California Bearing Ratio (CBR). Pengujian dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Widyatama. Campuran tanah yang diuji meliputi tanah asli, tanah dengan penambahan 10% garam, serta tanah dengan 10% garam dan variasi serbuk kayu 3%, 6%, 8%, 9%, 10%, dan 12%. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisik, tanah diklasifikasikan sebagai A-7-6 menurut AASHTO dan ML (lanau anorganik) menurut sistem USCS, dengan persentase butiran lolos saringan No. 200 sebesar 58,3%, batas cair 47,18%, dan indeks plastisitas 14,72%. Hasil pengujian CBR menunjukkan bahwa penambahan 10% garam secara tunggal menurunkan nilai CBR dari 15,20% menjadi 12,45%. Namun, penambahan serbuk kayu ke dalam campuran tersebut berhasil meningkatkan kembali nilai CBR. Nilai tertinggi dicapai pada campuran 10% garam dan 9% serbuk kayu, dengan nilai CBR sebesar 19,29%. Berdasarkan hasil grafik, nilai CBR tanah campuran kembali setara dengan tanah asli pada kadar serbuk kayu sekitar 1,89% dan 9,78%. Dengan demikian, penggunaan serbuk kayu mampu memulihkan bahkan meningkatkan daya dukung tanah laterit yang menurun akibat kontaminasi garam. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penerapan metode stabilisasi tanah yang lebih ramah lingkungan dan efisien untuk infrastruktur di wilayah dengan karakteristik tanah serupa.
- ItemANALISIS STABILITAS LERENG BENDUNGAN I TUJUH BUKIT TUMPANG PITU BANYUWANGI(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2024) Widde Valensia; Yanyan Agustian (Pembimbing)Salah satu kegagalan sebuah bendungan adalah diakibat dari stabilitas lereng dan juga keamanan dari rembesan. Dalam laporan ini dilakukan evaluasi analisis stabilitas lereng dan keamanan rembesan dari Bendungan Tujuh Bukit 1 yang telah beroperasi selama 5 tahun. Dalam tahap analisisnya dilakukan pengumpulan data primer dan sekunder yang dilanjutkan dengan pembuatan model. Pembuatan model analisis disesuaikan untuk model analisis stabilitas lereng dan juga pembuatan model analisis rembesan. Model analisis stabilitas dibuat dalam tiga kondisi yaitu adalah kondisi statik, gempa OBE (Operated Based Earthquake) dan gempa MDE (Maximum Design Earthquake). Untuk model rembesan sendiri dilakukan pengecekan keamanan terhadap uplift dan terhadap erosi buluh. Hasil dari perhitungan didapatkan bahwa analisis stabilitas dalam kondisi statik, gempa OBE, dan gempa MDE mendapatkan nilai yang memenuhi syarat dan juga terhadap analisis rembesan. Oleh karena itu, tidak dilakukan rekomendasi desain ataupun penambahan perkuatan pada Bendungan 1 Tujuh Bukit.
- ItemPENGARUH KANDUNGAN AIR TANAH PADA KARAKTERISTIK KUAT GESER DAN DEFORMASI TANAH DENGAN UJI TRIAXIAL METODE UNCONSOLIDATED UNDRAINED (UU) PADA SAMPEL TANAH DI KABUPATEN BARITO SELATAN KALIMANTAN TENGAH(Program Studi Teknik Sipil, Univeristas Widyatama, 2024) Muhammad Saepul Alam; Yanyan Agustian (Pembimbing)Tanah adalah bagian yang terdapat pada kerak bumi yang tersusun atas mineral dan bahan organik. Tanah merupakan salah satu penunjang yang membantu kehidupan semua makhluk hidup yang ada di bumi. tanah juga berfungsi sebagai pendukung pondasi dari bangunan. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian eksperimental. Pengambilan sampel tanah di lakukan di salah satu wilayah di Kabupaten South Barito Selatan Kalimantan Tengah dengan kedalaman 1 meter. Pengujian dilakukan di laboratorium Zekon Indonesia. Pengujian yang dilakukan meliputi uji karakteristik tanah, uji kadar air optimum dan uji Triaxial unconsolidated undrained. Hasil Analisis menunjukkan bahwa jenis tanah di South Barito Swalang project infrastruktur depelopment. Dari hasil yang diamati tanah tersebut dengan matrial Sandy Lean Clay.
- ItemPENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI PADA STABILITAS TANAH DITINJAU DARI NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) (STUDI KASUS: DESA LEGOKSARI)(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Muhamad Zidan Algipari; Yanyan Agustian (Pembimbing)Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan beragam jenis tanah di setiap daerah, salah satunya adalah tanah lempung yang umum dijumpai dan memiliki plastisitas tinggi serta mudah berubah volume akibat kadar air. Desa Legoksari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu daerah dengan dominasi tanah lempung, yang menyebabkan permasalahan dalam pembangunan seperti keretakan dan penurunan tanah pada konstruksi bangunan maupun jalan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan stabilisasi tanah menggunakan bahan tambah abu sekam padi (ASP) yang mengandung senyawa pozolan, terutama silika (SiO₂). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan ASP terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah lempung dengan variasi campuran sebesar 6%, 10%, 14%, dan 18% dalam kondisi unsoaked dengan pemeraman selama 1 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah tergolong ke dalam klasifikasi A-7-6 menurut AASHTO dan CL (tanah lempung anorganik plastisitas sedang) menurut USCS. Nilai CBR tanah asli adalah sebesar 7,44%, sementara nilai CBR tanah setelah stabilisasi menunjukkan peningkatan berturut-turut yaitu 10,89% (6%), 13,99% (10%), 20,17% (14%), dan 5,66% (18%). Kadar campuran 13% dan 15% digunakan sebagai variasi tambahan untuk menguji konsistensi nilai CBR dan memastikan bahwa kadar 14% merupakan kadar yang paling optimal, dengan hasil masing-masing sebesar 15,11% dan 16,20%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa abu sekam padi efektif dalam meningkatkan daya dukung tanah lempung, dengan kadar optimal sebesar 14% yang menghasilkan peningkatan nilai CBR hingga 271,10% dibandingkan kondisi tanah asli
- ItemPENILAIAN STRUKTUR TIER 1 ASCE 41-17 PADA STUDI KASUS STRUKTUR KOLOM BETON BERTULANG GEDUNG K – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS WIDYATAMA(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2024) Shafira Nur Fadhilah; Yanyan Agustian (Pembimbing)Wilayah Ring of Fire di Pasifik, yang termasuk Indonesia, adalah area rawan gempa bumi, sehingga penting untuk memastikan ketahanan bangunan terhadap bencana tersebut. Salah satu contoh penerapan ketahanan gempa adalah Gedung K Perpustakaan di Universitas Widyatama, Bandung, yang dibangun pada tahun 2008 dan merupakan bagian dari fasilitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kondisi struktur eksisting Gedung K dengan standar ASCE 41-17 dalam hal ketahanan gempa, khususnya pada elemen struktur kolom beton bertulang. Hasil analisis menunjukkan bahwa story drift pada kolom eksisting berada dalam kondisi tidak aman, melebihi batas simpangan izin. Namun, dengan perkuatan dimensi kolom, simpangan antar lantai menjadi aman. Selain itu, analisis defisiensi tegangan aksial kolom menunjukkan bahwa meskipun hasil analisis dengan bantuan program menunjukkan kolom dalam kondisi aman, pemeriksaan cepat menemukan beberapa kolom dalam kondisi tidak aman. Perbandingan dimensi kolom juga menunjukkan perbaikan signifikan pada kolom yang telah diperkuat. perkuatan dimensi kolom melalui efektif dalam meningkatkan ketahanan gempa pada Gedung K Perpustakaan, tetapi masih terdapat beberapa kolom yang memerlukan perhatian lebih lanjut untuk memastikan keselamatan bangunan secara keseluruhan.
- ItemPENILAIAN STRUKTUR TIER 1 ASCE 41-17 PADA STUDI KASUS STRUKTUR KOLOM BETON BERTULANG GEDUNG KULIAH K UNIVERSITAS WIDYATAMA(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2024) Amanda Wulansari; Yanyan Agustian (Pembimbing)The Class K Building at Widyatama University, located at 204A Cikutra Street, Sukapada, Cibeunying Kidul Subdistrict, Bandung City, West Java, is a lecture building that was built in 2008 using the regulations in force at that time. A structural assessment with the main focus on reinforced concrete column structures was conducted to determine the current performance of the structures under the prevailing earthquake map conditions and the possibility of reinforcement to be carried out on the column structures. The structural assessment was carried out starting with the stage of visual assessment of the entire building, assessment of the Tier 1 checklist based on the provisions of ASCE 41-17, analysis of reinforcement of column structures assisted by using a numerical program, and analysis of the output obtained from the program against the performance of the existing structure and compared after reinforcement. From the results of the assessment, both visually and the results of the Tier 1 checklist assessment, columns with various conditions were found that were indicated to reduce the potential performance of the structure. Based on the output of the program analysis of the existing building that has been adjusted with the applicable seismic map, it is concluded that the existing columns of the building do need to be strengthened because the columns are in the unsafe option. After the reinforcement is carried out by enlarging the column dimensions, the performance of the column structure results in the column condition being in the safe option.
- ItemPERKUATAN LERENG MENGGUNAKANAN DINDING PENAHAN TANAH DI KAMPUNG SIMURUGUL HILIR KELURAHAN MARGAWATI(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2024) Taufik Mustopa Gani; Yanyan Agustian (Pembimbing)Tanah merupakan lapisan permukaan bumi yang sangat dinamis, perubahannya dipengaruhi oleh air, udara dan pergeseran lempeng bumi. Salah satu akibat dari perubahan itu adalah adanya lereng. Lereng adalah permukaan bumi yang membentuk sudut kemiringan tertentu dengan bidang horizontal. Untuk menjaga kestabilan lereng tersebut maka dibuatlah dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah merupakan komponen struktur bangunan penting untuk jalan dan bangunan lingkungan lainnya yang berhubungan dengan tanah yang memiliki elevasi berbeda. Penelitian ini membahas tentang perencanaan dinding penahan tanah pada lereng di Simurugul Hilir - Margawati, Kecamatan Garut Kota - Garut sebagai bentuk dari penanganan bencana tanah longsor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kestabilan lereng, merencanakan dimensi dari dinding penahan tanah yang dapat memikul beban rencana, menghitung stabilitas/faktor keamanan terhadap guling, geser dan daya dukung tanah. Metode yang digunakan dalam perhitungan stabilitas lereng adalah metode eksperimen dan kuantitatif yang menghasilkan nilai faktor aman. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat geser tanah φ = 25,6o serta C = 18,94 kN/m2, kemudian hasil penelitian dengan dimensi dinding penahan tanah tipe gravity yaitu H = 7 m, B = 0,8 m, tinggi df = 0,7 m, lebar kepala = 0,45 m. Dengan dimensi tersebut didapatkan nilai faktor keamanan dinding penahan tanah terhadap stabilitas guling = 7,14 (SAFE) , stabilitas geser = 2,26 (SAFE), dan daya dukung tanah = 3,02 (SAFE).
- ItemrANALISIS DAYA DUKUNG TANAH MENGGUNAKAN DATA SONDIR DAN PILE DRIVING ANALYZER (PDA TEST) PADA KONSTRUKSI GEDUNG RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SARTIKA ASIH BANDUNG(Program Studi Teknik Sipil, Universitas Widyatama, 2025) Dodi Zulfandi Lase; Yanyan Agustian (Pembimbing)Daya dukung tanah merupakan faktor utama dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi bangunan. Ketidaksesuaian antara daya dukung tanah dan beban struktur dapat menyebabkan kegagalan konstruksi, seperti penurunan berlebih dan retak pada elemen struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung tanah pada proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih di Bandung menggunakan metode uji sondir (Cone Penetration Test/CPT) dan Pile Driving Analyzer (PDA) test. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengambilan data sondir untuk menentukan daya dukung awal tanah, serta pengujian PDA untuk memperoleh daya dukung aktual dari tiang pancang yang telah dipasang. Pada analisis sondir menggunakan 2 metode yakni metode Aoki de Alencar dan metode Meyerhof. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil dari kedua metode untuk mengetahui perbedaan kapasitas daya dukung yang diperoleh. Berdasarkan hipotesis yang diajukan, diperkirakan terdapat perbedaan yang signifikan antara daya dukung tanah berdasarkan hasil analisis data sondir dan hasil uji PDA test. Hasil pengujian PDA menunjukkan bahwa daya dukung tiang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil perhitungan dari data sondir. Perbedaan ini terjadi karena kondisi tanah di lapangan lebih kompleks dan adanya pemadatan saat pemancangan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode PDA lebih mencerminkan kondisi sebenarnya, sehingga bisa menjadi acuan yang lebih akurat dalam merencanakan pondasi dan mengembangkan metode analisis daya dukung tanah ke depannya.