Browsing by Author "Uning Kuraesin (Pembimbing)"
Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS MAKNA KONTEKSTUAL ONOMATOPE GISEIGO DAN GIONGO DALAM MANGA “CHAINSAW MAN” KARYA TATSUKI FUJIMOTO(Program Studi Bahasa Jepang S1, 2025) Zidan Destriansyah; Uning Kuraesin (Pembimbing)Penelitian ini menganalisis pengaplikasian onomatope bahasa Jepang yaitu onomatope giseigo dan giongo ke dalam sebuah manga berjudul Chainsaw Man karya Tatsuki Fujimoto. Onomatope merupakan suatu elemen linguistik yang gunanya untuk menirukan bunyi maupun suara yang dihasilkan oleh makhluk hidup atau benda mati. Dalam sebuah manga, onomatope berperan penting dalam memperkaya ekspresi karakter maupun untuk memperjelas suasanan atau keadaan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk engidentifikasi contoh onomatope giseigo dan giongo yang muncul dalam manga Chainsaw Man beserta menganalisis makna kontekstualnya. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan padan referensial. Data – data dikumpulkan dari manga berjudul Chainsaw Man volume 1, lebih tepatnya dari chapter 1 sampai 3 dengan teknik simak dan catat yang kemudian dianalisis berdasarkan teori onomatope dari Haruhiko Kindaichi dan teori makna kontekstual dari Abdul Chaer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam manga Chainsaw Man volume 1 chapter 1 sampai 3 terdapat berbagai onomatope giseigo dan giongo yang digunakan untuk menggambarkan suara karakter, aksi, serta atmosfer cerita. Beberapa onomatope memiliki makna kontekstual yang berbeda dari makna leksikalnya, tergantung dengan situasi maupun emosi yang ingin disampaikan oleh pengarang manga. Oleh karena itu, onomatope tidak hanya berfungsi sebagai representasi suara, tetapi juga sebagai alat untuk memperkuat cerita yang ingin dibawakan. Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik, terutama dalam memahami peran onomatope dalam bahasa Jepang serta membantu pemelajar bahasa Jepang dalam mengenali dan memahami penggunaan onomatope dengan baik dan benar.
- ItemANALISIS TINDAK TUTUR PENOLAKAN DALAM FILM HAVE A SONG ON YOUR LIPS (Kajian Pragmatik)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Irsyad Hilmy Suryaman; Uning Kuraesin (Pembimbing)Penolakan dalam bahasa Jepang disampaikan dengan memikirkan berbagai macam strategi penolakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi tindak tutur penolakan dan latar belakang tindak tutur penolakan bahasa Jepang oleh mitra tutur pada film Have a Song on Your Lips. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, metode penelitian yang bertujuan untuk mendefinisikan suatu fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Pada penelitian ini, penulis menggambarkan situasi dalam analisis data, dan strategi yang digunakan tuturan penolakan secara langsung dan tidak langsung. Analisis data dilakukan sesuai teori tindak tutur penolakan dari Bee et al (1990), Kana (2013), permata (2016), Ochi dan Suzuki (2013). Hasil dari penelitian ini menunjukan sebanyak 22 data tindak tutur penolakan dalam film Have a Song on Your Lips (2015) yang menggunakan strategi penolakan secara langsung sebanyak 8 data tindak tutur penolakan, sedangkan tindak tutur penolakan tidak langsung sebanyak 14 data tuturan penolakan.
- ItemRESPON MITRA TUTUR PENGGUNAAN HONORIFIK PADA ANIME TORADORA KARYA YUYUKO TAKEMIYA (KAJIAN PRAGMATIK)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Deva Vita Maharani; Uning Kuraesin (Pembimbing)Penggunaan keigo/honorifik dalam bahasa Jepang bukan hanya aturan bahasa, tetapi juga cerminan hubungan tingkat, status dan sosial antar penutur. Dalam anime Toradora karya Yuyuko Takemiya, penulis meneliti bagaimana cara tokoh-tokoh pada Anime Toradora menggunakan keigo/honorifik menunjukkan perubahan hubungan, kedekatan, dan bahkan ketegangan di antara mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan keigo/honorifik dalam dialog Anime Toradora karya Yuyuko Takemiya serta menganalisis respon mitra tutur terhadap penggunaan honorifik tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik sadap serta simak bebas libat cakap (SBLC). Dari analisis data, ditemukan 30 data dialog yang menggunakan honorifik sonkeigo, kenjougo, teineigo, dan bikago. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana penggunaan honorifik dalam Anime Toradora mempengaruhi dinamika hubungan antar karakter.
- ItemSTUDI SEMIOTIKA SAUSSURE PADA MAKNA KESEDIHAN DALAM LAGU ”KAKURENBO” DAN “DRY FLOWER” KARYA YUURI(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Almira Kartasentana; Uning Kuraesin (Pembimbing)Penelitian ini membahas mengenai “Studi Semiotika pada Makna Kesedihan dalam Lagu “Kakurenbo” dan “Dry Flower” Karya Yuuri yang akan dibahas makna kesedihan yang terdapat pada tiap bait lagunya. Teori yang digunakan merupakan teori semiotika Ferdinand de Saussure yang pertama kali dikemukakan pada tahun 1857, mengenai penanda (Signifier) dan petanda (signified). Data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa dua buah lagu yang berjudulkan “Kakurenbo” dengan total delapan bait dan “Dry Flower” yang memiliki jumlah sebelas bait Karya Yuuri. Metode penelitian yang digunakan ialah metode Simak bebas libat cakap (SBLC) dan catat untuk mengumpulkan data. Data yang diperoleh akan langsung dianalisis menggunakan metode semiotika Saussure untuk membedah bagian penanda dan petandanya yang kemudian yang ditarik makna tiap baitnya sehingga tercipta makna kesedihan yang terkandung pada tiap lagunya dengan menggunakan metode informal sebagai penyajian hasil analisis data. Data diklasifikasikan hanya berdasarkan bait lagu, dan bait yang sudah didapatkan maknanya kemudian akan disatukan dengan bait keseluruhan yang membentuk makna sempurna, sebuah cerita yang terkandung pada lagu tersebut.
- ItemTINDAK TUTUR DAN IMPLIKATUR UNGKAPAN GEMBIRA DALAM KOMENTAR MEDIA SOSIAL YOUTUBE PADA KARYA MAYUMI ITSUWA DALAM CHANNEL YOUTUBE JANET LEE (KAJIAN PRAGMATIK)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Shangga Triyuga; Uning Kuraesin (Pembimbing)Ujaran merupakan unsur linguistik dan sastra yang dapat berupa kata, kalimat atau gagasan yang dapat menghasilkan penafsiran dan pemahaman terhadap pendengar atau pembacanya. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tindak tutur dan implikatur yang terdapat pada ujaran gembira pada komentar lagu karya Mayumi Itsuwa dalam channel Janet Lee. Penelitian ini berjenis kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak, dengan teknik dasar dari metode ini yaitu teknik catat dengan maksud untuk mencatat data yang sudah disimak dari sumber data. Teknik dasar dalam penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu atau teknik PUP. Dalam menganalisis hal tersebut, penelitian ini menggunakan Teori Tindak Tutur dari J. Searle dan Teori Implikatur dari Paul Grice. Tindak tutur merupakan konsep dalam pragmatik yang memiliki tujuan komunikatif dan dapat mempengaruhi pendengar. Sedangkan implikatur merupakan konsep yang mengacu pada makna tersembunyi yang dapat disimpulkan dari sebuah ucapan atau kalimat tertentu. Sehingga penelitian ini dapat mendeskripsikan makna dari tindak tutur dan implikatur pada ujaran gembira yang sudah diklasifikasikan menjadi 22 data dengan 19 ujaran ungkapan gembira dan 3 ujaran tidak gembira. Berdasarkan pemaknaan pada tahap analisis terhadap data yang telah diklasifikasikan, diketahui bahwa terdapat tindak tutur ilokusi representatif, tindak tutur ilokusi ekspresif, tindak tutur ilokusi direktif serta implikatur konversasional