Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Raden Novitasari (Pembimbing)"

Now showing 1 - 10 of 10
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS BENTUK DAN MAKNA GISEIGO DALAM KOMIK “KUROSHITSUJI” VOLUME 26
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2022) Nissa Adyaranti; Raden Novitasari (Pembimbing)
    Penelitian ini membahas mengenai ‘Analisis Bentuk dan Makna Giseigo pada Komik “Kuroshitsuji” Volume 26’ yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna onomatope bahasa Jepang giseigo yang terdapat dalam komik Kuroshitsuji (Black Butler) volume 26. Teori yang digunakan adalah Teori Tamori dan Schourup tentang bentuk onomatope bahasa Jepang, teori Akimoto tentang klasifikasi makna onomatope bahasa Jepang, serta teori Sutedi tentang mora dan silabis. Data penelitian terdiri dari 63 data giseigo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dan catat untuk pengumpulan data, metode padan referensial untuk analisis data, metode formal dan informal untuk penyajian hasil analisis data. Data diklasifikasikan berdasarkan jumlah mora terdiri dari onomatope yang memiliki 1 mora sampai onomatope yang memiliki 6 mora. Hasil analisis yang didapatkan adalah data giseigo 1 mora terdiri dari 3 bentuk dan 4 makna, data giseigo 2 mora terdiri dari 7 bentuk dan 12 makna, data giseigo 3 mora terdiri dari 13 bentuk dan 18 makna, data giseigo 4 mora terdiri dari 7 bentuk dan 7 makna, data giseigo 5 mora terdiri dari 6 bentuk dan 4 makna, data giseigo 6 mora terdiri dari 4 bentuk dan 4 makna
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    ANALISIS MAKNA GITAIGO DALAM KOMIK ROUJOTEKI SHOUJO HINATA-CHAN VOLUME 1
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, 2023) Viriya Paramita; Raden Novitasari (Pembimbing)
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan makna 擬態語Gitaigo dalam komik Roujoteki Shoujo Hinata-chan volume 1. Teori mengenai onomatope menggunakan teori dari Akimoto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode simak dan teknik simak bebas libat cakap untuk pengumpulan data, metode padan untuk analisis data, metode formal dan informal untuk metode penyajian hasil analisis data. Penulis menggunakan komik Roujoteki Shoujo Hinata-chan volume 1 sebagai sumber data penelitian. Hasil penelitian terdapat 62 buah onomatope yang terdiri dari 13 kata jenis 擬態語 gitaigo, 32 kata jenis 魏用語giyougo, dan 17 kata jenis 擬情語gijougo. Onomatope 擬態語gitaigo memiliki makna dan jenis yang beragam. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penulisan onomatope yang berbeda namun memiliki makna yang sama, serta terdapat juga onomatope yang penulisannya sama namun maknanya berbeda.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    BAHASA ANAK MUDA JEPANG DALAM SOSIAL MEDIA TWITTER PADA TAHUN 2023 (KAJIAN MORFOLOGI)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, 2025) Siti Zakia Muzaki; Raden Novitasari (Pembimbing)
    Remaja Jepang memakai istilah bahasa anak muda saat berbicara dengan teman sebaya atau dalam percakapan informal. Remaja dari sekolah menengah pertama hingga orang dewasa sekitar usia tiga puluh berbicara dalam bahasa yang dikenal sebagai bahasa anak muda. Penelitian ini membahas bahasa anak muda dalam bahasa Jepang, yang disebut dengan 若者言葉(wakamono kotoba) dengan mengambil data dari twitter. Teori yang dipakai adalah teori Tsujimura untuk pembentukan kata dan teori Sutedi untuk jenis-jenis 若 者言葉(wakamono kotoba). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan berbagai jenis 若者言葉(wakamono kotoba) dan proses pembentukan 若者言葉(wakamono kotoba) yang muncul dalam unggahan anak muda Jepang di sosial media twitter pada tahun 2023. Metode padan referensial dan metode distribusional adalah metode yang dimanfaatkan dengan maksud agar data dalam penelitian ini dapat dianalisis. Data yang didapatkan sejumlah 21 data dengan hasil penelitian bahwa jenis 若者言葉(wakamono kotoba) yang ada dalam unggahan anak muda di twitter adalah kata singkatan, kata singkatan dengan huruf alfabet, kata-kata tiruan, bahasa yang dipakai oleh perempuan, dan bahasa asing. Apabila dibandingkan dengan bahasa Jepang standar perbedaan 若者言葉(wakamono kotoba) terletak pada proses pembentukan kata secara morfologi yang memuat afiksasi, peminjaman kata, pemenggalan kata, penggabungan kata, dan reduplikasi.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    KAJIAN KONTRASTIF KATA MAJEMUK BERUNSUR NOMINA DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA SUNDA DALAM NOVEL MIZU ZOKUSEI NO MAHOUTSUKAI DAN CARPON SUNDA
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Ilham Mugis Al Fauzan; Raden Novitasari (Pembimbing)
    Kata majemuk merupakan salah satu fenomena linguistik yang menarik karena melibatkan penggabungan dua morfem yang menghasilkan makna baru yang lebih spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan struktur serta makna antara kedua bahasa tersebut dalam pembentukan kata majemuk. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan daya pilah translasional, dan penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Berdasarkan analisis penulis, terdapat 30 kata majemuk berunsur nomina bahasa Jepang dan 30 kata majemuk berunsur nomina bahasa Sunda. Persamaan kedua bahasa terletak pada pola pembentukannya yang menempatkan nomina setelah verba dan adjektiva, ketika digabungkan menjadi kata majemuk. Perbedaan terletak pada kata majemuk berunsur nomina bahasa Jepang yang lebih dinamis yaitu sering memodifikasi kata dasar sebelum digabungkan menjadi kata majemuk. Sebaliknya, kata majemuk berunsur nomina bahasa Sunda yang lebih statis karena tidak banyak modifikasi kata dasar dalam pembentukan kata majemuk.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    MAJAS DALAM LIRIK LAGU HIKARU NARA (光るなら) KARYA GOOSE HOUSE (Kajian Semantik)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Muhammad Zidiq Bahrum; Raden Novitasari (Pembimbing)
    Majas merupakan suatu gaya bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan atau mendeskripsikan suatu hal, ide, atau gagasan agar lebih menarik sehingga dapat tersampaikan secara utuh oleh penulis. Majas banyak ditemukan dalam karya sastra, seperti dalam lirik lagu. Banyak penulis lagu sering menggunakan majas agar pesan yang ingin disampaikan bisa sampai. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis majas dan makna yang terkandung dalam lirik lagu berjudul Hikaru Nara (光るなら) karya Goose House. Hasil penelitian, majas yang digunakan dalam lirik lagu Hikaru Nara (光るな ら) yaitu, majas metafora, majas hiperbola, majas paradoks, majas personifikasi, majas eupizeukis, dan majas simile. Majas metafora paling banyak digunakan pengarang dalam menulis lirik lagu tersebut. Makna dari lirik lagu Hikaru Nara (光るなら), setelah semua kesusahan yang terjadi dalam hidup akhirnya menjadi lebih baik dengan memandang hidup secara positif dan meyakini akan kelebihan diri sendiri. Dalam hidup harapan dan kecemasan itu berjalan beriringan, tinggal bagaimana sikap kita untuk bisa meraih takdir yang lebih baik.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    MAJAS HIPERBOLA DALAM LIRIK BEBERAPA LAGU KARYA GROUP BAND FLOW (Kajian Semantik)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Muhammad Ahza Raqin Satria; Raden Novitasari (Pembimbing)
    Penelitian ini membahas tentang majas hiperbola dalam lirik beberapa lagu karya grup band FLOW yaitu "Go!!!", "Days", "Sign" dan "Brave Blue". Fokus penelitian ini adalah mengelompokkan jenis-jenis majas hiperbola dan mendeskripsikan makna referensial dari kalimat hiperbola yang terdapat dalam lirik lagu-lagu tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), yaitu melibatkan pengumpulan data dari menyimak lirik lagu "Go!!!", "Days", "Sign" dan "Brave Blue" karya band FLOW yang termasuk jenis-jenis majas hiperbola. Adapun tahap analisis data yang dilakukan adalah memaparkan data penelitian, menandai lirik lagu yang mengandung majas hiperbola, menganalisis data majas hiperbola berdasarkan jenisnya, menganalisis pesan yang terdapat pada lirik lagu menggunakan metode padan referensial. Data, yang diperoleh diklasifikasikan berdasarkan jenis majas hiperbola, terdiri dari 20 data atau kalimat yang mengandung majas hiperbola pada empat lagu dari band FLOW tersebut. Data jumlah majas hiperbola yang terdapat di dalam setiap lagu adalah sebagai berikut: pada lagu "Sign" ada 9 data, lagu "Days" ada 5 data, lagu "Go!!!" ada 3 data dan lagu "Brave Blue" ada 3 data. Berdasarkan klasifikasi bentuk majas hiperbola, jumlah data pada tiap jenis majas hiperbola yang terkandung dalam lirik lagu "Go!!!", "Days", "Sign" dan "Brave Blue" dari Band FLOW adalah tiga data yang termasuk majas hiperbola frasa, lima data majas hiperbola peran superlatif, empat data majas hiperbola klausa, tiga data yang termasuk majas hiperbola pengulangan, satu data yang termasuk hiperbola perbandingan dan empat data yang termasuk hiperbola satu kata. Setiap data lirik lagu yang mengandung makna hiperbola kemudian dianalisis maknanya melalui metode padan referensial sehingga pesan pencipta lagu dapat tersampaikan. Adapun makna referensial yang terdapat pada lirik lagu adalah kekecewaan, ketidakpuasan, perasaan rindu, tekad yang kuat, keputusasaan, dan kesedihan yang mendalam.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    MAJAS PERSONIFIKASI PADA LIRIK LAGU JEPANG KARYA KOKIA
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, 2025) Zyanka Restu Adila; Raden Novitasari (Pembimbing)
    Personifikasi atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan gijinhou, merupakan majas yang meletakkan atau membandingkan sifat manusia dengan benda selain manusia, hewan, atau hal abstrak seolah-olah dapat berperilaku seperti manusia. Penggunaan majas personifikasi sering ditemukan dalam berbagai karya sastra seperti lirik lagu. Para penulis lagu menggunakan majas personifikasi sebagai media mengungkapkan sebuah ide atau gagasan dalam sebuah karya untuk menyampaikan sebuah pesan dengan lebih unik dan kesan menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan sifat manusia dan makna yang terkandung dalam majas personifikasi dalam lirik lagu Jepang karya KOKIA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang merupakan metode penelitian yang mengumpulkan data berupa gambar dan kata-kata. Data penelitian terdiri dari 24 data lirik lagu yang menggunakan majas personifikasi dari 11 lagu yang diteliti. Hasil penelitian yang didapatkan adalah majas personifikasi perbandingan sifat manusia dengan benda konkret dan majas personifikasi perbandingan sifat manusia dengan benda abstrak. Makna yang terkandung dalam majas personifikasi dalam lirik lagu karya KOKIA adalah menggambarkan kemampuan benda selain manusia seolah-olah berperilaku selayaknya manusia.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    PENGGUNAAN PARTIKEL AKHIR NORA DAN NANORA SEBAGAI KYARAGOBI DALAM LAGU ZETTAI CHUUSEI NANONANORA! OLEH VTUBER HIMEMORI LUNA
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Nugra Mahesa Naposo Nasution; Raden Novitasari (Pembimbing)
    Penelitian ini menganalisis penggunaan partikel akhir のら (nora) dan なのら (nanora) dalam lagu "Zettai Chuusei Nanonanora" yang dinyanyikan oleh VTuber Himemori Luna dari Hololive Production. Partikel akhir のら(nora) dan なのら(nanora) dikategorikan sebagai キ ャ ラ 語 尾 , (kyaragobi) yaitu elemen linguistik yang digunakan untuk menonjolkan karakteristik tokoh fiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan yang terkandung dalam kyaragobi のら (nora) dan なのら(nanora) serta bagaimana partikel ini menonjolkan sifat khas Himemori Luna, seperti kekanak-kanakan, ceria, dan playful. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis 17 data penggunaan partikel akhir のら (nora) dan 5 data penggunaan partikel akhir なのら (nanora) dalam lirik lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partikel ini memberikan nuansa ceria, ringan, dan penuh permainan pada kalimat, sekaligus memperkuat citra Himemori Luna sebagai "putri" yang egois namun menggemaskan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami peran elemen linguistik dalam membangun identitas karakter dalam karya fiksi berbahasa Jepang.
  • No Thumbnail Available
    Item
    TINDAK TUTUR PENOLAKAN BAHASA JEPANG DALAM GIM VRCHAT (KAJIAN PRAGMATIK)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Chandra Luskiano; Raden Novitasari (Pembimbing)
    Penelitian ini mengkaji tindak tutur penolakan dalam bahasa Jepang pada gim virtual reality (VR) "VRChat." Fokus penelitian adalah tindak tutur penolakan yang digunakan oleh pemain berbahasa Jepang dalam situasi berbeda di dalam gim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode cakap dengan teknik cakap semuka, melibatkan pengumpulan data dari rekaman percakapan di lingkungan virtual VRChat dan wawancara dengan pemain berbahasa Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis tindak tutur penolakan utama, yaitu penolakan memerintah, penolakan menyarankan, dan penolakan menanyakan. Setiap jenis tindak tutur penolakan menggunakan strategi komunikatif yang berbeda, memberikan nuansa variasi dalam mengkomunikasikan penolakan dalam konteks interaksi virtual di gim VRChat berbahasa Jepang. Pengkodean data dilakukan untuk 41 data tindak tutur penolakan, yang terbagi menjadi 13 data untuk penolakan memerintah, 14 data untuk penolakan menyarankan, dan 14 data untuk penolakan menanyakan. Analisis data menggunakan metode padan pragmatis untuk memahami hubungan antara tindak tutur penutur dan respons mitra tutur. Pada pembahasan, penulis menyoroti variasi strategi penolakan yang digunakan oleh pemain, mulai dari penolakan tegas hingga penolakan yang memasukkan saran atau alternatif. Simpulan dari penelitian ini mencakup pemahaman mendalam mengenai tindak tutur penolakan dalam bahasa Jepang di lingkungan virtual, menambah wawasan mengenai pragmatika dan interaksi sosial dalam dunia gim.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    TINDAK TUTUR PUJIAN DAN RESPON PUJIAN DALAM ANIME KAMI-TACHI NI HIROWARETA OTOKO (Kajian Pragmatik)
    (Program Studi Bahasa Jepang S1, 2024) Syifa Aisyah Adinda; Raden Novitasari (Pembimbing)
    Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur Pujian dan Respon Pujian dalam Anime 神達に拾われた男Kami-tachi ni Hirowareta Otoko”. Penelitian ini membahas tentang tindak tutur dalam bahasa Jepang yang berhubungan dengan tuturan pujian yang disampaikan oleh penutur dan respon pujian yang disampaikan oleh lawan tutur, bentuk-bentuk ungkapan pujian, bentuk-bentuk respon pujian, dan faktor yang mempengaruhi variasi respon pujian dalam Anime 神達に拾われた男Kami-tachi ni Hirowareta Otoko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk ungkapan pujian, bentuk respon pujian, faktor yang mempengaruhi variasi respon pujian dalam Anime 神達に拾われた男Kami-tachi ni Hirowareta Otoko. Penelitian ini menggunakan metode simak dan teknik pengumpulan data berupa teknik dasar yaitu teknik simak bebas libat cakap. Kemudian, metode yang digunakan selanjutnya menggunakan metode padan pragmatis dan teknik analisis data yang berupa teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu. Selanjutnya, metode dan teknik penyajian hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan penyajian secara formal dan informal. Penelitian ini mempunyai 40 hasil data yang diperoleh yang berupa 50 data ungkapan pujian, 33 respon pujian, dan 62 ungkapan tambahan yang didapatkan dari Anime 神達に拾われた男Kami-tachi ni Hirowareta Otoko”. 50 data ungkapan pujian yang diperoleh tersebut terbagi menjadi 4 klasifikasi ungkapan pujian yang berupa 35 bentuk tindak tutur pujian terhadap kemampuan, prestasi atau perbuatan baik lawan tutur (Ability/Performance Compliment) dengan 23 respon pujian yang diterima, 9 bentuk tindak tutur pujian terhadap benda yang dimiliki lawan tutur (Possesions Compliment) dengan 6 respon pujian yang diterima, 3 bentuk tindak tutur pujian terhadap kepribadian atau keramahan lawan tutur (Personality/Friendliness) dengan 2 respon pujian yang diterima, dan 3 bentuk tindak tutur pujian terhadap tempat tinggal seseorang (Residence Compliment) dengan 2 respon pujian yang diterima. Kemudian, faktor yang mempengaruhi respon pujian terdiri dari usia, gender, hubungan keakraban, dan ungkapan langsung ataupun tidak langsung.

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback