Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of DSpace
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Caesaron, Dino"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    USULAN PENGURANGAN PEMBOROSAN PADA PROSES PENJAHITAN MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SIGMA
    (Seminar Nasional Akuntansi dan Bisnis (SNAB), Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama, 2017-07-20) Nurprihatin, Filscha; Yulita, Nur Eka; Caesaron, Dino
    Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi garmen. Proses penjahitan merupakan proses penting karena menentukan kuantitas pakaian untuk memenuhi permintaan konsumen. Terdapat permasalahan dalam proses penjahitan, yaitu hasil produksi tidak sesuai dengan target perusahaan karena kualitas hasil produksi tidak sesuai standar dan adanya pemborosan. Maka dari itu, diperlukan penelitian untuk menghilangkan pemborosan dan meningkatkan kualitas. Penelitian dilakukan berdasarkan tahapan Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC). Pada tahap define dilakukan identifikasi melalui Value Stream Mapping (VSM) dan penyebaran kuesioner untuk mendapatkan pemborosan dominan. Tahap measure dilakukan untuk menentukan Critical to Quality (CTQ) dan perhitungan nilai sigma. Pada tahap analyze dilakukan analisis menggunakan Value Stream Analysis Tools (VALSAT), diagram pareto dan diagram sebab akibat. Pada tahap improve dilakukan perbaikan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Tahap control dilakukan untuk memastikan perbaikan berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bobot pemborosan tertinggi adalah pemborosan produk cacat sebesar 26,25% dan pemborosan waktu menunggu sebesar 16,02%. Nilai Defect per Million Opportunity (DPMO) dan sigma pada bulan Januari hingga Februari 2017 sebesar 2150 dan 4,36 sigma. Berdasarkan VALSAT didapatkan alat yang digunakan adalah Process Activity Mapping (PAM) dengan persentase tertinggi sebesar 95,4% pada aktivitas menunggu. Pada diagram pareto didapatkan 14 jenis cacat yang dominan dan melalui diagram sebab akibat terdapat faktor utama penyebab cacat, yaitu manusia, mesin, material dan metode. Usulan perbaikan pemborosan produk cacat berdasarkan jenis cacat jahitan putus dan benang jahit adalah melakukan pengecekan pada spull (kumparan benang di bagian bawah mesin jahit) sebelum menjalankan mesin dan pelatihan secara berkala. Usulan perbaikan pemborosan waktu menunggu adalah pelatihan secara berkala dan pembagian beban kerja yang merata melalui keseimbangan lintasan, sehingga meningkatkan nilai efisiensi lini menjadi 87,34%.
  • No Thumbnail Available
    Item
    USULAN PERANCANGAN ALAT BANTU UNTUK MENGURANGI RISIKO CIDERA KERJA PADA BURUH ANGKUT BERDASARKAN PENILAIAN RULA DENGAN MENGGUNAKAN QFD
    (Seminar Nasional Akuntansi dan Bisnis (SNAB), Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama, 2017-07-20) Caesaron, Dino; Chandra, Jacky; Tannady, Hendy
    Di Indonesia masih banyak perusahaan yang masih menggunakan manual material handling termasuk PT XYZ pada pekerja buruh angkut. Dengan menggunakan penilaian RULA pekerjaan manual material handling di PT XYZ pada pekerja buruh angkut memiliki tingkat risiko kerja yang sangat tinggi yaitu 7. Tingkat risiko kerja yang sangat tinggi selayaknya dihindari oleh buruh angkut dan harus dilakukan perbaikan cara kerja agar tidak terjadi rasa sakit yang berkelanjutan. Penilaian rula tersebut dijadikan sebagai acuan untuk pembuatan alat bantu berupa troli dan rak dengan menggunakan metode Quality Function Deployment. Quality function deployment digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan pekerja buruh angkut kedalam sepesifikasi kebutuhan teknis yang relevan. Kebutuhan pekerja buruh angkut untuk troli memiliki 9 kebutuhan yang diinginkan dan untuk rak memiliki 5 kebutuhan yang diinginkan. Kebutuhan teknisi untuk troli memiliki 13 dan untuk rak memiliki 9. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapat spesifikasi untuk troli adalah volume angkut 172,56 Liter, lebar pegangan 43,07 cm, tinggi pegangan 104,97 cm, tinggi minimal troli 72,27 cm, tinggi maksimal troli 110,11 cm, lebar troli 60,17 cm, panjang troli 65,55 cm, diameter pegangan 3,83 cm, jenis roda troli adalah besi campuran, jenis bahan baku troli adalah aluminium, tebal penampang 2-4 cm, lebar genggaman 9,73 cm. Spesifikasi untuk rak adalah volume rak 86,28 Liter, lebar rak 131,11 cm, tinggi rak 206,13 cm, panjang rak 46,19 cm, bahan baku kerangka adalah besi, bahan baku ambalan adalah plat besi, tebal ambalan 2-5 cm, jarak ambalan 24,85 cm, tinggi minimal ambalan 104,97 cm. Setelah merancang troli dan rak maka troli dan rak tersebut akan dinilai dengan penilaian RULA dan hasil penilaian RULA terhadap troli dan rak adalah 4. Kesimpulan yang diperoleh adalah dengan menggunakan troli dan rak maka tingkat risiko pekerjaan buruh angkut menurun dari 7 menjadi 4. Dimana nilai 4 ini menyatakan bahwa postur kerja pada penggunaan troli dan rak diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Kata kunci: Manual Material Handling, Quality Function Deployment, RULA

PTI copyright © 2002-2026

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback