USULAN PENGURANGAN PEMBOROSAN PADA PROSES PENJAHITAN MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SIGMA
No Thumbnail Available
Date
2017-07-20
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Seminar Nasional Akuntansi dan Bisnis (SNAB), Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama
Abstract
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi garmen. Proses
penjahitan merupakan proses penting karena menentukan kuantitas pakaian untuk memenuhi permintaan
konsumen. Terdapat permasalahan dalam proses penjahitan, yaitu hasil produksi tidak sesuai dengan target
perusahaan karena kualitas hasil produksi tidak sesuai standar dan adanya pemborosan. Maka dari itu,
diperlukan penelitian untuk menghilangkan pemborosan dan meningkatkan kualitas. Penelitian dilakukan
berdasarkan tahapan Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC). Pada tahap define dilakukan
identifikasi melalui Value Stream Mapping (VSM) dan penyebaran kuesioner untuk mendapatkan
pemborosan dominan. Tahap measure dilakukan untuk menentukan Critical to Quality (CTQ) dan
perhitungan nilai sigma. Pada tahap analyze dilakukan analisis menggunakan Value Stream Analysis Tools
(VALSAT), diagram pareto dan diagram sebab akibat. Pada tahap improve dilakukan perbaikan
berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi. Tahap control dilakukan untuk memastikan
perbaikan berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bobot pemborosan tertinggi adalah
pemborosan produk cacat sebesar 26,25% dan pemborosan waktu menunggu sebesar 16,02%. Nilai Defect
per Million Opportunity (DPMO) dan sigma pada bulan Januari hingga Februari 2017 sebesar 2150 dan
4,36 sigma. Berdasarkan VALSAT didapatkan alat yang digunakan adalah Process Activity Mapping (PAM)
dengan persentase tertinggi sebesar 95,4% pada aktivitas menunggu. Pada diagram pareto didapatkan 14
jenis cacat yang dominan dan melalui diagram sebab akibat terdapat faktor utama penyebab cacat, yaitu
manusia, mesin, material dan metode. Usulan perbaikan pemborosan produk cacat berdasarkan jenis cacat
jahitan putus dan benang jahit adalah melakukan pengecekan pada spull (kumparan benang di bagian
bawah mesin jahit) sebelum menjalankan mesin dan pelatihan secara berkala. Usulan perbaikan
pemborosan waktu menunggu adalah pelatihan secara berkala dan pembagian beban kerja yang merata
melalui keseimbangan lintasan, sehingga meningkatkan nilai efisiensi lini menjadi 87,34%.
Description
Keywords
Lean Six Sigma, Value Stream Mapping, Failure Mode, Effect Analysis