Japanese Bachelor
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Japanese Bachelor by Author "Abdul Latif Jaohari (Pembimbing)"
Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM ALBUM LOVE KARANGAN PINOCCHIOP(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) M. Daffa Seno Adji; Abdul Latif Jaohari (Pembimbing)Penelitian ini berjudul "Analisis Penggunaan Campur Kode dalam Album LOVE Karangan PinocchioP" dan bertujuan untuk mengklasifikasikan bentuk-bentuk campur kode yang digunakan dalam lirik lagu di album LOVE karya PinocchioP serta untuk memahami latar belakang penggunaannya berdasarkan faktor-faktor tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data. Berdasarkan analisis terhadap 15 data lirik, ditemukan bahwa bentuk campur kode yang paling dominan adalah campur kode kata dengan total 13 data, diikuti oleh campur kode frasa dengan 3 data, dan campur kode klausa dengan 1 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam album ini, penggunaan campur kode terbatas pada tiga jenis bentuk, yakni kata, frasa, dan klausa. Temuan ini memberikan wawasan tentang pola penggunaan campur kode dalam lirik lagu dan faktor-faktor yang memengaruhi penerapannya dalam karya musik PinocchioP.
- ItemANALISIS PERSAMAAN DAN PERBEDAAN URESHII DAN TANOSHII PADA LAGU KARYA SEKAI NO OWARI(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Fadia Nurhasanah; Abdul Latif Jaohari (Pembimbing)Sinonim merupakan kata-kata yang bermakna pusat (denotasi) sama tetapi berbeda nilai, rasa, nuansa, atau konotasinya. Sinonim dalam bahasa Jepang disebut dengan kata Ruigigo. Dalam bahasa Jepang adjektiva disebut juga dengan istilah Keiyoushi. Keiyoushi dibagi menjadi dua jenis yaitu i-Keiyoushi dan Keiyoudoushi atau na-Keiyoushi. I-Keiyoushi dalam bentuk pronomina berakhiran dengan suara [い/i], seperti Ureshii dan Tanoshii. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari kata Ureshii dan Tanoshii dalam lagu karya Sekai No Owari. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik hubung banding. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar yaitu teknik simak bebas libat cakap. Kalimat Ureshii terdiri dari 4 data dan Tanoshii terdapat 4 data.
- ItemANALISIS TOKI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG YANG TERDAPAT DALAM NOVEL TENKI NO KO KARYA MAKOTO SHINKAI (KAJIAN SINTAKSIS DAN SEMANTIK)(Program Studi Bahasa Jepang S1, 2023) Shinta Rindiani; Abdul Latif Jaohari (Pembimbing)Beragam karakteristik yang dimiliki oleh bahasa Jepang tentu digunakan dalam berbagai percakapan sehari-hari. Tentunya mencakup ungkapan, kosakata, dan tata bahasa. Penelitian ini membahas mengenai analisis toki dalam kalimat bahasa jepang yang terdapat dalam novel Tenki no Ko Karya Makoto Shinkai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memudahkan pembelajar bahasa Jepang agar dapat membedakan waktu terjadinya suatu keadaan dalam berbagai aktivitas baik yang sedang berlangsung, keadaan di masa lampau, maupun kejadian yang terjadi secara terus menerus. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, metode pengumoulan data menggunakan metode simak, dan metode analisis data menggunakan metode agih. Dengan metode kualitatif penulis mencoba mendeskripsan maksud dari analisis toki di mana ungkapan tersebut agar mudah dipahami oleh pembaca.
- ItemCAMPUR KODE DALAM ALBUM “KYOUGEN” KARYA ADO (Kajian Sosiolinguistik)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2025) Daffa Bimasakti Putra Johari; Abdul Latif Jaohari (Pembimbing)Penelitian ini membahas fenomena campur kode dalam lirik lagu pada album Kyougen karya Ado, yang terdiri dari 14 lagu berbahasa Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengklasifikasi jenis campur kode berdasarkan bentuk linguistiknya serta menganalisis latar belakang penyebab dan fungsi penggunaannya dalam kajian sosiolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), di mana peneliti mengamati data tanpa terlibat langsung dalam tuturan. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan referensial untuk mengidentifikasi jenis campur kode yang muncul dalam bentuk kata, frasa, dan klausa, serta metode padan translasional untuk mencari padanan makna kata atau frasa bahasa Inggris dalam bahasa Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk campur kode yang digunakan dalam lirik lagu pada album Kyougen, yaitu campur kode bentuk kata sebanyak 23 data, campur kode bentuk frasa sebanyak 10 data, dan campur kode bentuk klausa sebanyak 1 data. Campur kode dalam lirik lagu Ado tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetika, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun identitas sosial tokoh dalam lagu. Latar belakang terjadinya campur kode mencakup faktor-faktor seperti ekspresi emosional, penguatan identitas generasi muda, penyampaian kritik sosial, serta pertimbangan ritmis dan musikal dalam penciptaan lagu. Dengan demikian, campur kode dalam lagu-lagu Ado berperan sebagai alat ekspresif yang mencerminkan gaya hidup anak muda masa kini yang terbuka terhadap budaya luar dan akrab dengan pengaruh global.
- ItemGAYA BAHASA HIPERBOLA DALAM LIRIK LAGU PADA ALBUM “UTA’S SONGS ONE PIECE FILM RED” KARYA ADO (KAJIAN SEMANTIK)(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Muhammad Syam Hafizh; Abdul Latif Jaohari (Pembimbing)Semantik ialah salah satu bentuk kajian linguistik yang melakukan pengkajian yang terfokus pada makna. Dalam bahasa Jepang sendiri, semantik dikenal dengan istilah imiron. Pada umumnya, manusia menggunakan bahasa sebagai media untuk berkomunikasi serta mengekspresikan pikiran dan perasaan. Dalam ilmu semantik terdapat gaya bahasa, yaitu makna-makna yang berfungsi untuk memperindah suatu bahasa. Terdapat banyak penggunaan gaya bahasa hiperbola pada kehidupan sehari-hari, salah satunya pada lirik lagu. Salah satu bentuk gaya bahasa yang sering digunakan dalam lirik lagu ialah hiperbola yang gaya bahasanya terkesan dilebih-lebihkan. Pada lagu-lagu yang menjadi pengisi lagu pada album “Uta’s Songs One Piece Film Red” kerap menggunakan hiperbola, oleh karena itu dalam penelitian ini penulis akan melakukan penelitian terhadap hiperbola yang terdapat pada lirik lagu pada album “Uta’s Songs One Piece Film Red” karya Ado. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis hiperbola dalam lirik serta menjelaskan makna yang ada dalam hiperbola tersebut. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Adapun teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini penulis menggunakan metode informal. Hasil dari penelitian yang diperoleh dari 30 data yang digunakan, ditemukan 5 (lima) jenis hiperbola yaitu hiperbola ungkapan kias, ungkapan kebohongan, ungkapan yang mengacu pada bagian tubuh atau keadaan fisik, ungkapan perasaan, serta ungkapan logis. Makna hiperbola dalam lirik lagu pada album “Uta’s Songs One Piece Film Red” karya Ado terdapat perasaan yang kompleks dengan mencakup keputusasaan, kemarahan, kesepian, kerinduan akan kebersamaan dan kekuatan untuk melawan kegelapan. Adapun makna lainnya, memiliki jiwa semangat terhadap era baru dan perjalanan menuju penemuan jati diri dalam mencari kebenaran dan kepuasan.
- ItemMETAFORA DALAM LIRIK LAGU KARYA YURRYCANON : Kajian Semantik(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2024) Fathan Fadhilah; Abdul Latif Jaohari (Pembimbing)Metafora yang digunakan pada lirik lagu dapat meningkatkan nilai estetika pada karya tersebut, namun umumnya tidak semua orang dapat memahami metafora beserta makna dari metafora tersebut. Karena metafora sendiri merupakan penggunaan kata atau frasa dengan arti yang tidak harfiah, melainkan sebagai perumpamaan atau perbandingan untuk mencitrakan suatu hal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis metafora dan memahami makna ungkapan metafora dari lirik lagu karya YurryCanon yang terdapat pada album “Tsuki ga Michiru” oleh band Tsukuyomi. Penelitian ini dikaji secara semantik karena metafora berkaitan dengan makna bahasa. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengklasifikasikan metafora berdasarkan teori Stephen Ullman, yaitu metafora antropomorfik, sinestetis, pengabstrakan, dan kehewanan, serta mengidentifikasi makna metafora menggunakan teori Knowles dan Moon dengan 3 elemen utama pada metafora, yaitu vehicle, topic, dan grounds. Hasil analisis terhadap 27 data menunjukkan bahwa terdapat 13 metafora pengabstrakan, 6 metafora sinestetik, serta masing-masing 4 metafora antropomorfik dan kehewanan. Makna metafora dalam lirik-lirik tersebut menunjukkan bahwa penyair menggunakan metafora tidak hanya untuk memperkaya makna, namun meningkatkan keindahan serta unsur estetika pada liriknya dengan menyampaikan kondisi emosional yang kompleks, memotivasi dan menginspirasi pendengar, serta menggambarkan pertentangan emosi.
- ItemTINDAK TUTUR KOMISIF DAN EKSPRESIF MENGELUH DALAM ANIME ANI NI TSUKERU KUSURI WA NAI SEASON 4(Program Studi Bahasa Jepang S1, Universitas Widyatama, 2023) Dena Fath Malik; Abdul Latif Jaohari (Pembimbing)Tindak tutur ialah suatu tuturan yang diucapkan oleh penutur sembari melakukan suatu tindakan dan tujuan dengan makna tertentu untuk memperoleh sebuah respon yang diharapkan dari mitra tutur, sehingga dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis sesuai dengan tujuan penutur. Tindak tutur dibagi menjadi tiga jenis yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Kemudian dalam tindak tutur ilokusi dibagi menjadi lima jenis yaitu representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi. Tindak tutur komisif dan ekspresif juga bisa ditemukan dalam sebuah anime dan tentunya terdapat berbagai macam strategi mengeluh dan fungsi-fungsi lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi tindak tutur komisif dan strategi mengeluh yang digunakan dalam sebuah karya animasi Jepang berjudul Ani ni Tsukeru Kusuri wa nai Season 4. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode simak. Hasil dari penelitian ini terdapat 30 data yang ditemukan. Fungsi tindak tutur komisif sebanyak 12 data terdiri dari 3 penolakan, 3 berjanji, 5 menawarkan dan 1 mengancam. Strategi mengeluh sebanyak 18 data dengan 1 tuduhan tidak langsung, 8 kekesalan, 4 konsekuensi yang buruk, 1 isyarat, 2 menyalahkan secara eksplisit/sikap, 1 tuduhan langsung dan 1 menyalahkan yang diubah.