PENJADWALAN PERBAIKAN MESIN PESAWAT DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (CDS) DI PT NUSANTARA TURBIN DAN PROPULSI

dc.contributor.authorAL-Ghifari, Faturrahman Naufal
dc.contributor.authorAsep Anwar (Pembimbing)
dc.date.accessioned2026-11-03T08:14:41Z
dc.date.available2026-11-03T08:14:41Z
dc.date.issued2023
dc.description.abstractPT Nusantara Turbin dan Propulsi masih dihadapkan pada masalah lamanya waktu penyelesaian proses perbaikan mesin pesawat sehingga over dari lead time yang telah ditentukan yang kemudian menimbulkan keterlambatan pengiriman kepada pelanggan. Dari tahun 2020-2022 sebanyak 15 engine pesawat telah over leadtime. Salah satu faktor over lead time tidak adanya pengurutan pekerjaan pengerjaan proyek perbaikan mesin pesawat atau tidak adanya metode penjadwalan, dalam hal ini perusahaan menerapkan First Come First Served (FCFS). Kelemahan dari penerapan First Come First Served (FCFS) adalah job yang memiliki waktu pengerjaan paling cepat harus menunggu lama dan memiliki waktu tunggu yang tinggi. Untuk itu diperlukan suatu inovasi pada sistem penjadwalan agar didapat makespan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan urutan pekerjaan yang paling cepat dalam waktu penyelesaiannya sehingga menghasilkan total waktu penyelesaian (makespan) yang optimal serta melakukan analisis perbaikan antara penjadwalan saat ini dengan metode penjadwalan usulan. Salah satu metode penjadwalan yang dapat meminimasi makespan dan menghasilkan solusi pengurutan pekerjaan yang optimal adalah metode Campbell Dudek and Smith (CDS). Hasil dari penelitian ini didapatkan 9 iterasi, dan iterasi ke-8 yag menghasilkan nilai makespan yang paling optimal yaitu sebesar 401 hari. Dan didapatkan urutan pekerjaan proses perbaikan mesin pesawat yang paling optimum yaitu CT7/PGB - PT6T -CT7 – TPE - JT8D – TAY- DART7 - M250. Dengan metode ini perusahaan menurunkan makespan sebesar 3.14%. Kemudian total idle time yang dihasilkan dari penjadwalan metode Campbell Dudek and Smith yaitu 1260 hari, sedangkan penjadwalan existing menghasilkan total idle time bernilai 1296 hari, terdapat selisih 36 hari. Artinya perusahaan dapat mengurangi 2.7% waktu menganggur atau waktu menunggu para pekerja untuk melakukan proses kerja yang selanjutnya
dc.identifier.urihttps://repository.widyatama.ac.id/handle/123456789/111375
dc.language.isoother
dc.publisherProgram Studi S1 Teknik Industri
dc.relation.ispartofseries40521110007
dc.titlePENJADWALAN PERBAIKAN MESIN PESAWAT DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (CDS) DI PT NUSANTARA TURBIN DAN PROPULSI
dc.typeThesis
Files
Original bundle
Now showing 1 - 5 of 14
Loading...
Thumbnail Image
Name:
1. Cover.pdf
Size:
10.2 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2. Lembar Pengesahan.pdf
Size:
1023.48 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
3. Surat Pernyataan.pdf
Size:
607.43 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
4. Abstrak.pdf
Size:
137.05 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
5. Kata Pengantar.pdf
Size:
73.51 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: