ANALISIS TINGKAT RISIKO CIDERA PADA OPERATOR CUTTING MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) DAN APLIKASI KINOVEA (Studi Kasus: PT NITTO Materials Indonesia)

dc.contributor.authorRamdani, Dimas Aldi
dc.contributor.authorDidit Damur Rochman (Pembimbing)
dc.date.accessioned2026-10-20T04:43:42Z
dc.date.available2026-10-20T04:43:42Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractPekerja merupakan aset yang penting bagi perusahaan namun kebutuhan dan kepentingan pekerja masih sering kurang diperhatikan. Sehingga, dalam proses produksinya terkadang perusahan belum memfasilitasi area kerja yang lebih standard dan menciptakan fasilitas kerja yang lebih ergonomis. Hal tersebut berimbas secara tidak langsung yaitu memaksa pekerja melakukan postur kerja yang tidak normal atau tidak ergonomis, sehingga aktivitas tersebut dapat menyebabkan pekerja mengalami musculoskeletal disorders (MSDs) .PT NMI memiliki beberapa departemen di dalam nya, salah satu nya departemen produksi. Di area produksi mesin cutting terdapat aktivitas pengambilan material handling yang tidak alamiah yang dilakukan oleh seorang operator secara berulang-ulang, adapun berat material yang diangkat dan dipindahkan berkisar antara 5 – 10 kg, yang dilakukan secara repetitif selama 8 jam kerja oleh operator. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan resiko pekerja terkena penyakit akibat postur kerja yang kurang ergonomis, sehingga apabila dibiarkan dan tidak ditangani oleh perusahaan, resiko musculoskeletal disorders dapat terjadi. Dalam penyelesaian masalah ini, digunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengklasifikasi level resiko yang diakibatkan oleh postur kerja yang tidak ergonomis saat bekerja. Dan untuk mengetahui keluhan apa saja yang dirasakan oleh operator saat bekerja menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Berdasarkan hasil pengolahan data Nordic Body Map, scoring sebesar 56 untuk operator 1 dan 54 untuk operator 2, yang artinya pada skala tersebut tingkat resiko yang akan terjadi dalam kategori “sedang”. Menurut hasil penelitian dengan metode REBA, aktivitas operator mesin cutting memiliki resiko bernilai 10 “tinggi” sehingga level tindakan “Necessary Soon” atau di perlukan perbaikan untuk menunjang postur kerja yang lebih ergonomis. Adapun usulan perbaikan pada penelitian ini yaitu membuat rancangan meja kerja (workstations) agar material mempunyai tempat penyimpanan, sehingga memudahkan operator pada saat pengambilan material yang akan di proses. Usulan tersebut dilakukan untuk meminimalisir agar operator bisa terhindar dari resiko terkena musculoskeletal disorders.
dc.identifier.urihttps://repository.widyatama.ac.id/handle/123456789/111280
dc.language.isoother
dc.publisherProgram Studi S1 Teknik Industri
dc.relation.ispartofseries0519104071
dc.titleANALISIS TINGKAT RISIKO CIDERA PADA OPERATOR CUTTING MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) DAN APLIKASI KINOVEA (Studi Kasus: PT NITTO Materials Indonesia)
dc.typeThesis
Files
Original bundle
Now showing 1 - 5 of 14
Loading...
Thumbnail Image
Name:
1. Cover.pdf
Size:
1022.97 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2. Lembar Pengesahaan.pdf
Size:
319.69 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
3. Surat Pernyataan.pdf
Size:
451.25 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
4. Abstrak.pdf
Size:
286.18 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
5. Kata Pengantar.pdf
Size:
245.15 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: