PENGARUH KEPEMIMPINAN PERUSAHAAN, INOVASI TEKNOLOGI DAN BUDAYA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG), MANAJEMEN RISIKO SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA BPR MILIK PEMDA DI PROVINSI JAWA BARAT DAN BANTEN
Loading...
Date
2026
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Doktor Ilmu Manajemen
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan perusahaan, inovasi teknologi, dan budaya perusahaan terhadap kinerja keuangan melalui Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR) milik pemerintah daerah. Fenomena tingginya tingkat pencabutan izin usaha BPR dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan lemahnya tata kelola, rendahnya kualitas pengendalian risiko, serta ketidaksesuaian praktik manajerial dalam menjaga stabilitas lembaga keuangan daerah, sehingga diperlukan model empiris yang mampu menjelaskan faktor-faktor penentu kinerja keuangan secara komprehensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan jumlah sampel BPR yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan perusahaan, inovasi teknologi, dan budaya perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap GCG, manajemen risiko, dan kinerja keuangan. GCG terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sementara manajemen risiko juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan BPR. Temuan penting lainnya mengungkapkan bahwa GCG dan manajemen risiko berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara seluruh variabel eksogen terhadap kinerja keuangan, sehingga menegaskan bahwa kualitas pengelolaan risiko merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan dan kesehatan finansial BPR. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian mengenai penerapan Signaling Theory dan Agency Theory dalam konteks BPR, sementara secara praktis memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan manajemen BPR untuk memperkuat kepemimpinan, inovasi, budaya organisasi, serta tata kelola sebagai fondasi peningkatan kinerja keuangan. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan wilayah yang hanya melibatkan dua provinsi serta pendekatan kuantitatif tunggal. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan mixed methods serta memperluas wilayah penelitian agar hasilnya lebih generalis dan komprehensif.