IDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DAN METODE BOWTIE ANALYSIS (Studi Kasus: PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar)

dc.contributor.authorPangestu, Ilham
dc.contributor.authorAnnisa Maharani Suyono (Pembimbing)
dc.date.accessioned2026-10-29T07:15:49Z
dc.date.available2026-10-29T07:15:49Z
dc.date.issued2024
dc.description.abstractPLTU Banten 3 Lontar adalah sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. PLTU ini memiliki kapasitas produksi sebesar 4 x 315 MW dan menggunakan bahan bakar batubara. Pembangkit ini dibangun sejak tahun 2009 dan telah beroperasi sejak tahun 2011. Dalam Pembangkit Listrik Tenaga Uap tentunya menggunakan mesin dengan tingkat risiko bahaya yang tinggi, Berdasarkan data kecelakaan kerja yang terjadi di PLTU Banten 3 Lontar. Pada tahun 2019 hingga tahun 2023 telah terjadi sebanyak 39 kasus kecelakaan kerja berskala ringan, Akan tetapi hingga saat ini belum ada laporan terjadinya kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko potensi bahaya serta memberikan pengendalian risiko pada potensi bahaya tersebut. Metode yang digunakan adalah Job Safety Analysis (JSA) dan juga menggunakan Penilaian Risiko untuk mengetahui tingkat risiko pada potensi bahaya dan kecelakaan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung serta hasil survey dengan menggunakan kuesioner likelihood dan severity. Dapat disimpulkan bahwa pada PLTU Banten 3 Lontar setelah dilakukan analisis terdapat 32 potensi bahaya dan kecelakaan dengan penilaian risiko yang didapat setelah analisis data menunjukkan bahwa terdapat tingkat level risiko low risk sebesar 9%, medium risk sebesar 16%, high risk sebesar 66% dan extreme risk sebesar 9%. Maka akan dilanjutkan dengan Metode Bowtie Analysis yang menggambarkan hubungan antara komponen-komponen tersebut Berdasarkan hasil penilaian risiko terdapat 3 variabel dengan risiko Extreme yaitu tertimpa peralatan atau material akibat sling putus, kebakaran di area kerja, dan tersengat aliran listrik diperoleh 15 faktor penyebab risiko kecelakaan dan 11 dampak yang ditimbulkan.
dc.identifier.urihttps://repository.widyatama.ac.id/handle/123456789/111342
dc.language.isoother
dc.publisherProgram Studi S1 Teknik Industri
dc.relation.ispartofseries0520101014
dc.titleIDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DAN METODE BOWTIE ANALYSIS (Studi Kasus: PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar)
dc.typeThesis
Files
Original bundle
Now showing 1 - 5 of 13
Loading...
Thumbnail Image
Name:
1. Cover.pdf
Size:
69.71 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
2. Lembar Pengesahan.pdf
Size:
373.73 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
3. Abstrak.pdf
Size:
243.87 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
4. Kata Pengantar.pdf
Size:
183.14 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
Loading...
Thumbnail Image
Name:
5. Daftar Isi.pdf
Size:
289.5 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: