MANFAAT BiAYA TAKSIRAN SEBAGAl ALAT PENGENDALI BIAYA PRODUKSI PADA METODE HARGA POKOK PESANAN (Studi kasus pada PT. Glastronic Indonesia)
Loading...
Date
2005
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama
Abstract
Tujuan utama dari suatu perusahaan adalah mendapatkan laba yang telah
direncanakan agar kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin dan dapat
bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis. Dalam perusahaan industri yang
menghasilkan berbagai macam produk berdasarkan pesanan, biaya produksi
merupakan unsur penting dalam penetapan harga pokok produksi. Oleh karena itu
pengendalian biaya produksi sangat dibutuhkan agar perhitungan harga pokok
produksi dilakukan secara cermat sehingga menunjang dalam penetapan harga
jual. Dengan uraian di atas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan
judul : Manfaat Biaya Taksiran Sebagai Alat Pengendali Biaya Produksi pada
Metode Harga Pokok Pesanan.
PT. Glastronic Indonesia merupakan perusahaan industri yang
menghasilkan alat-alat laboratorium instrumentasi gelas dan alat peraga
pendidikan IPA. Perusahaan ini menggunakan metode harga pokok pesanan
dalam kegiatan produksinya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan
metode harga pokok pesanan dan perhitungan biaya taksiran pada perusahaan
serta manfaatnya sebagai alat pengendali biaya produksi. Dalam penelitian ini
digunakan metode deskriptif analitis yaitu metode yang menggambarkan fakta
sebagaimana adanya untuk diolah menjadi data selanjutnya dianalisis sehingga
menghasilkan suatu simpulan.
Dari hasil penelitian metode harga pokok pesanan yang diterapkan
perusahaan sudah cukup baik terlihat dari tercapainya target perusahaan dalam
memproduksi produk sesuai dengan spesifikasi pemesan.
Dalam penentuan harga pokok produksi, PT. Glastronic melakukan
perhitungan berdasarkan biaya taksiran untuk mengetahui harga pokok produksi
yang akan dijadikan dasar dalam penetapan harga jual. Pada penelitian ini penulis
mengambil lima contoh produk pesanan dalam perusahaan. Masing-masing
pesanan tersebut dihitung harga pokok produk taksirannya. Dengan perhitungan
berdasarkan biaya taksiran maka perusahaan dapat menghitung secara cermat tiap
unsur biaya produksi. Dari hasil perhitungan terlihat bahwa selisih yang terjadi
pada tiap unsur biaya produksi tidak terlalu besar. Prosentase penyimpangan tiap
unsur biaya produksi tidak lebih dari 10 % sehingga selisih tersebut tidak terlalu
berpengaruh. Perhitungan harga pokok taksiran pun jumlahnya tidak berbeda jauh
dengan harga pokok produksi yang sesungguhnya. Rata-rata selisih biaya
produksi yang telah dihitung adalah 0,058 %. Rata-rata tersebut lebih kecil dari
standar penyimpangan yang telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan perusahaan
yaitu sebesar 5 % sehingga selisih tersebut masih dapat ditolerir oleh perusahaan.
Hal ini menunjukkan bahwa perhitungan biaya taksiran telah dilaksanakan dengan
baik dalam perusahaan. Dengan perhitungan harga pokok taksiran yang cermat
maka perusahaan dapat menentukan harga jual secara tepat dan target laba yang
diharapkan dapat tercapai.