ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SUKU BUNGA PINJAMAN BANK UMUM DI INDONESIA MELALUI PENDEKATAN KOINTEGRASI DAN ERROR CORRECTION MODEL (ECM)
No Thumbnail Available
Date
2017-07-20
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Seminar Nasional Akuntansi dan Bisnis (SNAB), Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama
Abstract
Penelitian ini untuk mengetahui berapa besar pengaruh GDP, inflasi dan uang beredar (M2)
terhadap suku bungan pinjaman, selain itu untuk mengetahui apakah terjadi hubungan
keseimbangan (equilibrium) antara variable bebas dan variable tak bebas pada model penelitian
tersebut baik jangka panjang maupun jangka pendek dengan menggunakan metoda kointegrasi
dan error correction model (ECM). Hasil penelitian yang telah dilakukan dimana faktor uang
beredar (M2) terjadi hubungan positif (berbanding lurus) terhadap suku bunga, artinya jika
terlalu banyak uang yang berdar dimasyarakat maka suku bunga akan dinaikan. Sedangkan faktor
inflasi dan GDP sebaliknya mempunyai hubungan negative (berbanding terbalik) terhadap suku
bunga, artinya jika pendapatan nasional suatu negara akan ditingkatkan dan inflasi meningkat
maka suku bunga akan diturunkan. Hubungan keseimbangan jangka panjang antara variable
bebas terhadap variable tak bebas menggunakan metoda kointegrasi dengan uji Johansen
Cointegration menunjukan bahwa nilai trace statistic sebesar 70.59768 jauh lebih besar dari nilai
kritis (5%) 47.85613 dan hasil dari Maximum Eigenvalue Statistic yaitu sebesar 43.19204 lebih
besar dari nilai kritis 5%. Sebesar 27.58434, hasil ini dapat simpulkan bahwa telah terjadi
hubungsan kesetimbangan (equilibrium) antara GDP, inflasi dan uang beredar (M2) sebagai
variable bebas terhadap suku bunga dalam jangka panjang (long run). Dengan demikian
persamaan regresi berganda model penelitian tidak lagi mengandung masalah regresi palsu
(spurious regression). Sementara dari hasil dari uji error correction model (ECM) bahwa nilai lag
of residual adalah negative yaitu sebesar -0.603461, hal ini menunjukan error correction term
adalah sebesar 60,34% dan significant.Selain itu hasil dari masing-masing variable bebas (secara
parsial) menunjukan semua tidak signifikan terhadap suku bunga, kecuali residual menunjukan
signifikan. Hasil ini berarti bahwa variable-variabel bebas tersebut tidak mempunyai hubungan
keseimbangan jangka pendek terhadap suku bunga, akan tetapi secara simultan semua variable
bebas tersebut yaitu GDP, inflasi dan uang beredar mempunyai pengaruh terhadap suku bungan
dalam jangka pendek.
Description
Keywords
Suku Bunga, Kointegrasi, ECM