PENGARUH REALISASI PROGRAM DANA PENDIDIKAN TERHADAP PEMENUHAN AKSES PENDIDIKAN JENJANG SMA/SMK SE INDONESIA TAHUN 2020-2022

Abstract
Ketimpangan akses pendidikan masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Hal ini terlihat dari masih banyaknya anak usia sekolah yang belum memperoleh kesempatan belajar secara layak. Permasalahan akses pendidikan yang belum merata secara langsung tercermin dari rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK), yang merupakan indikator untuk mengukur jumlah penduduk usia sekolah telah terlibat dalam pendidikan tanpa memperhitungkan usia ideal. Sebagai upaya untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan, diperlukan penyediaan dana pendidikan melalui pengalokasian anggaran minimal 20% dari APBN dan APBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah realisasi program dana pendidikan yang dialokasikan melalui APBN dan APBD berpengaruh terhadap akses pendidikan jenjang SMA/SMK. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan menggabungkan metode deskriptif dan asosiatif kausal. Alat analisis dalam mengolah data regresi data panel menggunakan Program Eviews 12 yang menghasilkan pemilihan model Random Effect Model. Penelitian ini mencakup 34 provinsi di Indonesia yang memenuhi kriteria selama periode 2020-2022 dengan total sampel sebanyak 102. Hasil uji dari penelitian ini menunjukkan bahwa realisasi program dana pendidikan yang terdiri dari BOS, DAK Fisik Pendidikan, dan Belanja Fungsi Pendidikan tidak memiliki pengaruh terhadap APK jenjang SMA/SMK sebagai salah satu indikator dalam mencapai pemerataan akses pendidikan. Meskipun tidak berpengaruh, BOS dan Belanja Fungsi Pendidikan memiliki koefisien regresi negatif, sedangkan DAK Fisik menunjukkan koefisien regresi positif. Hal tersebut disebabkan oleh alokasi yang kurang tepat, pengelolaan yang lemah, prioritas provinsi yang berbeda, serta dana BOS hanya menutupi sebagian kecil biaya pendidikan.
Description
Keywords
Citation
Collections